Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts
Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts
Backpackeran ke Kawah Talaga Bodas
Gruduk gruduk bunyi kereta melintasi rel,,,, tak lama bunyi sirine kereta api berbunyi (tettttttt tettttttt)

menandakan kereta akan berhenti di Stasiun Cipeundeuy, Garut. Hawanya dingin banget disini, baru tau ternyata stasiun ini berada di +772mdpl wah pantesan. Stasiunya kecil banget, berada di Desa Cikarag, Malangbong, Garut. Walaupun bangunan fisik stasiun ini mungil, tapi stasiun cipeundeuy ini bersih dan keren, walau agak serem dikit sih :O hehe.

Oh iya, kami berangkat malam ke garut dari Jakarta lewat Stasiun Pasar Senen. Sengaja memilih keberangkatan malam biar bisa tidur di kereta dan nekan budget buat penginapan selama perjalanan. Berangkat jam sembilan malam sampai di garut sekitar jam empat subuh.

Hari masih gelap, seturun dari kereta kami pun bingung untuk mencari tempat istirahat sejenak sambil menghangatkan diri. beruntunglah ada sebuah warung kecil di sekitar Stasiun Cipeundeuy, minumlah kami kopi hangat disini.

Waktu menunjukkan 04.30 WIB kami beranjak menuju ke arah Perumahan Cibatu Indah (BTN), rumah keluarga dari teman kami untuk beristirahat dan mengambil mobil yang kami sewa sehari di Garut. waktu itu kami berangkat menggunakan angkutan umum, yah lumayan jauh ada sekitar 30 menit dari Stasiun Cipeundeuy.

Beberapa kawan tertidur di angkutan umum, dan saya pun juga ikut terlelap. Tak lama angkutan berhenti dan sopir menurunkan kami di pinggir jalan yang tidak tahu dimana. Ternyata kami belum sampai di Perumahan Cibatu, karna angkutan umum jurusannya berbeda jalur.

Kami mencoba untuk melanjutkan dengan berjalan kaki bermodalkan google maps dari salah satu smartphone yang masih tersisa baterainya. Kata salah satu kawan kami si Dean lokasinya sih udah dekat.

Sekitar 30 menit kaki melangkah, dengan rute jalanan yang sedikit berbukit. Saya pun mulai lelah, beberapa teman juga merasakan letih dan kantuk. Tak sengaja bertemu dengan angkutan umum selanjutnya yang kebetulan arahnya melewati perumahan BTN. Ikutlah kami dengan angkutan tersebut.

Ternyata lokasinya masih sangat jauh beda dengan ucapan si Dean tadi hahaha, sekitar 20 menit kami baru nyampe menggunakan angkutan umum. Wah hampir saja kami berjalan kaki sejauh ini. Bisa-bisa kami malah tepar dan tidak sanggup melanjutkan perjalanan di Garut hari ini.

Sesampai di rumah keluarga Dean, Kami dihidangkan menu makanan nasi kuning buatan orang sunda yang tak kalah jauh dengan nasi kuning yang ada di Kalimantan hehe, serta gorengan yang kami sebut ote-ote dan segelas teh hangat. Setelah itu kami tidur sejenak untuk mengumpulkan kembali energi setelah berjalan kaki tadi.

Sambil beristirahat kami juga mengecek lokasi wisata yang akan kami tuju disana. Kami mengintip postingan @exploregarut di Instagram. Karna banyak banget pilihan wisata disini sampai-sampai kami bingung mau kemana. Akhirnya kami memilih untuk memulai perjalanan pertama kami ke objek wisata Kawah Talaga Bodas.

Sekitar 30 menit perjalanan dengan mobil bermodalkan google maps dan sesekali juga bertanya dengan warga sekitar. Wah viewnya keren banget selama perjalanan. Melintasi pedesaan, kebun sayur mayur, dan buah.

Sesekali bersapa dengan warga dengan sedikit kosa kata bahasa sunda yang baru saja kita pelajari walau masih kaku.

Bertanya dengan warga sekitar
Perkebunannya rapi-rapi yak

Adem kalo tiap hari ngeliat pemandangan seperti ini

Melewati pedesaan
Menyusuri perkebunan, jarang-jarang liat kebun gini.

Garut mah luas banget atuh...


Tampak desa dan kebun terlihat indah dari ketinggian. Juga Gunung Sadahurip begitu gagah yang juga sempat heboh karena berbentuk piramida di Desa Sakahurip, Garut. Menyempatkanlah kami berfoto bareng dengan gunung unik tersebut.

Gunung Sadahurip yang pernah viral karena berbentuk Piramid.

Masih bingung, siapa pengarah gaya foto diatas sampe dikasih ruang seperti gini wkk.

Perjalanan kami lanjutkan, sampailah di objek wisata Kawah Talaga Bodas tepatnya di Desa Sukamenak, Wanaraja. Talaga Bodas berarti danau putih, hal itu karna lokasinya yang memang berupa sebuah danau kecil di area bekas kawah dengan air belerang berwarna putih agak kebiruan. Terlihat juga masih ada aktivitas vulkanik berupa air panas dan belerang.

Untuk kesini, kalian bisa menggunakan mobil ataupun motor. Untuk mobil kamu hanya bisa sampai di pertigaan pos masuk ke objek wisata ini. Karena selebihnya jalanan agak rusak dan sempit bagi kendaraan roda empat. Tenang, disana ada kok penyewaan motor mulat dari Rp20.000,00 sekali pakai.

Sekitar 10 menit kami sampai di Kawah Talaga Bodas dari pos depan, wow pemandangan yang indah disini. Ada kolam pemandian air belerang yang punya banyak manfaat bagi tubuh. Namun, untuk berenang di kolam air belerang ini disarankan untuk tidak berlama-lama. 


Jalanan menuju Talaga Bodas
Pos karcis masuk Talaga Bodas
Mesti sewa motor karna jalanan ga disarankan buat kendaraan roda empat. Tapi kalo mau trekking silahkan yang penting siapkan fisik kalian yah

Keren ga sih viewnya. kalian gak pengen?
Kesalahan datang kesini adalah tidak membawa baju ganti.




Suasana sejuk dan tenang, jadi pengen berlama-lama disini. Tapi waktu udah menyuruh kami kembali menuju ke tempat wisata selanjutnya. Kalian juga bisa tonton kekonyolan kami dalam video vlog di Talaga Bodas ---> VLOG ANDRI DI TALAGA BODAS

Oh iya, perjalanan kami tentunya belum berakhir dan kami berlanjut ke Hutan Mati Papandayan.

Nah, cerita selanjutnya tentang papandayan akan aku bagikan di artikel setelah ini. Sampai jumpa di cerita selanjutnya...

#KawahTalagaBodas
#ExploreGarut


Bandung emang kota yang bikin ngangenin bagi saya. Beberapa kali setiap melakukan perjalanan di kota yang terkenal dengan pusat fashionnya ini bikin saya ketagihan buat sekedar mengelilingi kota ini. Banyak spot-spot kece yang menarik buat dikunjungin loh.

Selain kawasan Jl. Braga yang terkenal dengan nuansa bangunan-bangunan khas zaman Belanda. Di kota kembang ini juga kamu bisa menikmati suasana Kampung China loh tepatnya di China Town Bandung yang berada di kawasan Jalan Kelenteng No. 41, Bandung, Jawa Barat.

Kalo udah gini kaya berata di China beneran nih
Kamu bisa mengunjunginya menggunakan transportasi online biar lebih praktis, seperti Go-Jek/Go-Car, Grab dan bisa dengan transportasi alternatif lainnya.

Untuk masuk kamu cuma membayar tiket China Town Bandung seharga Rp20.000,- hingga Rp30.000,- tergantung harı kerja/akhir pekan.  Disini kamu bisa foto-foto atau selfie dengan spot kece layakya seperti di negeri tirai bambu. Kalau mau kesini bisa datang dari Siang s.d Malam


Halo dengan siapa dimana? passwordnya?

Wah motor jadulnya khas banget yak. Bisa disewa ga yah buat ke Lembang.

Mau antar abang ke pasar ga neng?

Berbagai bangunan dengan khas eksterior dan interior layaknya seperti di China. Juga terlihat lukisan-lukisan di dinding yang kreatif dan menarik. Beberapa perabotan dan kendaraan tua berciri khas Chinese juga tersedia buat berselfie ria. Wow asik banget yakkk.

Yg mau Shopping ala barang-barang Chinese yuk sini.

Berbagai Chinese food bahkan makanan khas Indonesia lainnya juga ada kok.

Banyak pula penjual souvenir unik hingga pakaian. Kalo kamu lapar setelah berkeliling China Town kamu juga bisa mampir ke stand-stand yang ada disini. Karena disini banyak banget ragam menu makanan di China Town Bandung seperti Chinese Food mulai dari yang ringan sampe yang berat. Tapi ada juga kok makanan khas Indonesia disini seperti Batagor, Empek-empek.

Tenang, harga makanan di China Town Bandung juga gak bikin kantong bolong kok

Dan banyak juga tersedia meja-meja dan kursi buat kamu menyantap makanan ataupun sekedar nongkrong dengan teman-teman.

Selain itu, kamu juga bisa bertemu dengan badut yang agak usil disini haha. Tapi usilnya bukan usil yg ngejahat yah, tapi yg jelas bikin liburan kamu jadi lebih cair kalo ketemu dengan badut China Town Bandung.

Banyak spot buat nongkrong nih buat anak-anak muda mungkin yang tua juga bisa berbaur.



Udah gak usah mikir lagi buat masukin China Town Bandung di list ittinerary perjalanan kamu di Bandung, Jawa Barat. Dijamin ga bakal nyesel deh, malah bikin kamu ga mau pulang. Cocok banget buat teman-teman traveller yang cuma transit atau ga punya banyak waktu di Bandung.

So, sampai jumpa di cerita perjalanan selanjutnya bosku. Kira-kira ada rekomendasi mau kemana selanjutnya?
Gunung Tangkuban Parahu, Bandung - Jawa Barat.

Sebenarnya ini gak ada di ittinerary perjalanan saya waktu ke Kota Bandung, Jawa Barat yakni Gunung Tangkuban Parahu. Perjalanan ini juga udah beberapa bulan yang lalu sih waktu pertama kali ke Bandung. Udah hampir gak ada niat buat diceritain tentang keindahannya. Tapi, karena ini gunung pertama yang saya kunjungi dalam hidup saya, akhirnya bakal diceritain deh perjalanan dadakan ini.

Pasti kalian tahu lah bahwa gunung ini berada di Kota Bandung, Jawa Barat. Gak jauh dari beberapa tempat wisata lainnya yang ada di Lembang.

Gak ada rencana kesini sih, waktu itu hari terakhir di Bandung setelah workshop pusbangfilm nasional. Beberapa teman-teman yang berasal dari berbagai daerah menyewa beberapa motor setengah hari buat trip tipis-tipis di Bandung.

Setelah terjadi kracas-krucus, akhirnya saya pun kuy lah bareng mereka. Dan Gunung Tangkuban Parahu pun terpilih menjadi tempat persinggahan kita, yah alasannya sih karena lokasinya kebetulan terdekat dari salah satu hotel di kawasan Dago, Bandung yang cuma menempuh 30 menit.

Katanya sih, bentuk gunung tangkuban parahu ini seperti perahu yang terbalik 

Beberapa peserta workshop yang gak ada tidur selama 10 hari wkwk  menyempatkan liburan.

Berbekal google maps, akhirnya kita nyampai di gerbang masuk kawasan Gunung Tangkuban Parahu ini tanpa nyasar hihihi. Untuk menuju ke kawahnya yang merupakan tujuan wisatawan di Gunung ini, kita perlu membayar tiket masuk yang udh saya lupakan harganya. Tapi kalo gk salah sih sekitaran 25ribu/orang.

Ketika kita berada di gerbang masuk, kalian bisa beli masker. Karna gunung ini merupakan gunung api aktif membuat kawah gunung ini masih mengeluarkan bau belerang yang menyengat.

Gunung Tangkuban Parahu merupakan salah satu gunung yang masih aktif di Kota Bandung, Jawa Barat.

Nyaksiin kawah gunung yang mengeluarkan belerang.

Ada bule juga nih yang kesasar mandangin keindahan Gunung Tangkuban Parahu.

Bagi pemula, gunung ini terbilang masih mudah buat didaki, bahkan gunung ini udah memiliki tangga yang lumayan nyaman dan juga pagar disekitar jurang-jurang kawah. Yuk mari sini naik gunung.

Ramai nih, gak mau kesini?

View di sekitar gunung yang kerennya gila abis.

Ada juga nih yang main angklung. Mas, mas boleh request?

Jadi salah satu spot terbaik buat selfie nih.

Kang, ini kuda beneran apa kuda-kudaan?

Naik kuda di gunung juga asik nih. Jadi ngilerr,,,,

Jangan takut capek, jalanannya udah mendukung banget nih bagi wisatawan. Ada tempat ibadah dan juga oleh-oleh.

Belerangnya bukan yang di gelas yah hahahah.

Jadi gimana? masih ragu buat ke Gunung Tangkuban Parahu? yok sini atuh main-main, jangan di rumah aja haha.

#Bandung
#BandungJuara 
Street Hunting jadi cara saya buat ngenikmatin Kota Bandung.


"Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi"

Bandung si kota kembang dan udaranya sejuk setelah Malino di Sulawesi Selatan yang pernah saya kunjungi. Selain kuliner, keramahan warga juga bikin saya betah buat berlama-lama disini. 10 Hari di Bandung bukan waktu yang lama, yah sebenarnya juga di Bandung lagi ada kegiatan workshop perfilman tingkat menengah disalah satu hotel di kawasan Dago Pakar. Tapi, 10 Hari cuma di hotel yah sama aja bohong gak bisa menikmati kota Bandung ini.

Akhirnya dihari terakhir saya pun mencoba mencuri waktu buat ngebolang sendirian di pusat kota. Kemana lagi kalo bukan menyusuri Jalan Braga yang terkenal banget karena arsitektur bangunan-bangunan bekas zaman dahulu yang keren dan instagenic. Pokoknya nyesel banget kalo main ke Bandung gak ke Braga deh.

Selain itu, di kawasan ini juga banyak berdiri bar-bar, fashion store dan franchise terkenal seperti Starbucks. Maka dari itu, gak cuma warga lokal yang meramaikan kawasan ini dimalam hari tapi juga banyak warga negara asing yang datang ke kawasan ini. Beberapa seniman juga tampak terlihat menjajakan hasil karya-karya lukisannya disini.

Nah, kesempatan buat menyusuri jalan ini gak saya sia-siakan dengan ngenikmatinnya ala cara saya yakni street hunting.

Kali ini saya bakal berbagi foto-foto hasil street hunting saya. Semua hasil foto ini tentunya dijepret oleh senjata mungil Panasonic Lumix GX85.

Buat kalian yang tertarik dengan salah satu foto saya, kalian wajib buat izin dulu sebelum ngeshare atau ngegunain untuk hal lain. Hargailah karya orang lain yak :D terima kasih.
















#TakenWithLumix
#LumixIndonesia
#LibertytoDiscover