Menjejaki Kota Ternate, Maluku Utara

Ternate, menjejaki tanah kesultanan

Saya langkahi dulu lanjutan kisah cerita selama di Raja Ampat. Karna ada Ternate yang mesti diceritakan terlebih dahulu.

---------------------------

Pertama kali mendengar nama kota Ternate adalah ketika menonton sepak bola Persiter Ternate kala itu melawan tim kebanggaan kota saya Persiba Balikpapan waktu masih duduk di bangku SD.

Ternate merupakan ibukota provinsi Maluku Utara. Tidak pernah terpikirkan bisa menjejakkan kaki di tanah yang kaya akan rempah-rempahnya.

Setelah melakukan perjalanan panjang dari Surabaya ke Raja Ampat menggunakan kapal pelni KM. Ciremai. Saya memilih pulang ke Balikpapan, Kalimantan Timur melalui kota Ternate. Sayang jika tidak menyinggahi kota yang sudah berada di depan mata.

Kapal Pelni yang saya tumpangi adalah KM. Labobar dengan waktu tempuh dari Sorong, Papua Barat ke Ternate kurang lebih 20 jam saja. Sesampai di Pelabuhan Ternate, saya pamit kepada teman-teman pengabdian youcan empower yang telah menjadi bagian dari keluarga baru, waktu itu yang tersisa hanya enam orang saja sisa. Sisanya tim extend, memilih pulang menggunakan pesawat dan teman-teman yang tidak extend lainnya lagi sudah pulang duluan menggunakan kapal KM. Ciremai.

Ternate adalah kota yang sangat menarik bagi saya. Keramahan masyarakatnya membuat saya ingin cepat kembali ke kota tersebut. Di Ternate, jangan takut dengan begal, kriminalitas ataupun takut tersesat. Ternate aman dan nyaman bagi semuanya.

Di Ternate, kalian akan disuguhkan oleh pantai yang indah dengan latar belakang Gunung Gamalama yang berdiri kokoh di kota ini. Masyarakat yang sebagian besar berdagang dan bekerja di pemerintahan. Makanya, jangan heran di sepanjang kota ini banyak sekali bertemu dengan warga yang menggunakan seragam dinas.

Seberang pulau ini ada pulau Tidore yang juga masih kental akan budayanya. Tapi sayang, perjalanan kemarin saya tidak bisa menyempatkan diri ke tanah Tidore. Maklum, jadwal tiket pulang yang mepet ditambah dengan cuaca yang buruk sekitar perairan Ternate Tidore beberapa hari terakhir membuat saya mengurungkan niat untuk ke Tidore.

Untuk transportasi, di Ternate tidak ada aplikasi Gojek, Grab atau sejenisnya. Maklum kota Ternate terbilang mungil jadi tidak ada yang namanya jauh. Ojek konvensional terdapat di berbagai sudut tempat. Bahkan sangat mudah semudah aku ngomong sayang sama kamu aciappppp <

Berikut adalah tempat yang saya kunjungi ketika berada di Ternate;

1. Mengintip Benteng Peninggalan Belanda, Fort Oranje

Fort Oranje, merupakan benteng peninggalan zaman kolonial Belanda. Benteng ini merupakan pertahanan yang dibangun pada tahun 1607. Posisinya menghadap ke laut dengan latar belakang pemandangannya adalah Gunung Gamalama.

Ketika mengeksplore benteng ini, saya disambut dan ditemani oleh anak-anak Ternate. Mereka antusias mengantarkan saya keliling benteng, mungkin karna ia tertarik dengan kamera Lumix GX85 yang ada di leher saya ini. 







2. Menyusuri Jalanan Menuju Kedaton Kesultanan Ternate

Jaringan Internet Telkomsel di Ternate bagus banget, jadi jangan takut nantinya gak bisa akses google maps. Di Ternate saya menggunakan Google Maps untuk menuju ke spot yang ingin saya tuju, walau sesekali bertanya langsung kepada warga sekitar yang saya lewati.

Dari Fort Oranje ke Kedaton terbilang dekat, kurang lebih sekitar 1 kilometeran. Saya memutuskan berjalan kaki menyusuri jalanan sambil foto-foto situasi jalanan yang saya bilang ini sangat menarik dan gak bakal lelah selelah aku nungguin jawaban cinta dari kamu aciapppp <

Menyusuri jalanan dengan latar bangunan masjid megah di pinggir pantai di Ternate dan latar mengagumkan Gunung Gamalama yg diselimuti awan.
Perjalanan menyusuri jalan menuju Kedaton Kesultanan Ternate, melewati taman bacaan, masjid kesultanan, dan RRI (Radio Republik Indonesia) Ternate.
Hari itu sejuk, membuat saya tidak begitu kelelahan berjalan kaki menuju kedaton. Sesampai di Kedaton, saya mencoba masuk dan melihat ada aktivitas apa di dalamnya. Ternyata, tidak ada aktivitas yang begitu mencolok hanya terlihat sekelompok anak-anak yang sedang bermain sepak bola tepat di depan Museum Sultan Iskandar Muda.

Kamera yang saya bawa ternyata kembali membuat anak-anak di sekililing saya menginginkan mereka dibidik oleh kamera ini. Bahkan, beberapa anak kecil meminta akun instagram saya hahaha.


Kedaton Kesultanan Ternate menjadi tempat bermain anak-anak di Ternate

3. Pantai dan Pasar

Selanjutnya, tak pernah saya lupakan untuk selalu di eksplore adalah pasar. Pasar merupakan salah satu tempat yang selalu menarik untuk saya kunjungi. Akan banyak hal cerita dan berbagai macam orang akan saya temui. Pasar-pasar di Ternate berada di pesisir dan dekat dengan pantat-pantai sekitar. 

Pantai-pantai tengah kota Ternate terbilang keren-keren dan bersih. Bahkan di pantai tengah kota terdapat spot-spot diving yang menarik. 


Perjalanan singkat di Ternate cukup membuat saya rindu berkepanjangan. Semoga ada kesempatan untuk kembali ke tanah Ternate, Maluku Utara yang indah dan ramah ini. Semoga kalian terinspirasi untuk menjejaki kota yang kaya akan rempah-rempahnya.

Mari jejaki Ternate !!!

1 comment:

  1. Indonesia itu indah banget ya mas bro.
    Selain pemandangannya, penduduknya yang ramah juga merupakan nilai tersendiri.

    ReplyDelete