Showing posts with label Journey. Show all posts
Showing posts with label Journey. Show all posts


Serasa Milik Sendiri - Batu dinding kawasan Samboja, Kukar.
Cuaca cukup dingin di subuh itu, merencanakan petualangan ke Batu Dinding yang merupakan wisata alam yang udah gk asing lagi di telinga para kawan-kawan backpacker dan pecinta alam khususnya di Kalimantan Timur. Wisata alam yang berada di Kec. Samboja, Kab. Kutai Kartanegera ini berada di km. 45 jalan poros Balikpapan - Samarinda. Pintu masuk sebelah kiri ruas jalan masuk perumahan warga dan perlu ngelewatin 10 km lagi buat menuju Batu Dinding. Jalanan yang awalnya mulus berubah menjadi bebatuan dan tanah merah. Kebun-kebun milik warga yang tinggal di desa tersebut sesekali menyapa di sepanjang perjalanan.

Hawa dingin menusuk tubuh, maklum saat itu terlalu awal berangkat. Sekitar  jam 4.00 subuh dari rumah dan sampai di Batu Dinding sekitar jam 5.30. Sunrise yang ditunggu-tunggu tak kunjung menampakkan diri, lantaran langit diselimuti awan putih. Kabut yang menyelimuti Batu Dinding memberikan pesona yang berbeda. Batu Dinding yang biasanya ramai kini begitu sangat sepi. Mungkin karena kita melakukan petualangan di hari kerja hhehe. So, Pertualangan kali ini di Batu Dinding bakal dinikmatin serasa milik sendiri.

Hari makin terang, Batu Dinding mulai menampakkan kemegahannya. Saatnya buat ngeksplore setiap sudut....



Spot-spot di Batu Dinding ini bener-bener asik dan kece. Namun, batu-batu yang besar dan jurang kanan-kiri ngebuat kalian perlu berekstra hati-hati dalam melangkah.

Duduk di atas batu dan bawahnya jurang :O
Tanaman-tanaman gulma, banyak bunga-bunga berjatuhan serta pasir-pasir putih yang berasal dari batu-batu yang sedikit demi sedikit terkikis, yang setidaknya memberikan warna yang eksotis pada wisata alam Batu Dinding ini.

Kikisan pasir putih dari bebatuan memberikan warna yang eksotis pada wisata Batu Dinding.



Paklek tukang foto-foto yang minta dikekerin dan sekalian diposting di blog
Di Batu Dinding ini tentunya kalian gk hanya bisa ngenikmatin keindahannya saja loh, tapi kalian juga bisa ngenikmatin sensasi alamnya yang benar-benar bikin pikiran makin sejuk. Suara hewan-hewan bersahut-sahutan dari dalam hutan hingga burung-burung yang berterbangan di sekitar kita. Tentunya bikin betah berlama-lama di batu dinding.


So... gimana guyss, udah siap buat minggat dari rumah dan nyiapin itinerary perjalanan kalian? Oh iya guyss sebelumnya, biar nyaman berpetualangnya Sudah Cek Tokopedia Belum? soalnya ada banyak barang-barang kece di halaman Outdoor Sports Tokopedia. Yuk cusss langsung aja Cek Harga Tas Gunung dan Beli Sepatu Hiking Online.

Spesial journey kali ini di temanin kawan-kawan kece, yuk sapa mereka lewat instagram:
@a_rama91 (yg udah nemanin explore, tukang2 fotoin dan take video *cadasssss)
@wibowodwicahyo (yg udah nemanin explore)
Air Terjun Tembinus di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Lebar-an kali ini spesial karena waktunya lebih panjang dari lebar-an sebelum-sebelumnya. Dan kali ini, waktu liburan yang panjang ini tentunya gak mau donk ngelewatin kesempatan ini secara sia-sia. Oleh karena itu, saya mencoba untuk bermain-main ke belakang rumah (masih seputaran kalimantan timur) tepatnya di Sepaku, Penajam Paser Utara yakni Air Terjun Tembinus. Seperti biasa, saya orangnya selalu dadakan. Ngebuat plan yang tiba-tiba, bahkan hujan deras sempat mengguyur dari dini hari hingga pagi hari dan kami pun tetap ngotot buat kesana.

Nungguin hujan dari malam jam 01.30 WITA hingga akhirnya sampai jam 07.00 WITA baru berhenti. Saya pun lets go!!! menggunakan mobil. Perjalanannya lumayan jauh sekitar 4jaman lebih. Dengan jalanan yang benar-benar bikin nahan iman.

Lets go !!!!!!
Sesampainya di Sepaku, saya dan kawan pun masuk ke dalam kawasan PT. ITCI Inhutani Manunggal Kalimantan. Yah,,, air terjun tersebut memang berada di areal perusahaan PT. ITCI yang merupakan kawasan Hutan Tanaman Industri. Jadi, jika kalian melewati kawasan ini jangan heran bakal banyak banget hutan-hutan yang di babat habis buat di tanamin tanaman pohon Akasia, Eucalyptus yang merupakan pohon bahan dasar pembuatan kertas.

Areal HTI (Hutan Tanaman Industri) di PT. ITCI menjadi pemandangan kami sepanjang perjalanan.
Sekitar kurang lebih setengah jam kita melewati areal ini, lika liku dan tanjakan hingga turunan serta jalanan yang terjal dengan batu-batu membuat perjalanan makin menyeramkan ditambah jurang di sebelah-sebelah jalanan. Tampak sesekali berpapasan dengan pekerja dan mobil-mobil pengangkut kayu dari PT. ITCI. Namun, ada juga pemandangan yang indah untuk mengobati ketakutan kita di perjalanan. Bahkan kami pun menyempatkan turun untuk sekedar mengabadikan pemandangan sekitar.

View indah yang menghadap teluk Balikpapan. Namun, sayang cuma bawa lensa kit jadinya gak keliatan teluknya dari kamera.

Lumayan buat menuhin feeds instagram (@rizalabdlh_) .
Akhirnya, mobil pun berhenti. Dan lohhh? mana air terjunnya? ternyata kita harus tracking dulu sekitar 15 menitan ke dalam hutan buat ke air terjun tersebut. Karena habis hujan, jadinya medan tracking menjadi licin dan berlumpur, butuh kesabaran dan kerja keras buat ngikutin jalanan tracking yang super duper licin.



Dan yang ditunggu-tunggu akhirnya sampai... Air Terjun Tembinus.




Hati-hati aja deh kalo udah nyampe di air terjun ini, agak slow dikit jangan langsung lari dan nyebur. Soalnya, batu-batu yang disini besar-besar dan licin. Bahkan beberapa kali saya sempat terpleset di air terjun ini. Tapi, air terjun ini benar-benar recomended banget bagi para backpacker maupun pecinta/penikmat alam. Suasana sejuk, adem dan hutan yang tentram bikin air terjun tembinus ini memiliki pesona yang berbeda. Air terjun ini memiliki ketinggian yang sangat tinggi.



Oh ya, buat kawan-kawan adventurous semua. Buat masuk menikmati air terjun tembinus ini gak perlu merogoh kocek. Kalian cuma perlu izin di pos satpam pintu masuk kawasan PT. ITCI dan jangan lupa tinggalkan KTP kalian buat berjaga-jaga yah mana tau kalian ..., soalnya areal ini bener-bener hutan dan gak ada sama sekali perkampungan.......

Ok deh sampai situ dulu perjalanan saya. Dan sampai jumpa di perjalanan selanjutnya keep explore!!!!


***


Video perjalanan saya di air terjun tembinus terangkum dalam sebuah cuplikan video  "A Visual Journey Eps. 1 (Borneo)" Go watch and check it out!!!!








View Balikpapan Dari Arah Teluk. (foto: dok. pribadi)

Cuaca cukup terik hari ini, handphone bergetar bertandakan ada pesan masuk. Teman saya ternyata, mengajak saya untuk mencoba kapal baru buatan Indonesia yakni Balikpapan. Saya pun menyambut ajakan tersebut dengan senang hati. Sekitar pukul 16.00 WITA berbekal kamera dengan isi baterai seadanya, saya pun langsung bergegas menuju dermaga dimana tempat kapal tersebut bersandar sekaligus dibangun. Dimulai dari dermaga yang berada di Kampung Baru itu, kapal yang dibuat oleh anak-anak Balikpapan ini berlayar di perairan Teluk Balikpapan.

Suasana Kilang Minyak Balikpapan Dari Arah Perairan Teluk Balikpapan. (foto: dok. pribadi)
Pemandangan Kapal-Kapal Tanker yang Berada di Teluk Balikpapan. (foto: dok. pribadi)

Kapal yang rencananya akan mulai berlayar perdana ke Surabaya ini mempunyai design yang sangat luar biasa ditambah dengan fasilitas-fasilitas yang top markotop lah hahaha. Hari semakin sore, sekalian ngabuburit. Cuaca yang cerah cukup memberikan kepuasan bagi saya untuk mengabadikan moment di kawasan Teluk Balikpapan ini. View laut yang biru, serta kapal-kapal tanker yang berada di perairan teluk ini menjadikan tempat yang pas untuk mengabadikan moment yang sulit saya dapatkan. Ditambah dengan view ke arah Balikpapan yang tampak terlihat puncak Gunung Komendur, semakin membuat mata saya terkagum melihat pemandangan sekeren ini. Kilang-kilang minyak Balikpapan yang biasa saya lihat dari arah kota, kini saya mendapatkan kesempatan dengan melihat dari sudut arah yang berbeda.

Beberapa kapal kecil juga terlihat melintasi perairan Balikpapan -Penajam seperti spead boat dan juga kapal-kapal feri penumpang dan klotok dari arah Balikpapan - Penajam - Balikpapan

Kesempatan Buat Abadikan Moment Hahaha...

Jam mulai menunjukkan pukul 17.30 WITA dan kapal pun mengarah ke dermaga, tanda waktu tes berlayar ini sudah selesai. Saya kembali ke daratan untuk bersiap-siap berbuka puasa. Kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk bisa menikmati sore hari sekaligus ngabuburit di perairan Teluk Balikpapan. Dan tentunya kesempatan yang hebat juga dapat mencoba kapal baru buatan Balikpapan, Indonesia.

Cuplikan Video Test Ride Kapal di Teluk Balikpapan. Check it out !!!


Tugu Khatulistiwa Pontianak. (foto: dok. pribadi)

Pontianak adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa. Kota Pontianak juga dilalui oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Kedua sungai itu diabadaikan dalam lambang Kota Pontianak. Kota ini memiliki luas wilayah 107,82 kilometer persegi.

Kota yang berada sebelah barat kalimantan ini merupakan kota yang berada di garis nol bumi. Maka tak heran jika kita melihat Tugu Khatulistiwa berdiri tegak di Pontianak sebelah utara tepatnya di kawasan Siantan. Tugu Khatulistiwa Pontianak di bangun pada tanggal 31 maret tahun 1928 oleh Tim Ekspedisi Geografi Internasional yang di pimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda.

Suasana Ruangan Tugu Khatulistiwa. (foto: dok.pribadi)

Tugu Khatulistiwa yang Disimpan Dalam Ruangan Dilindungi. (foto: dok.pribadi)

Tugu Khatulistiwa yang asli terbuat dari kayu belian (kayu besi, atau kayu ulin) terdiri dari empat tonggak yang man 2 buah tonggak bagian depan dengan tinggi 3,05 meter dari permukaan tanah, 2 buah tonggak bagian belakang dengan tinggi  4,40 meter dari permukaan tanah. Keterangan simbol berupa anak panah menunjukkan arah utara – selatan (lintang 0 derajat).  Keterangan simbol berupa flat lingkaran yang bertuliskan EVENAAR yang artinya Khatulistiwa (bahasa Belanda) menunjukan belahan garis Khatulistiwa  atau batas utara dan selatan.  Sedangkan plat di bawah arah panah ditulis 109 derajat, 20 derajat artinya garis di Khatulistiwa di kota Pontianak bertepatan dengan 109 derajat  garis Bujur Timur 20 Menit. 00 detik GMT.

Tugu Khatulistiwa yang Asli. (foto: dok. pribadi)

Foto Tugu Khatulistiwa yang Asli. (Foto: dok. pribadi)

Suasana Ruangan Tugu Khatulistiwa pada cuplikan singkat video pendek





KULMINASI MATAHARI


Peristiwa Kulminasi Matahari adalah sebuah fenomena alam dimana matahari berada di garis khatulistiwa sehingga posisi matahari tepat berada di atas kepala kita. Pada saat fenomena alam ini berlangsung, bayangan tugu akan “menghilang” selama beberapa detik. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lainnya di sekitar Tugu Khatulistiwa Pontianak.


Foto Seseorang Sedang Berada di Titik Khatulistiwa yang Telah Bergeser
Lumayan Jauh dengan Tugu Khatulistiwa yang Asli. (foto: dok. pribadi)

Namun seiring dengan umur bumi yang semakin tua dan seringnya terjadi guncangan gempa tektonik di bumi ini, ada beberapa catatan bahwa Tugu Khatulistiwa di Pontianak ini telah mengalami pergeseran beberapa meter.
Derasnya Air Terjun Bantimurung

Sulawesi tak pernah bosan untuk menunjukkan keindahan wisata alam nya. Kali ini saya mencoba untuk menghampiri salah satu kawasan objek wisata yang berada sekitar 30 km lebih dari pusat kota Makassar yakni Taman Nasional / Air Terjun Bantimurung di Kab. Maros, Sulawesi Selatan.  
Sebelum masuk di kawasan obyek wisata air terjun bantimurung ini, kita akan disambut dengan monumen kera, dan sederatan penjual souvenir khas bantimurung (Kupu-kupu yang di awetkan) dan warung/ kedai kopi serta makanan khas daerah.

Keindahan alam di kawasan taman nasional Bantimurung

Karst yang membentang di kawasan Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung ini memiliki keunikan tersendiri, yakni karst-karst yang membentang air terjun ini, goa-goa dengan stalaknit dan stalakmit yang begitu menakjubkan yaitu goa batu dan goa mimpi, serta yang paling dikenal adalah kupu-kupu. 
Jembatan dan jalanan yang begitu sejuk dengan suasana alam

Tangga yang tinggi menuju ke puncak air terjun

Selain itu di kawasan ini juga tersedia gazebo - gazebo kecil untuk berkumpul keluarga, serta musholla. 
Derasnya air terjun bantimurung ini membuat para wisatawan dari anak-anak hingga orang dewasa begitu betah untuk terus berenang, atau bahkan hanya berendam. Di kawasan tersebut juga bahkan disediakan sebuah tempat peluncur.
Namun sayang, liburan kali ini saya hanya bisa memandang air terjun dengan sepintas tanpa menyicip air yang sejuk tersebut. Dikarenakan waktu dan cuaca ketika mengunjungi air terjun ini sedang tidak bersahabat maka saya hanya bisa memandang dan sedikit mengabadikan moment dengan kamera saya.

Untuk menuju kawasan ini kita perlu menggunakan sebuah kendaraan pribadi baik motor atau mobil. Atau bisa juga menggunakan kendaraan rental. Untuk tarif masuk bagi turis lokal seharga Rp25.000 sedangkan bagi turis asing sekitar Rp225.000 atau hingga Rp250.000 rupiah per orangnya.


Benteng Rotterdam Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo

Makassar si kota daeng merupakan ibukota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur yang mana pada masa lalu pernah menjadi ibukota Negara Indonesia Timur dan Provinsi Sulawesi. Makassar juga merupakan kota yang memiliki penuh sejarah, terdapat beberapa situs-situs sejarah yang masih berdiri hingga sekarang di tengah-tengah kota. Salah satu pahlawan dari Makassar adalah Sultan Hasanuddin yang dengan berani mengusir para penjajah. Oleh karena itu, ia mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur. 

Jalan-jalan ke kota Makassar tentunya gak asing lagi dengan wisata kulinernya. Namun, kali ini kita coba ngulik ke wisata sejarahnya. Di Makassar kalian bisa mengunjungi beberapa tempat wisata bersejarah salah satunya adalah benteng kerajaan Gowa-Tallo yakni Fort Rotterdam. Benteng ini berdiri kokoh dan gagah di daerah kawasan Pantai Losari. Tepatnya menghadap ke arah laut selat Makassar.

Walaupun di sekitar bangunan benteng ini sudah banyak banget bangunan-bangunan tinggi menjulang. Tetapi benteng Rotterdam ini tetap terjaga dan terlestarikan dengan baik. Oleh karena itu, meski di hari biasa, benteng ini selalu di penuhi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.


Bentuk bangunan benteng yang khas dan unik. Pintu dan jendela yang besar memiliki fungsi tersendiri dan filosofi tersendiri pada masanya.

Pintu dan jendela yang berukuran besar pada benteng ini.

Bentuk bangunan benteng yang khas.
Terdapat beberapa tempat sarana edukasi di kawasan komplek benteng Rotterdam seperti Gallery Dewan Kesenian Makassar serta Museum La Galigo

Gallery Dewan Kesenian Makassar di komplek benteng Rotterdam.

Untuk kalian yang ingin mengunjungi benteng ini mudah banget. Karena berada di kawasan tengah kota tentunya ada banyak banget alternatif buat menuju benteng tersebut. Bisa menggunakan transportasi umum hingga pribadi. Dan kebetulan, saya menggunakan kendaraan umum berbasis online. Dan untuk masuknya gak perlu merogoh kocek yang mendalam. Kalian cuma wajib mengisi buku tamu dan biaya sukarela di pos depan masuk yang mana nantinya digunakan untuk perawatan benteng ini.

Pos depan masuk benteng Rotterdam.

So, apalagi yang ditunggu. Yuk jangan bosan buat ngulik sejarah-sejarah di tanah sekitarmu!




Kampung warna-warni Balikpapan, Teluk Seribu.

Sebuah wisata baru andalan Balikpapan kini telah ditunggu oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Yah... Teluk Seribu namanya, sebuah wisata baru Balikpapan yang berada di kawasan timur kota minyak. Teluk Seribu diresmikan oleh walikota Balikpapan Bpk. Rizal Effendi.

Sebuah wisata yang diusung yang mirip dengan kawasan di kota Malang. Kawasan teluk ini dulunya hanyalah sebuah kawasan kampung nelayan. Namun, kini dijadikan sebuah tempat wisata baru yang unik.

Disana, akan ada banyak spot untuk berselfie ria. Rumah dengan warna-warni yang instagramable, kapal nelayan, dan bahkan juga gambar-gambar unik tiga dimensi yang dilukis oleh seniman lokal. Kita juga akan melihat kelincahan anak-anak teluk yang bermain di laut.

rumah warna-warni di kawasan teluk seribu
lukisan seniman tiga dimensi


Tak hanya itu, di teluk seribu ini kita bisa menikmati kawasan teluk yang masih alami yang terdapat bekantan sekitar teluk serta burung enggang khas kalimantan yang cukup dengan menyewa sebuah kapal nelayan.
kapal nelayan di sekitar teluk seribu

 

ekspresi anak-anak teluk yang lincah

Untuk menuju kampung teluk seribu ini cukup mudah. Berjarak sekitar 10 km dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, kita bisa menuju dengan angkutan kota. Untuk angkutan pribadi kita cukup menyiapkan uang untuk bensin perjalanan dan parkiran di kawasan teluk seribu.

teluk seribu telah memutar roda ekonomi masyarakat sekitar


Kawasan wisata teluk seribu tak hanya memberikan sebuah objek wisata baru bagi masyarakat Balikpapan, tapi juga menggerakkan roda ekonomi di kawasan teluk ini.



Gerbang BOS Samboja


Borneo Orangutan Survival Samboja adalah sebuah pusat rehabilitasi dan reintroduksi Orangutan yang berada di Samboja, Kalimantan Timur. Untuk menuju ke BOS dapat melalui Kota Balikpapan dengan menempuh perjalanan kurang lebih 40 KM. BOS sendiri hanya ada dua di Indonesia tepatnya di Kalimantan yakni Samboja dan Palangkaraya. 

Disana kita tidak hanya melihat orangutan saja tapi juga ada beruang madu yang merupakan hewan maskot Kota Balikpapan. Hewan-hewan yang terancam kepunahan tersebut di latih kembali menjadi hewan liar oleh para tim-tim Borneo Orangutan Survival. 

Perjalanan pertama saya menuju ke suaka beruang madu, disana begitu banyak Beruang Madu yang di rehabilitasi, begitu sedih karena satu hewan beruang madu tampak terlihat cacat, karena ulah manusia. Memang hewan-hewam yang berada di BOS adalah hewan yang telah diganggu kehidupannya oleh manusia tak bertanggung jawab. 

Selanjutnya saya pun beralih menuju ke area Orangutan atau yang disebut Pulau Orangutan. Disana kita tidak dapat melihat banyak Orangutan. Namun saya pun merasa senang karena bisa melihatnya walaupun tidak banyak dan dalam jarak yang jauh. Disana pula tersedia sekolah Orangutan dimana para tim BOS akan melatih Orangutan untuk bisa kembali hidup menjadi liar. Perasaan yang sangat terharu dan hebat kepada tim BOS yang bekerja untuk hewan-hewan yang terancam kepunahan ini.

Ini adalah pengalaman yang sangat berharga dan beruntung bagi saya karena sebenarnya BOS bukanlah tempat wisata umum. BOS Samboja ini memang bukan diperuntukkan sebagai tempat wisata melainkan tempat edukasi dsb. Namun, bagi anda yang ingin berkunjung kesini anda bisa langsung mendatangi dahulu dengan pihak BOS dijauh-jauh hari, terdapat pula fasilitas stay home atau samboja lodge bagi para pengunjung yang ingin bermalam di kawasan BOS yang masih berada di hutan alami kalimantan.



Pesona Pulau Gusung, Penajam Paser Utara.

Langit cerah kembali memberikan kami kesempatan untuk mengexplore Kalimantan bagian timur. Kali ini, saya mendapatkan kesempatan untuk mencari spot kegiatan snorkeling yang tidak jauh dari Balikpapan ataupun Penajam. Banyak yang tidak menyangka, bahwa perairan sekitar penajam ternyata menyimpan tempat wisata yang tidak kalah indah dari tempat lain. Pulau Gusung, menjadi salah satu tempat tujuan saya untuk melakukan snorkeling. Pulau yang hanya gugusan pasir saja ini hanya akan dapat dinikmati di siang hari atau saat air laut mengalami surut. Gusung yang terletak sekitar 1 jam dengan kapal dari dermaga Pelabuhan feri penajam ini memiliki air laut yang jernih.

Jernihnya air laut Pulau Gusung, Penajam Paser Utara.

Hari semakin terik, dan sayang dikala itu saya tidak bisa menikmati dengan totalitas akibat Pulau Gusung yang tidak terlalu nampak akibat air yang hanya surut sedemikian saja. Namun, saya tetap bersyukur dapat mengexplore pualu nan indah ini. Petualangan saya tidak hanya disitu saja, kami terus mengitari perairan sambil mencari spot snorkeling. Kami berhasil mendapatkan dua titik yang indah. Kami menemukan beberapa spot dengan terumbu karang yang indah beserta bintang laut bewarna biru.

Bintang Laut Biru di spot snorkeling perairan Balikpapan.
Namun tetap sayang, ditengah kegiatan snorkeling. Kami sangat kecewa, lantaran menemukan sampah-sampah termasuk botol plastik yang entah darimana sumbernya.

Salah satu botol plastik dari sekian botol yang kami temukan di permukaaan laut.
Hari semakin sore, derasnya arus laut membuat pertualangan kami pun selesai. Inilah bukti, bahwa alam memiliki sejuta keindahan. 

Salam Pesona Pulau Gusung, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur - Indonesia.
Eksotika Desa Budaya Pampang, Samarinda.

Cuaca cukup cerah menyinari alam, pagi yang segar memberikan kami kesempatan untuk melakukan perjalanan yang jauh demi menyapa eksotika keindahan budaya tradisional suku dayak kenyah di sebuah desa pelosok yang bernama Pampang. Butuh waktu sekitar 4 jam bagi kami dari Balikpapan menuju ke desa budaya Pampang yang terletak jauh sekitar 20 km dari Samarinda-Bontang. Tepat pukul 12 siang kami pun sampai di gerbang menuju desa Pampang, namun perjalanan kami masih sekitar 5 km untuk menuju ke sebuah lamin dimana sebuah pertunjukkan kesenian budaya tradisional suku dayak di gelar. 

Hutan alami yang hijau dan bukit-bukit menemani kami selama perjalanan ke Desa Pampang. Sesampai di Lamin Desa Pampang kami pun membayar tiket masuk sekitar Rp15.000,- / Orang. Kami berjumpa dengan masyarakat-masyarakat dayak kenyah asli yang mendiami desa yang indah ini. Tampak pernak-pernik juga ia jajakan di sekitar kawasan lamin. Namun jam menunjukkan pukul 2 siang, kami pun harus segera masuk ke sebuah lamin yang cukup luas untuk menikmati pertunjukkan berupa tarian tradisional beserta alat musik khas mereka yakni sape. 

Tarian pertama mereka yaitu Tarian Kanjet Lamadalasan yang dibawakan oleh seorang laki-laki tua dengan tameng dan parang. Tari ini adalah tari untuk menyambut para tamu.


Tarian Kanjet Lamadalasan. 
Tampak anak-anak juga menunjukkan pertunjukkannya.

Tak mau kalah, ibu-ibu pun juga menampilkan tarian mereka
Dan masih banyak pula tari-tarian yang mempesona mereka tunjukkan mulai dari anak-anak hingga orang tua. Begitu ramah mereka menyambut kami di desa yang sulit untuk saya lupakan. Murah senyum pula mereka berikan pada kami. Rasa bangga dari diri saya untuk mereka yang masih mencintai dan melestarikan kebudayaan mereka walau kini mereka sudah tercampur dengan modernisasi. 

Tarian Hudoq
Dayak tidak hanya terkenal dengan tarian enggang nya yang gemulai saja tapi juga ada beberapa tarian yang menggunakan gaya perang dan bahkan juga ada beberapa tarian yang unik yaitu Hudoq sebuah tarian dimana para penarinya menggunakan topeng yang seram.


Dan beberapa tarian juga mengajak kami untuk menari bersama. 

Waktu menunjukkan Pukul 5 sore dan pergelaran pertunjukkan pun selesai, kini saatnya untuk sesi foto dimana untuk berfoto dengan masyarakat dayak yang terkenal memiliki kuping panjang haruslah membayar sekitar Rp25.000-35.000 / 4 Foto. Kesempatan tidak akan saya sia-siakan saya pun menyempatkan diri berfoto pula dengan penarinya walau tidak bersama masyarakat kuping panjang. Hari pun mulai gelap, kami pun mengakhiri perjalanan di Desa Pampang.

Berat kaki untuk meninggalkan sebuah desa indah dan membanggakan ini. Saya bangga melihat mereka yang masih mencintai kebudayaan nenek moyang mereka. Saya berharap suatu saat nanti saya bisa menyapa kembali ke desa mereka. 

Salam dari timur Borneo..