Showing posts with label Kalimantan Timur. Show all posts
Showing posts with label Kalimantan Timur. Show all posts
Para warga berdatangan di malam hari untuk melakukan tradisi Ngaraang
Saya akan kembali melanjutkan cerita saya yang sebelumnya saya ulas di artikel Melihat Persiapan Festival Hudoq di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu - Vol. 1



MALAM PERTAMA DI UJOH BILANG, MAHAKAM ULU
Hari mulai gelap ini malam pertama saya di Desa Ujoh Bilang, Mahakam Ulu. Sinyal HP masih terbilang oke sampai saat ini untuk sekedar menelpon dan sms. Tapi, untuk internet kadang PHP haha. Tapi itu tidak masalah, karna saya memang ingin menjauhi segala bentuk notifikasi di HP selama di desa pedalaman ini.

Rehat sejenak setelah melihat persiapan Festival Hudoq di Lapangan Ujoh Bilang, Mahakam Ulu. Lalu setelah itu saya ingin menikmati makanan-makanan yang ada disini, walau sebenarnya menu makanan disini sama saja dengan menu makanan yang ada di Balikpapan. Sayang sekali, saya tidak menemukan makanan khas disini.

Menu makan malam saya Soto Ayam di Lapangan Ujoh Bilang. Harga Rp35.000,- ditambah minuman Rp10.000,- rasanya enak dan tidak ada perbedaan kelezatan dengan soto ayam di Balikpapan wkk.
Setelah perut kembali terisi, saya pun mencoba melihat pernak-pernik oleh-oleh yang berada tidak jauh dari tempat saya makan. Ada gelang, kalung, baju, topi hingga anjat (tas khas dayak) yang diperjualkan oleh para pedagang disini. Koleksi dagangannya agak sedikit banyak dan bervariasi dibandingkan yang ada di pasar oleh-oleh Kebun Sayur Balikpapan.

Setelah puas berkeliling di sekitar lapangan ini, saya bergegas untuk mengunjungi Lamin untuk melihat para warga mengaraang (menari panjang). Namun, ketika saya menuju ke Lamin saya bertemu dengan Om Arbain Rambey dan Om Yulianus Ladung yang juga ternyata menghampiri desa ini.

Akhirnya saya pun bergabung bersama dia dan menepi sebentar di sebuah warung milik orang Banjar yang menetap disini. Sedikit berdiskusi dan berbincang di sebuah warung malam itu. Yang tak lama Uyau Moris Pemain Sape International juga ikut nimbrung.






BERGESER DARI WARUNG ke -> LAMIN

Tak lama bunyi pukulan suara seperti gendang terdengar dari warung kami. Dan kami pun menuju ke lamin untuk melihat tradisi ngaraang. Sebuah tradisi yang masih dilestarikan di Kabupaten Mahakam Ulu ini. Tradisi ngaraang adalah tradisi menari panjang yang dilakukan semalaman/sampai pagi. Pada tradisinya, ini dilakukan setelah menugal (menanam padi) pada warga dayak di Mahakam Ulu. Dengan makna tradisi ini adalah berkat Tuhan agar padi yang ditanam memberikan kesuburan dan kemakmuran pada masyarakat dayak.

Pada tari ini, dimana terdapat hudoq yang sedang menari di tengah-tengah, lalu para warga datang menari melingkari panjang para hudoq tersebut dari satu sudut ke sudut-sudut lain. Mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak datang meramaikan mengaraang ini. Mereka sangat bersemangat dan tidak mengenal lelah.

Suasana yang begitu terasa magis ketika para penari menghentakkan kaki dengan menghasilkan suara keras dan sedikit lagu yang dinyanyikan oleh para penari. Teriak khas sahut-sahutan membuat malam menjadi kembali hidup. Tradisi yang sangat eksotis dan indah. Ini pengalaman pertama saya.























Bergeser masuk ke dalam Lamin, saya mengintip para penari yang sedang menyiapkan diri untuk ikut menari. Namun uniknya, mereka menyiapkan diri dengan memasang tutur hudoq dengan sambil menyanyi dengan bahasa dayak bersuara lantang sambil menghentakkan kaki. Suasana begitu terasa jadi lebih magis lagi bagi saya.



Disini terlihat dua buah telur yang terikat dibawah lamin dekat kayu.

Sungguh kental tradisi yang masih mereka miliki ini.

Malam makin larut, warga makin banyak berdatangan para penari semakin menari bersemangat. Pukulan suara dari gendang semakin keras. Beberapa warga berkumpul untuk menari bersama bahkan sekedar menonton. Tak lama dari lamin sebelah juga sedang melakukan tradisi sama. Beberapa penari di lamin pertama menuju lamin kedua dan meramaikan tempat tersebut secara bergantian.


DI LAMIN KEDUA
Disini juga tidak kalah dengan lamin pertama, para penari semakin ramai. Hentakkan kaki semakin terdengar karna permukaan lantai berasal dari kayu Ulin, kayu khas Kalimantan. Di lamin kedua ini saya malah penasaran dengan isi dari lamin ini.

Lamin kedua ini adalah milik salah satu warga di Ujoh Bilang. Saya kembali mengintip dalamnya, terdapat foto-foto yang saya rasa ini sangat bersejarah bagi mereka.

Disaat itu juga, saya melihat seorang anak sedang memasang tutur Hudoq dan seorang Ayah mempersiapkan tutur Hudoq untuk penampilan esok hari









Malam makin larut, mereka masih menari dengan semangat. Tapi saya memutuskan untuk beristirahat karna besok adalah hari puncak Festival Hudoq di Mahakam Ulu ini. Beberapa alat untuk mengabadikan moment mereka juga harus saya istirahatkan untuk besok.

Cerita tentang Puncak Pemecahan Rekor Dunia MURI Festival Hudoq akan saya ulas di artikel selanjutnya


VIDEO NGARAANG

Selamat datang di Kampung Berseri Astra Karang Joang Balikpapan. Fotonya di lapangan kampung, depannya Puskesmas.

Gak melulu kampung itu selalu tertinggal. Di Balikpapan ada salah satu kampung yang menarik dan tentunya bikin anak kota jadi iri. Gimana tidak, warga disini jauh lebih mandiri dan anak-anaknya juga pintar-pintar.

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan buat kembali mengunjungi Kampung Berseri Astra yang berada di KM.15 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Sekitar 20 menit dari pusat kota, kampung yang dilintasi oleh proyek jalan tol Balikpapan - Samarinda ini ternyata banyak yang belum tau loh.

Kampung yang dibina oleh perusahaan Astra ini keren banget. Memasuki kampung ini, kita disambut oleh gerbang besar bertuliskan Kampung Berseri Astra, dengan dinding-dinding bewarna biru serta lukisan-lukisan menarik.

Sepintas kampung ini seperti kampung-kampung pada umumnya. Namun ketika kita menjelajah lebih dalam, kita akan menemukan banyak sekali cerita-cerita inspiratif. Berikut adalah 4 hal yang membuat kampung ini jauh dari kata ketertinggalan. Simak yah!


1. Ternyata warga disini sangat memperhatikan banget kesehatannya

Sehat-sehat yah bu, biar bisa main sama cucu.
Senam Lansia, Sehat Bersama Astra
Pengecekan Kesehatan Gratis
Hujan tidak menyurutkan para warga lansia disini buat mengisi waktu untuk memperhatikan kesehatannya, seperti melakukan gerakan masyarakat senam lansia dan pengecekan kesehatan gratis. Di ruang aula di SDN 026 Balikpapan Utara, para lansia terlihat bersemangat dan berkumpul menggunakan seragam berwarna biru. Mereka antusias sekali dengan adanya gerakan sehat bersama Astra ini.

Selain para warga lansia, anak-anak sekolah dasar juga diberikan susu gratis. Tampak mereka senang dan berebutan.


2. Warga di kampung sini senang sekali berkebun

Jajanan Sehat
Pisang rebus, Ubi, Kacang-kacangan. Jajanan sehat kaya akan serat dan protein.
Kerupuk dari sayur-sayuran yang dikeringkan.
Ketika kami berada di sekolah dasar ini kami ditawari berbagai jajanan sehat seperti kerupuk yang terbuat dari sayur, kemudian terdapat juga kacang rebus, ubi rebus serta buah-buahan. Jujur saja, menu jajanan gini jarang banget saya temuin di kota. Kebanyakan yang saya temuin ya jajanan mengandung micin hahaha.
Bazar buah dan sayur-sayuran.
Bahkan dikesempatan kemarin, warga membuka bazar sayur dan buah-buahan. Mulai dari buah belimbing, salak dsb. Harganya juga murah meriah loh. Usut demi usut ternyata warga disini memang senang sekali bercocok tanam di halaman depan dan belakang rumah loh.

Selain buah dan sayuran, warganya juga senang bercocok tanaman toga.


3. Gak melulu soal kebun, warganya juga punya usaha tekstil rumahan

Proses produksi kain majun

Namanya Bu Endah, salah satu pengrajin kain majun di Kampung Berseri Astra Karang Joang Balikpapan.
Walaupun memang lokasi kampung ini berada jauh dari kota, tapi mereka juga aktif membuka usaha tekstil kecil-kecilan di rumah masing-masing loh. Walau usahanya kecil-kecilan, tapi ternyata hasil yang mereka dapatkan sangat besar. Mereka memproduksi kain majun atau biasa dikenal dengan kain lap.

Dimana kain tersebut dijual ke perusahaan-perusahaan industri seperti Komatsu, dsb.

Di kampung sini terdapat sekitar 30 pengrajin kain majun. Harga yang dijual pun bervariatif mulai dari Rp3.000,- untuk berwarna dan Rp5.000,- yang putih.

Sekali dalam seminggu mereka harus menyetor hasil produksi mereka. Rata-rata satu pengrajin bisa menyelesaikan 15kg warna dan 5kg putih. Dimana, akan dikumpulkan dalam satu karung besar di Balai Pertemuan Bedeng. Sekarung bisa mencapai 50kg loh.

Kalo gini, jadi pengen kan punya mertua juragan majun haha :D


4. Fasilitas pendidikan buat anak-anak juga terperhatikan

Rumah Pintar dan Pusat Informasi Sahabat Anak menjadi tonggak pendidikan anak-anak di Kampung Berseri Astra ini.
Banyak buku-buku bacaan. Mulai dari buku pelajaran hingga buku dongeng yang edukatif.
Diskusi bareng seputar informasi rumah pintar oleh salah satu warga KBA.
Yang paling saya senangi di kampung sini, yakni fasilitas-fasilitas untuk pendidikan anak-anak begitu terperhatikan. Apalagi di era sekarang udah banyak fasilitas pendidikan yang mulai jarang diperhatikan, padahal pendidikan sangat penting bagi generasi sekarang.

Disini terdapat fasilitas Rumah Pintar dan Pusat Informasi Sahabat Anak. Ada banyak buku-buku bacaan, bahkan buku-buku dongeng hiburan juga lengkap. Sekarang mereka gak mesti jauh-jauh ke kota untuk mencari buku belajar.

Selain itu juga fasilitas komputer biar mereka dapat bersaing di tengah lajunya perkembangan teknologi dunia.

Gimana? tertarik buat mengintip Kampung Berseri Astra Balikpapan? yuk cobain menjelajah kampung yang inspiratif ini. Di ujung kampung terdapat pemandangan bonus buat kalian haha.

Jembatan Panjang DAS Manggar yang berada di ujung kampung ini. Jembatan ini berada di atas daerah aliran waduk manggar. Waduk ini merupakan salah satu pasokan kebutuhan air bersih dan minum bagi warga Kota Balikpapan.
View DAS Manggar
Semoga Kampung Berseri Astra menjadi inspirasi buat perusahaan-perusahaan lainnya untuk bisa ikut mencerdaskan dan memajukan perkampungan-perkampungan di Indonesia.

Bagaimana Cara ke Kampung Berseri Astra Karang Joang?

Dari pusat Kota Balikpapan, bisa ditempuh sekitar 20 menitan menggunakan kendaraan pribadi motor/mobil. Kalau mau lebih mudah dan praktis, bisa menggunakan transportasi online yang tersedia.

Atau untuk informasi lebih lanjut kalian bisa mengunjungi instagram kampung ini di @kba.balikpapan

#LFAAPABalikpapan