Senja Pertama di Lautan Papua Barat Vol.1

Senja di Lautan Papua Barat

Setelah satu bulan terlewati, akhirnya bisa menyempatkan untuk menulis cerita perjalanan ke Raja Ampat Januari lalu.

Perjalanan kali ini adalah perjalanan panjang yang pernah saya lakukan. Untuk membuka tahun 2019 ini, saya menuju ke ujung timur Indonesia. Kali ini menggunakan kapal Pelni KM. Ciremai.

Berawal dari melihat pamflet kegiatan pengabdian youcan yang masuk ke email, sempat berpikir dua tiga kali untuk ikut. Maklum, waktu itu sepulang dari perjalanan ke Makassar dan budget sedang dalam masa krisisnya. Akhirnya saya tetap mencoba nekat untuk mendaftarkan diri.

Beberapa hari setelah melakukan pendaftaran, di sebuah cafe saya buka laptop dan email. Tiba-tiba masuklah email letter acceptance yang menandakan bahwa saya di terima untuk mengikuti kegiatan tersebut. 

Saya tidak pernah ngobrol dengan kawan dan keluarga tentang kegiatan perjalanan ini, karna saya tau ketika saya ngobrol tentang ini mungkin mereka menganggap itu adalah hal mustahil yang akan saya lakukan. Maklum, saya orang yang mager ketika diajak melakukan aktivitas sosial seperti ini. Jangankan ikut, mendengar kata pengabdian saja mungkin saya ditertawai oleh teman dan keluarga.

Akhirnya, bulan oktober hingga desember saya masuk dalam grup youcan sebagai fase pengenalan. Gak ada yang dikenal disini, bertatap muka pun belum pernah hingga harinya. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada yang se-provinisi. Semuanya orang-orang hebat dengan niat yang baik.

Tahun Berganti …

Januari tiba, dimana bulan ini saya mempersiapkan diri segala halnya. Sebenarnya persiapannya sih ga banyak. 

Sempat beberapa kali mengalami pengunduran jadwal keberangkatan dari pihak pelni. Akhirnya tanggal 17 kami di pertemukan di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Bertemulah kawan-kawan se Tim yang terbentuk di grup whatsapp. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan budaya.

Hari Pertama di Pelni

Saya rasa tidak asing dengan lingkungan kapal, mungkin karna saya baru saja pulang dari Toraja seminggu yang lalu menggunakan kapal dari Balikpapan. Tapi ternyata, tidak kepada pelni. Jauh lebih garang, sikut-sikutan antar penumpang sudah jadi hal yang biasa apalagi kalo sikut-sikutan dengan porter yang punya otot baja. Semua berlari kencang dari terminal pelabuhan demi mendapatkan tempat yang nyaman di atas dek sana.

Akhirnya, saya dan seluruh tim youcan yang terbagi menjadi tiga desa mendapat tempat di dek paling atas. Namun melantai, sungguh malam yang melelahkan. Saya akhiri malam ini dengan beristirahat.

Pagi esoknya jam 5 subuh, ternyata kapal baru mulai bergerak menjauhi dermaga yang seharusnya berangkat sedari pagi dinihari. Mungkin karna angkut muat kontainer yang membuat waktu keberangkatan menjadi ngulur. 

Pagi pertama, barulah saya dan kawan-kawan mulai mengakrabkan diri bersama teman-teman baru. Kami saling bertukar cerita, bertukar pengalaman, saling membicarakan mimpi masing-masing. Hal yang paling saya sukai ketika menceritakan kebudayaan daerah mereka masing-masing.

Sesekali saya juga mencari teman baru antar penumpang kapal, kebetulan kemarin juga bercerita dengan salah seorang penumpang yang kebetulan berasal dari Sulawesi yang mengadu nasib di ibukota. Menarik sekali berinteraksi di atas kapal.

Yah cukup membosankan di hari pertama, tidur, bangun, cerita, tidur lagi dan seterusnya. Begitulah siklus hidup di atas kapal.

Hari berganti malam, rapat antar tim dimulai. Mengatur strategi untuk berpindah tempat di esok hari, karna kapal akan transit di Kota Makassar. Otomatis sebagian penumpang akan turun di Makassar. Sedikit melonggarkan tempat disini. Tapi, bukan berarti bakal sepi, masih ada penumpang dari Makassar tujuan Bau-bau yang akan siap merebut tempat-tempat terbaik di atas sini.

Hari Kedua di Makassar

Pukul 11.00 siang tibalah di Makassar, tidak asing dengan kota ini. Namun sayang, hanya sejam kapal ini transit, padahal saya sudah merencanakan untuk melepas rindu menikmati coto Makassar yang berada di jalan gagak. Jadi saya coba saja coto Makassar nusantara di depan pelabuhan. Rasanya memang tidak begitu beda dengan coto gagak disana. Coto Makassar sudah jadi menu wajib ketika saya berkunjung ke Makassar.

Perjalanan dari Makassar dilanjutkan ke Bau-bau. Kembalilah saya ke kapal ke tempat baru yang lebih nyaman sebelumnya. Disinilah kami mulai saling berbaur saling mengenal sesama anggota di tim tiga. 

Hari Ketiga di Bau-bau

Perjalanan dari Makassar menuju Bau-bau ternyata tidak begitu selama dari Surabaya ke Makassar. Berangkat jam 1 siang dan tiba di Bau-bau sekitar jam 4 subuh. Menyempatkan diri ke Bau-bau untuk turun melihat kondisi kota yang berada Sulawesi Tenggara ini. Beruntung, saya disambut oleh salah satu teman dari Bau-bau yang merupakan anggota komunitas dari regional Bau-bau. Menyenangkan sekali berjejaring seperti ini, setiap daerah selalu saja disambut dengan teman-teman baru.

Hanya 15 menit di darat lalu kembali ke kapal. Perjalanan dari Bau-bau kembali dilanjutkan, selanjutnya perjalanan panjang menuju ke Sorong, Papua Barat. Untuk membunuh kebosanan saya memilih untuk menonton film, bermain kartu, bercerita basa basi. Dan beruntung sekali Pelni mengajak saya dan kawan-kawan mengunjungi anjungan kapal.

Hari terakhir di Pelni, menikmati sunset di lautan Papua barat. Wow, keren sekali pulau-pulau papua ini. Dulu saya hanya melihat di televisi dan di postingan-postingan sosial media. Sekarang, pulau-pulau itu berada tepat di depan mata saya. Langit sore memanjakan mata saya. Dalam hati berbicara, Tuhan sedang tersenyum ketika menciptakan Papua.

Anjungan Kapal KM. Ciremai

Senja di Lautan Papua Barat

Langit mulai menggelap, akhirnya tibalah di Sorong. Kota pertama yang jadi pijakan kaki saya untuk melangkah lebih jauh melihat keindahan dan kekayaan Papua Barat.

Dari pelabuhan kami menuju ke Pelabuhan Rakyat untuk meneruskan perjalanan ke Kepulauan Raja Ampat. Kami tidur di kapal express yang panas sekali, karna panas saya memilih menghabiskan malam diatas kapal dengan angin laut yang menusuk badan.

Membunuh Malam di Pelabuhan Rakyat

Perjalanan di lanjutkan esok pagi ….



Bersambung di Part II ……..

3 comments:

  1. mantab gan,,,sangat detail sekali ulasannya,,sampe fotonya juga banyak....salam blogger gan https://www.nyampling(.)com

    ReplyDelete
  2. wahh keren cerita perjalanannya mas bro

    ReplyDelete