Showing posts with label FestivalSeniBudaya. Show all posts
Showing posts with label FestivalSeniBudaya. Show all posts
Persiapan Tarian Leleng - Tarian Perpisahan dari Kalimantan Timur
Wah udah lama sekali aku ga ngeblog nih. Yah, sekitar kurang lebih 6 bulan udah ga update travel story lagi nih. Bukan karena jarang jalan-jalan, ya emang akhir-akhir ini lagi sibuk ngembangin konten video maupun foto sama sibuk ngurus kuliah yg udah mulai menuju semester-semester tua. Tapi, bukan berarti aku bakal berhenti nulis blog loh. Justru, ke depan aku bakal aktif lagi buat ngenulis cerita-cerita perjalanan. Bahkan perjalanan-perjalanan yang udah aku jalanin kemarin-kemarin bakal aku muat di blog ini secepatnya.

So, kali ini aku bakal ngeceritain liburan lebaran kemarin. Liburan yang ga jauh-jauh amat sih, kebetulan lagi ada festival budaya dan pesta panen suku Dayak Kenyah di Desa Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur. Kebetulan aja lama ga ke desa ini, karena kangen sama kearifan lokal mereka yang masih terjaga. Saya pun nyempatin diri buat ke Samarinda dengan motor dari Balikpapan sekitar 3 jam.

Bertepatan dengan hari jadi Desa Pampang ke 27 tahun ini, banyak sekali pentas-pentas seni yang ditampilkan loh. Acaranya pun ga tanggung-tanggung yakni tiga hari berturut-turut. Di hari pertama, para wisatawan pun disuguhkan makanan-makanan yang sangat melimpah.

Mulai dari anak-anak sampe orang dewasa turun ke Lamin Adat Pemung Tawai ini untuk menampilkan kesenian tradisional mereka. Sebenarnya emang tiap minggu desa ini menampilkan kegiatan tari-tarian tradisional. Cuma karena acaranya festival jadi bakal beda dari biasanya.

Beberapa moment yang aku jepret lewat kamera Lumix GX85 bakal aku bagikan nih,  biar kalian juga bisa menikmati kekayaan kearifan lokal suku Dayak Kenyah, Kalimantan Timur ini.


Tampak ibu-ibu warga desa pampang terlihat eksotis banget dengan pakaian adat mereka



Semua udah siap dengan pakaian-pakaian adat mereka yang keren-keren

Beliau adalah Amai Pesim, salah satu warga suku Dayak Kenyah di Desa Pampang

Wah ada juga yang pake pakaian adat tarian hudoq




Walikota Samarinda Bpk H. Syaharie Jaang, SH, MSi 


Tarian Tani oleh warga suku Dayak Kenyah

Alunan musik dari alat musik kulintang

Anak-anak juga udah siap nih menari



Tarian Punan Leto








Mereka ramah


Beliau adalah Amai Pejuang


Mencintai budaya sejak dini itu wajib

Wah lucu banget guys pakaian yang dipakai adik ini


Salah satu Tarian Tani dengan Mencak Undat (menumbuk beras)

Gimana? keren kan. Kalo gitu, daripada mikir-mikir mending langsung cuss ke Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Lokasi desa ini ga jauh kok, sekitar 30 menit dari pusat kota Samarinda. Bisa juga kalian searching di google maps untuk petunjuk jalannya.

So, sampai jumpa di perjalanan selanjutnya guys...

#CintaBudaya
Warga beramai-ramai turun ke jalan dan berbasah-basahan dalam ritual belimbur.

Naga Bini dan Naga Laki diulur ke kutai lama oleh rombongan keraton. Beberapa ritual juga dilangsungkan yakni beumban, begorok, rangga titi dan berakhir pada puncaknya yakni ritual belimbur. Para warga pun mulai beramai-ramai memenuhi tepian mahakam untuk melangsungkan ritual belimbur yaitu siram menyiram sesama anggota masyarakat. Sebuah ritual yang memiliki filosofi bahwa air yang merupakan sumber utama kehidupan yang dipercaya sebagai media untuk mensucikan diri dari sifat-sifat buruk dan jahat.

Ritual ini benar-benar unik dan tentunya ini pengalaman pertama saya buat ngeliat dan ikut dalam ritual adat Kutai seperti ini. Sayang banget, saya dan kawan-kawan kesiangan maklum malamnya nyari penginapan di Tenggarong tapi udah penuh semua. Mau gak mau harus balik dulu ke Samarinda sekitar 20 kilometeran buat nyari penginapan. Sebenarnya, sebelum ritual Belimbur ini dilangsungkan, ada upacara adat di Keraton. Yah mau gak mau, karena kesiangan itu jadinya kelewatan deh buat ngenyaksiin upacara ulur naga. Tapi gak papa, yang penting Belimbur gak kelewatan deh haha.

Belimbur jadi ajang mengeratkan silaturahmi juga dengan kawan-kawan.
Jam 10.20 pagi akhirnya tiba di tepian mahakam Tenggarong. Padahal acaranya udah dimulai sejak jam 09.00 pagi. Warga udah beramai-ramai berkumpul di sepanjang tepian mahakam buat mengambil air dari mahakam bahkan ada yang udah nyiapin air bersih dari rumah sendiri. Mereka semua berkumpul di setiap sudut jalan. Dan siap buat saling menyiramkan air sesama anggota masyarakat yang sedang berkumpul dan bahkan yang melintasi jalan raya. Gak ada yang boleh marah ketika tersiram air. Namun, ada pula maklumat yang dikeluarkan sultan dalam menyiramkan air ke sesama anggota masyarakat. Selama beberapa kali saya berkunjung ke kota yang dilalui sungai mahakam ini, ini adalah pengalaman pertama saya mandi menggunakan air mahakam hehe. Not bad, walau memang air mahakam begitu coklat di mata.

Anak-anak juga turut dalam sukacita ritual Belimbur di Tenggarong.


Mulai dari orang tua, dewasa bahkan anak-anak beramai-ramai berkumpul di pinggir jalan. Ada yang menggunakan selang, ember, plastik yang diisi air, anak-anak yang pake senjata air mainan dan bahkan menggunakan water canon milik pemadam. Benar-benar gak bisa sembunyi deh kalo udah lewat tepian mahakam.

Bebasahan sekalian cuci motor seru kali yah.


Ritual ini bener-bener wajib buat dilestarikan. Karena, ritual ini hanya ada di negeri kita tercinta Indonesia. Oleh karena itu, keunikan adat budaya inilah yang membuat Indonesia makin dikenal di kancah internasional. Itulah alasannya mengapa saya cinta Indonesia dan senang banget melakukan perjalanan negeri yang kaya ini

Jadi, siapkah kalian buat menjaga dan melestarikan tradisi, serta adat budaya Indonesia? So, selamat menjelajah dan bertemu dengan hal baru.

Oh ya, jika kalian ngeliat sesuatu hal yang unik di daerah kalian. Jangan ragu-ragu buat di ceritain, kalian bisa share cerita kalian di instagram ataupun sosial media lainnya. Jangan lupa juga buat tag instagram saya @rizalabdlh_ biar bisa baca juga cerita kalian.


Sekilas video keseruan ritual adat Belimbur.

 
Malam Terakhir Festival Rakyat Internasional di Festival Erau Adat Kutai 2017. (dok. pribadi)

Erau, festival adat budaya yang berasal dari Kutai ini merupakan festival adat yang udah sangat tua di Indonesia. Agenda rutin kali ini diadakan di akhir bulan Juli. Digelar selama 9 hari dari tgl 22-30 Juli 2017, telah berhasil membius para wisatawan baik lokal bahkan mancanegara. Erau yang berasal dari bahasa Kutai, eroh yang artinya ramai, riuh, ribut, suasana yang penuh dengan sukacita. Pertama kali digelar pada upacara tijak tanah dan mandi ke tepian ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun. Setelah dewasa dan diangkat menjadi Raja Kutai Kartanegara yang pertama (1300-1325), juga diadakan upacara Erau. Sejak itulah Erau selalu digelar setiap terjadi penggantian atau penobatan Raja-Raja Kutai Kartanegara.

Untuk tahun ini sayang banget gak bisa nyaksikan festival adat ini seutuhnya. Lantaran kesibukan dan lokasi yang lumayan jauh dari Balikpapan sekitar 3 jam-an. Namun, tentunya festival adat kutai ini gak mau dilewatin dengan begitunya saja. Menyempatkan diri diwaktu yang super sibuk, tetap bisa menikmati festival budaya yang menampilkan pertunjukan beberapa delegasi dari negara-negara di dunia.

Kebetulan datang di malam terakhir festival erau udah sangat bersyukur banget. Walau cuma bisa nyaksikan di malam itu tapi keseruan dari festival ini sangat pecah. Bergelar di beberapa tempat malam itu, namun cuma bisa nyaksikan di satu tempat yakni di Tepian Mahakam Tenggarong.

Jalanan macet dan area panggung yang disesaki oleh banyak wisatawan. Beberapa negara hadir menampilkan perform kesenian mereka masing-masing. Mereka adalah Jepang, Bulgaria, Indonesia dan China Taipe.

Jepang. (dok. pribadi)
Jepang. (dok. pribadi)
Diawali dari Jepang, dengan penampilan mereka yang sangat memukau. Pukulan drum yang sangat kompak dan sajian musik khas mereka begitu sangat indah.

Bulgaria. (dok. pribadi)
Bulgaria. (dok. pribadi)
Setelah itu penampilan dari Bulgaria. Penampilan yang sangat saya tunggu-tunggu malam ini. Tarian yang biasanya cuma bisa ditonton di film-film layar lebar dan kali ini bisa ngeliat langsung tarian khas mereka. Tarian negara dari benua biru ini benar-benar eksotis banget serta bikin pengen nari juga hehe.



Dengan pakaian khas mereka yang unik, keren tentunya ngebuat suasana bener-bener seperti berada di negara Bulgaria itu sendiri.

Indonesia. (dok. pribadi)



Kemudian penampilan dari negara kita, Indonesiaaaaaaaa. Tarian piring dari delegasi Indonesia juga tak kalah memukau. Liukan tarian yang indah yang ditampilkan oleh wanita-wanita belia yang cantik-cantik dan pintar bener-bener bikin tarian Indonesia makin okeeee kebangetannn.


Penampilan terakhir dari China Taipe. Irama musik yang khas bikin suasana bener-bener serasa di negara mereka sendiri. Tarian yang indah dengan liukan-liukan yang sangat lentur. Bahkan juga penampilan nyanyian dari seorang delegasi pria dengan pakaian khasnya dan wajah yang dilukis berwarna merah. Walaupun bahasa dari lagu tersebut bener-bener gak ngerti wkwkwk.



Penampilan China Taipe menutup festival budaya rakyat internasional erau malam ini. Tentunya udah bersyukur banget bisa ngikutin event ini walau gak dari awal. Semoga tahun depan bisa bertemu kembali dengan festival erau yang bikin pecahh.

So, banggalah dengan Indonesia dan daerah kita sendiri. Banyak banget festival-festival adat yang diselenggarakan tiap tahunnya. Mulai dari Sabang hingga Merauke. Masing-masing festival tersebut memiliki daya tarik masing-masing dan bikin nyesel kalo gak nyaksikan...

Salam Pesona Indonesia,