Showing posts with label Kalimantan. Show all posts
Showing posts with label Kalimantan. Show all posts
via. beritagar.id
Indonesia sedang mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber devisa negara yang besar. Banyak daerah-daerah di Indonesia yang mulai membangun daerahnya menjadi tujuan wisata yang menarik, salah satunya adalah Pulau Kalimantan. Tidaklah sulit untuk mengunjungi Kalimantan. Banyak maskapai penerbangan yang menawarkan rute ke Kalimantan. Berwisata di Kalimantan pun juga semakin mudah dengan Pesawat Kalstar yang menghubungkan banyak kota di Pulau ini.

Kalimantan adalah pulau terbesar di Indonesia, yang sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan hutan hujan tropis. Karena itulah, pulau ini dicanangkan sebagai salah satu paru-paru dunia. Tapi, tahukah kamu, jika Kalimantan ternyata juga menyimpan banyak potensi wisata berkelas internasional. Sebut saja Pulau Derawan yang menjadi unggulan wisata Pulau ini. Namun tidak hanya itu, masih banyak tempat-tempat eksotis lainnya di Kalimantan yang akan membuat liburanmu semakin asikkk. Apa saja? yuk simak!

Tugu Khatulistiwa

via. infobudayaindonesia.com
Seperti yang kamu tahu, kota Pontianak dilalui garis equator yang biasa kita sebut dengan garis khatulistiwa. Karena itu, di kota ini lalu dibangun Tugu Khatulistiwa pada tahun 1928 sebagai penandanya. Selama berdirinya, tugu ini mengalami beberapa kali penyempurnaan. Jika kamu ingin melihat tugu yang mengandung nilai seni dan sejarah ini, kamu bisa menggunakan pesawat Kalstar dan langsung mendarat di Bandara Internasional Supadio Pontianak.

Taman Nasional Tanjung Puting

via. poral.eu

Taman Nasional ini terletak di Kalimantan Tengah yang merupakan kawasan konservasi satwa Orangutan. Banyak Orangutan diselamatkan di kawasan ini karena terancam akibat pembabatan hutan. Kamu bisa memasuki hutan bersama para ranger untuk menjumpai Orangutan di habitat aslinya dan memberi mereka makan. Tidak hanya pusat rehabilitasi, taman nasional ini juga merupakan pusat penelitian yang berkaitan dengan Orangutan dan ekosistem di kawasan ini yang meliputi hutan mangrove, hutan rawa air tawar, hutan pantai dan hutan tropika dataran rendah.

Danau Sentarum

via. enjoydanausentarum.com

Danau ajaib ini terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kenapa disebut ajaib, karena danau ini hanya muncul saat musim hujan. Jadi, kamu perlu menjadwalkan waktu yang tepat jika ingin melihat danau ini. Tapi jika kamu berkunjung saat musim kemarau, tak perlu kuatir kamu tetap bisa menikmati pemandangan hutan dan padang dengan sedikit air yang terlihat seperti kubangan. Danau ini terletak di antara pegunungan dan merupakan sumber air bagi aliran sungai Kapuas.

 Bukit Bangkirai

via. gulalives.co

Di kabupaten Kutai Kertanegara masih banyak ditemui hutan hujan tropis dengan kontur alamnya yang menarik. Di kabupaten ini terdapat kawasan ekowisata bernama bukit Bangkirai yang namanya berasal dari nama pohon besar Bangkirai yang  berumur lebih dari 150 tahun. Terdapat jembatan panjang yang menghubungkan pohon-pohon Bangkirai ini. Karena terletak pada ketinggian, tempat ini bisa menguji adrenalinmu saat meniti jembatan yang bernama Jembatan Tajuk sambil menikmati pemandangan hutan hujan tropis yang masih alami. Kamu bisa memilih jalur udara untuk menuju tempat ini. Dengan pesawat Kalstar kamu akan terbang menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, dan melanjutkan dengan perjalanan darat kurang lebih sekitar 1 jam.


Pulau Beras Basah

Kota Bontang yang terkenal sebagai kota industri ternyata menyimpan pesona wisata yang indah. Di daerah lepas pantai di kota ini terdapat pulau kecil bernama Pulau Beras Basah yang mempunyai pasir putih pada pantainya. Jangan tanya keindahannya, kamu akan terkesima dengan panorama senja di pulau ini. Dari Pelabuhan Tanjung Laut, pulau ini bisa dicapai dengan berkendara dengan kapal selama 45 menit. Jika kamu ingin menginap, persiapkan perbekalan dan tenda, karena disini belum tersedia tempat penginapan ataupun tempat makan. 

Gimana, masih ragu buat mengunjungi Kalimantan nan eksotis ini? yuk atur jadwal liburanmu dan pilih penerbangan kalian bersama Kalstar dan rasakan pengalamanmu menikmati alam Kalimantan.

Keep Explore Boskuuu...
Warga beramai-ramai turun ke jalan dan berbasah-basahan dalam ritual belimbur.

Naga Bini dan Naga Laki diulur ke kutai lama oleh rombongan keraton. Beberapa ritual juga dilangsungkan yakni beumban, begorok, rangga titi dan berakhir pada puncaknya yakni ritual belimbur. Para warga pun mulai beramai-ramai memenuhi tepian mahakam untuk melangsungkan ritual belimbur yaitu siram menyiram sesama anggota masyarakat. Sebuah ritual yang memiliki filosofi bahwa air yang merupakan sumber utama kehidupan yang dipercaya sebagai media untuk mensucikan diri dari sifat-sifat buruk dan jahat.

Ritual ini benar-benar unik dan tentunya ini pengalaman pertama saya buat ngeliat dan ikut dalam ritual adat Kutai seperti ini. Sayang banget, saya dan kawan-kawan kesiangan maklum malamnya nyari penginapan di Tenggarong tapi udah penuh semua. Mau gak mau harus balik dulu ke Samarinda sekitar 20 kilometeran buat nyari penginapan. Sebenarnya, sebelum ritual Belimbur ini dilangsungkan, ada upacara adat di Keraton. Yah mau gak mau, karena kesiangan itu jadinya kelewatan deh buat ngenyaksiin upacara ulur naga. Tapi gak papa, yang penting Belimbur gak kelewatan deh haha.

Belimbur jadi ajang mengeratkan silaturahmi juga dengan kawan-kawan.
Jam 10.20 pagi akhirnya tiba di tepian mahakam Tenggarong. Padahal acaranya udah dimulai sejak jam 09.00 pagi. Warga udah beramai-ramai berkumpul di sepanjang tepian mahakam buat mengambil air dari mahakam bahkan ada yang udah nyiapin air bersih dari rumah sendiri. Mereka semua berkumpul di setiap sudut jalan. Dan siap buat saling menyiramkan air sesama anggota masyarakat yang sedang berkumpul dan bahkan yang melintasi jalan raya. Gak ada yang boleh marah ketika tersiram air. Namun, ada pula maklumat yang dikeluarkan sultan dalam menyiramkan air ke sesama anggota masyarakat. Selama beberapa kali saya berkunjung ke kota yang dilalui sungai mahakam ini, ini adalah pengalaman pertama saya mandi menggunakan air mahakam hehe. Not bad, walau memang air mahakam begitu coklat di mata.

Anak-anak juga turut dalam sukacita ritual Belimbur di Tenggarong.


Mulai dari orang tua, dewasa bahkan anak-anak beramai-ramai berkumpul di pinggir jalan. Ada yang menggunakan selang, ember, plastik yang diisi air, anak-anak yang pake senjata air mainan dan bahkan menggunakan water canon milik pemadam. Benar-benar gak bisa sembunyi deh kalo udah lewat tepian mahakam.

Bebasahan sekalian cuci motor seru kali yah.


Ritual ini bener-bener wajib buat dilestarikan. Karena, ritual ini hanya ada di negeri kita tercinta Indonesia. Oleh karena itu, keunikan adat budaya inilah yang membuat Indonesia makin dikenal di kancah internasional. Itulah alasannya mengapa saya cinta Indonesia dan senang banget melakukan perjalanan negeri yang kaya ini

Jadi, siapkah kalian buat menjaga dan melestarikan tradisi, serta adat budaya Indonesia? So, selamat menjelajah dan bertemu dengan hal baru.

Oh ya, jika kalian ngeliat sesuatu hal yang unik di daerah kalian. Jangan ragu-ragu buat di ceritain, kalian bisa share cerita kalian di instagram ataupun sosial media lainnya. Jangan lupa juga buat tag instagram saya @rizalabdlh_ biar bisa baca juga cerita kalian.


Sekilas video keseruan ritual adat Belimbur.

 
Malam Terakhir Festival Rakyat Internasional di Festival Erau Adat Kutai 2017. (dok. pribadi)

Erau, festival adat budaya yang berasal dari Kutai ini merupakan festival adat yang udah sangat tua di Indonesia. Agenda rutin kali ini diadakan di akhir bulan Juli. Digelar selama 9 hari dari tgl 22-30 Juli 2017, telah berhasil membius para wisatawan baik lokal bahkan mancanegara. Erau yang berasal dari bahasa Kutai, eroh yang artinya ramai, riuh, ribut, suasana yang penuh dengan sukacita. Pertama kali digelar pada upacara tijak tanah dan mandi ke tepian ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun. Setelah dewasa dan diangkat menjadi Raja Kutai Kartanegara yang pertama (1300-1325), juga diadakan upacara Erau. Sejak itulah Erau selalu digelar setiap terjadi penggantian atau penobatan Raja-Raja Kutai Kartanegara.

Untuk tahun ini sayang banget gak bisa nyaksikan festival adat ini seutuhnya. Lantaran kesibukan dan lokasi yang lumayan jauh dari Balikpapan sekitar 3 jam-an. Namun, tentunya festival adat kutai ini gak mau dilewatin dengan begitunya saja. Menyempatkan diri diwaktu yang super sibuk, tetap bisa menikmati festival budaya yang menampilkan pertunjukan beberapa delegasi dari negara-negara di dunia.

Kebetulan datang di malam terakhir festival erau udah sangat bersyukur banget. Walau cuma bisa nyaksikan di malam itu tapi keseruan dari festival ini sangat pecah. Bergelar di beberapa tempat malam itu, namun cuma bisa nyaksikan di satu tempat yakni di Tepian Mahakam Tenggarong.

Jalanan macet dan area panggung yang disesaki oleh banyak wisatawan. Beberapa negara hadir menampilkan perform kesenian mereka masing-masing. Mereka adalah Jepang, Bulgaria, Indonesia dan China Taipe.

Jepang. (dok. pribadi)
Jepang. (dok. pribadi)
Diawali dari Jepang, dengan penampilan mereka yang sangat memukau. Pukulan drum yang sangat kompak dan sajian musik khas mereka begitu sangat indah.

Bulgaria. (dok. pribadi)
Bulgaria. (dok. pribadi)
Setelah itu penampilan dari Bulgaria. Penampilan yang sangat saya tunggu-tunggu malam ini. Tarian yang biasanya cuma bisa ditonton di film-film layar lebar dan kali ini bisa ngeliat langsung tarian khas mereka. Tarian negara dari benua biru ini benar-benar eksotis banget serta bikin pengen nari juga hehe.



Dengan pakaian khas mereka yang unik, keren tentunya ngebuat suasana bener-bener seperti berada di negara Bulgaria itu sendiri.

Indonesia. (dok. pribadi)



Kemudian penampilan dari negara kita, Indonesiaaaaaaaa. Tarian piring dari delegasi Indonesia juga tak kalah memukau. Liukan tarian yang indah yang ditampilkan oleh wanita-wanita belia yang cantik-cantik dan pintar bener-bener bikin tarian Indonesia makin okeeee kebangetannn.


Penampilan terakhir dari China Taipe. Irama musik yang khas bikin suasana bener-bener serasa di negara mereka sendiri. Tarian yang indah dengan liukan-liukan yang sangat lentur. Bahkan juga penampilan nyanyian dari seorang delegasi pria dengan pakaian khasnya dan wajah yang dilukis berwarna merah. Walaupun bahasa dari lagu tersebut bener-bener gak ngerti wkwkwk.



Penampilan China Taipe menutup festival budaya rakyat internasional erau malam ini. Tentunya udah bersyukur banget bisa ngikutin event ini walau gak dari awal. Semoga tahun depan bisa bertemu kembali dengan festival erau yang bikin pecahh.

So, banggalah dengan Indonesia dan daerah kita sendiri. Banyak banget festival-festival adat yang diselenggarakan tiap tahunnya. Mulai dari Sabang hingga Merauke. Masing-masing festival tersebut memiliki daya tarik masing-masing dan bikin nyesel kalo gak nyaksikan...

Salam Pesona Indonesia,


Serasa Milik Sendiri - Batu dinding kawasan Samboja, Kukar.
Cuaca cukup dingin di subuh itu, merencanakan petualangan ke Batu Dinding yang merupakan wisata alam yang udah gk asing lagi di telinga para kawan-kawan backpacker dan pecinta alam khususnya di Kalimantan Timur. Wisata alam yang berada di Kec. Samboja, Kab. Kutai Kartanegera ini berada di km. 45 jalan poros Balikpapan - Samarinda. Pintu masuk sebelah kiri ruas jalan masuk perumahan warga dan perlu ngelewatin 10 km lagi buat menuju Batu Dinding. Jalanan yang awalnya mulus berubah menjadi bebatuan dan tanah merah. Kebun-kebun milik warga yang tinggal di desa tersebut sesekali menyapa di sepanjang perjalanan.

Hawa dingin menusuk tubuh, maklum saat itu terlalu awal berangkat. Sekitar  jam 4.00 subuh dari rumah dan sampai di Batu Dinding sekitar jam 5.30. Sunrise yang ditunggu-tunggu tak kunjung menampakkan diri, lantaran langit diselimuti awan putih. Kabut yang menyelimuti Batu Dinding memberikan pesona yang berbeda. Batu Dinding yang biasanya ramai kini begitu sangat sepi. Mungkin karena kita melakukan petualangan di hari kerja hhehe. So, Pertualangan kali ini di Batu Dinding bakal dinikmatin serasa milik sendiri.

Hari makin terang, Batu Dinding mulai menampakkan kemegahannya. Saatnya buat ngeksplore setiap sudut....



Spot-spot di Batu Dinding ini bener-bener asik dan kece. Namun, batu-batu yang besar dan jurang kanan-kiri ngebuat kalian perlu berekstra hati-hati dalam melangkah.

Duduk di atas batu dan bawahnya jurang :O
Tanaman-tanaman gulma, banyak bunga-bunga berjatuhan serta pasir-pasir putih yang berasal dari batu-batu yang sedikit demi sedikit terkikis, yang setidaknya memberikan warna yang eksotis pada wisata alam Batu Dinding ini.

Kikisan pasir putih dari bebatuan memberikan warna yang eksotis pada wisata Batu Dinding.



Paklek tukang foto-foto yang minta dikekerin dan sekalian diposting di blog
Di Batu Dinding ini tentunya kalian gk hanya bisa ngenikmatin keindahannya saja loh, tapi kalian juga bisa ngenikmatin sensasi alamnya yang benar-benar bikin pikiran makin sejuk. Suara hewan-hewan bersahut-sahutan dari dalam hutan hingga burung-burung yang berterbangan di sekitar kita. Tentunya bikin betah berlama-lama di batu dinding.


So... gimana guyss, udah siap buat minggat dari rumah dan nyiapin itinerary perjalanan kalian? Oh iya guyss sebelumnya, biar nyaman berpetualangnya Sudah Cek Tokopedia Belum? soalnya ada banyak barang-barang kece di halaman Outdoor Sports Tokopedia. Yuk cusss langsung aja Cek Harga Tas Gunung dan Beli Sepatu Hiking Online.

Spesial journey kali ini di temanin kawan-kawan kece, yuk sapa mereka lewat instagram:
@a_rama91 (yg udah nemanin explore, tukang2 fotoin dan take video *cadasssss)
@wibowodwicahyo (yg udah nemanin explore)
Air Terjun Tembinus di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Lebar-an kali ini spesial karena waktunya lebih panjang dari lebar-an sebelum-sebelumnya. Dan kali ini, waktu liburan yang panjang ini tentunya gak mau donk ngelewatin kesempatan ini secara sia-sia. Oleh karena itu, saya mencoba untuk bermain-main ke belakang rumah (masih seputaran kalimantan timur) tepatnya di Sepaku, Penajam Paser Utara yakni Air Terjun Tembinus. Seperti biasa, saya orangnya selalu dadakan. Ngebuat plan yang tiba-tiba, bahkan hujan deras sempat mengguyur dari dini hari hingga pagi hari dan kami pun tetap ngotot buat kesana.

Nungguin hujan dari malam jam 01.30 WITA hingga akhirnya sampai jam 07.00 WITA baru berhenti. Saya pun lets go!!! menggunakan mobil. Perjalanannya lumayan jauh sekitar 4jaman lebih. Dengan jalanan yang benar-benar bikin nahan iman.

Lets go !!!!!!
Sesampainya di Sepaku, saya dan kawan pun masuk ke dalam kawasan PT. ITCI Inhutani Manunggal Kalimantan. Yah,,, air terjun tersebut memang berada di areal perusahaan PT. ITCI yang merupakan kawasan Hutan Tanaman Industri. Jadi, jika kalian melewati kawasan ini jangan heran bakal banyak banget hutan-hutan yang di babat habis buat di tanamin tanaman pohon Akasia, Eucalyptus yang merupakan pohon bahan dasar pembuatan kertas.

Areal HTI (Hutan Tanaman Industri) di PT. ITCI menjadi pemandangan kami sepanjang perjalanan.
Sekitar kurang lebih setengah jam kita melewati areal ini, lika liku dan tanjakan hingga turunan serta jalanan yang terjal dengan batu-batu membuat perjalanan makin menyeramkan ditambah jurang di sebelah-sebelah jalanan. Tampak sesekali berpapasan dengan pekerja dan mobil-mobil pengangkut kayu dari PT. ITCI. Namun, ada juga pemandangan yang indah untuk mengobati ketakutan kita di perjalanan. Bahkan kami pun menyempatkan turun untuk sekedar mengabadikan pemandangan sekitar.

View indah yang menghadap teluk Balikpapan. Namun, sayang cuma bawa lensa kit jadinya gak keliatan teluknya dari kamera.

Lumayan buat menuhin feeds instagram (@rizalabdlh_) .
Akhirnya, mobil pun berhenti. Dan lohhh? mana air terjunnya? ternyata kita harus tracking dulu sekitar 15 menitan ke dalam hutan buat ke air terjun tersebut. Karena habis hujan, jadinya medan tracking menjadi licin dan berlumpur, butuh kesabaran dan kerja keras buat ngikutin jalanan tracking yang super duper licin.



Dan yang ditunggu-tunggu akhirnya sampai... Air Terjun Tembinus.




Hati-hati aja deh kalo udah nyampe di air terjun ini, agak slow dikit jangan langsung lari dan nyebur. Soalnya, batu-batu yang disini besar-besar dan licin. Bahkan beberapa kali saya sempat terpleset di air terjun ini. Tapi, air terjun ini benar-benar recomended banget bagi para backpacker maupun pecinta/penikmat alam. Suasana sejuk, adem dan hutan yang tentram bikin air terjun tembinus ini memiliki pesona yang berbeda. Air terjun ini memiliki ketinggian yang sangat tinggi.



Oh ya, buat kawan-kawan adventurous semua. Buat masuk menikmati air terjun tembinus ini gak perlu merogoh kocek. Kalian cuma perlu izin di pos satpam pintu masuk kawasan PT. ITCI dan jangan lupa tinggalkan KTP kalian buat berjaga-jaga yah mana tau kalian ..., soalnya areal ini bener-bener hutan dan gak ada sama sekali perkampungan.......

Ok deh sampai situ dulu perjalanan saya. Dan sampai jumpa di perjalanan selanjutnya keep explore!!!!


***


Video perjalanan saya di air terjun tembinus terangkum dalam sebuah cuplikan video  "A Visual Journey Eps. 1 (Borneo)" Go watch and check it out!!!!








Tugu Khatulistiwa Pontianak. (foto: dok. pribadi)

Pontianak adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa. Kota Pontianak juga dilalui oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Kedua sungai itu diabadaikan dalam lambang Kota Pontianak. Kota ini memiliki luas wilayah 107,82 kilometer persegi.

Kota yang berada sebelah barat kalimantan ini merupakan kota yang berada di garis nol bumi. Maka tak heran jika kita melihat Tugu Khatulistiwa berdiri tegak di Pontianak sebelah utara tepatnya di kawasan Siantan. Tugu Khatulistiwa Pontianak di bangun pada tanggal 31 maret tahun 1928 oleh Tim Ekspedisi Geografi Internasional yang di pimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda.

Suasana Ruangan Tugu Khatulistiwa. (foto: dok.pribadi)

Tugu Khatulistiwa yang Disimpan Dalam Ruangan Dilindungi. (foto: dok.pribadi)

Tugu Khatulistiwa yang asli terbuat dari kayu belian (kayu besi, atau kayu ulin) terdiri dari empat tonggak yang man 2 buah tonggak bagian depan dengan tinggi 3,05 meter dari permukaan tanah, 2 buah tonggak bagian belakang dengan tinggi  4,40 meter dari permukaan tanah. Keterangan simbol berupa anak panah menunjukkan arah utara – selatan (lintang 0 derajat).  Keterangan simbol berupa flat lingkaran yang bertuliskan EVENAAR yang artinya Khatulistiwa (bahasa Belanda) menunjukan belahan garis Khatulistiwa  atau batas utara dan selatan.  Sedangkan plat di bawah arah panah ditulis 109 derajat, 20 derajat artinya garis di Khatulistiwa di kota Pontianak bertepatan dengan 109 derajat  garis Bujur Timur 20 Menit. 00 detik GMT.

Tugu Khatulistiwa yang Asli. (foto: dok. pribadi)

Foto Tugu Khatulistiwa yang Asli. (Foto: dok. pribadi)

Suasana Ruangan Tugu Khatulistiwa pada cuplikan singkat video pendek





KULMINASI MATAHARI


Peristiwa Kulminasi Matahari adalah sebuah fenomena alam dimana matahari berada di garis khatulistiwa sehingga posisi matahari tepat berada di atas kepala kita. Pada saat fenomena alam ini berlangsung, bayangan tugu akan “menghilang” selama beberapa detik. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lainnya di sekitar Tugu Khatulistiwa Pontianak.


Foto Seseorang Sedang Berada di Titik Khatulistiwa yang Telah Bergeser
Lumayan Jauh dengan Tugu Khatulistiwa yang Asli. (foto: dok. pribadi)

Namun seiring dengan umur bumi yang semakin tua dan seringnya terjadi guncangan gempa tektonik di bumi ini, ada beberapa catatan bahwa Tugu Khatulistiwa di Pontianak ini telah mengalami pergeseran beberapa meter.
Kampung warna-warni Balikpapan, Teluk Seribu.

Sebuah wisata baru andalan Balikpapan kini telah ditunggu oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Yah... Teluk Seribu namanya, sebuah wisata baru Balikpapan yang berada di kawasan timur kota minyak. Teluk Seribu diresmikan oleh walikota Balikpapan Bpk. Rizal Effendi.

Sebuah wisata yang diusung yang mirip dengan kawasan di kota Malang. Kawasan teluk ini dulunya hanyalah sebuah kawasan kampung nelayan. Namun, kini dijadikan sebuah tempat wisata baru yang unik.

Disana, akan ada banyak spot untuk berselfie ria. Rumah dengan warna-warni yang instagramable, kapal nelayan, dan bahkan juga gambar-gambar unik tiga dimensi yang dilukis oleh seniman lokal. Kita juga akan melihat kelincahan anak-anak teluk yang bermain di laut.

rumah warna-warni di kawasan teluk seribu
lukisan seniman tiga dimensi


Tak hanya itu, di teluk seribu ini kita bisa menikmati kawasan teluk yang masih alami yang terdapat bekantan sekitar teluk serta burung enggang khas kalimantan yang cukup dengan menyewa sebuah kapal nelayan.
kapal nelayan di sekitar teluk seribu

 

ekspresi anak-anak teluk yang lincah

Untuk menuju kampung teluk seribu ini cukup mudah. Berjarak sekitar 10 km dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, kita bisa menuju dengan angkutan kota. Untuk angkutan pribadi kita cukup menyiapkan uang untuk bensin perjalanan dan parkiran di kawasan teluk seribu.

teluk seribu telah memutar roda ekonomi masyarakat sekitar


Kawasan wisata teluk seribu tak hanya memberikan sebuah objek wisata baru bagi masyarakat Balikpapan, tapi juga menggerakkan roda ekonomi di kawasan teluk ini.



Gerbang BOS Samboja


Borneo Orangutan Survival Samboja adalah sebuah pusat rehabilitasi dan reintroduksi Orangutan yang berada di Samboja, Kalimantan Timur. Untuk menuju ke BOS dapat melalui Kota Balikpapan dengan menempuh perjalanan kurang lebih 40 KM. BOS sendiri hanya ada dua di Indonesia tepatnya di Kalimantan yakni Samboja dan Palangkaraya. 

Disana kita tidak hanya melihat orangutan saja tapi juga ada beruang madu yang merupakan hewan maskot Kota Balikpapan. Hewan-hewan yang terancam kepunahan tersebut di latih kembali menjadi hewan liar oleh para tim-tim Borneo Orangutan Survival. 

Perjalanan pertama saya menuju ke suaka beruang madu, disana begitu banyak Beruang Madu yang di rehabilitasi, begitu sedih karena satu hewan beruang madu tampak terlihat cacat, karena ulah manusia. Memang hewan-hewam yang berada di BOS adalah hewan yang telah diganggu kehidupannya oleh manusia tak bertanggung jawab. 

Selanjutnya saya pun beralih menuju ke area Orangutan atau yang disebut Pulau Orangutan. Disana kita tidak dapat melihat banyak Orangutan. Namun saya pun merasa senang karena bisa melihatnya walaupun tidak banyak dan dalam jarak yang jauh. Disana pula tersedia sekolah Orangutan dimana para tim BOS akan melatih Orangutan untuk bisa kembali hidup menjadi liar. Perasaan yang sangat terharu dan hebat kepada tim BOS yang bekerja untuk hewan-hewan yang terancam kepunahan ini.

Ini adalah pengalaman yang sangat berharga dan beruntung bagi saya karena sebenarnya BOS bukanlah tempat wisata umum. BOS Samboja ini memang bukan diperuntukkan sebagai tempat wisata melainkan tempat edukasi dsb. Namun, bagi anda yang ingin berkunjung kesini anda bisa langsung mendatangi dahulu dengan pihak BOS dijauh-jauh hari, terdapat pula fasilitas stay home atau samboja lodge bagi para pengunjung yang ingin bermalam di kawasan BOS yang masih berada di hutan alami kalimantan.



Pesona Pulau Gusung, Penajam Paser Utara.

Langit cerah kembali memberikan kami kesempatan untuk mengexplore Kalimantan bagian timur. Kali ini, saya mendapatkan kesempatan untuk mencari spot kegiatan snorkeling yang tidak jauh dari Balikpapan ataupun Penajam. Banyak yang tidak menyangka, bahwa perairan sekitar penajam ternyata menyimpan tempat wisata yang tidak kalah indah dari tempat lain. Pulau Gusung, menjadi salah satu tempat tujuan saya untuk melakukan snorkeling. Pulau yang hanya gugusan pasir saja ini hanya akan dapat dinikmati di siang hari atau saat air laut mengalami surut. Gusung yang terletak sekitar 1 jam dengan kapal dari dermaga Pelabuhan feri penajam ini memiliki air laut yang jernih.

Jernihnya air laut Pulau Gusung, Penajam Paser Utara.

Hari semakin terik, dan sayang dikala itu saya tidak bisa menikmati dengan totalitas akibat Pulau Gusung yang tidak terlalu nampak akibat air yang hanya surut sedemikian saja. Namun, saya tetap bersyukur dapat mengexplore pualu nan indah ini. Petualangan saya tidak hanya disitu saja, kami terus mengitari perairan sambil mencari spot snorkeling. Kami berhasil mendapatkan dua titik yang indah. Kami menemukan beberapa spot dengan terumbu karang yang indah beserta bintang laut bewarna biru.

Bintang Laut Biru di spot snorkeling perairan Balikpapan.
Namun tetap sayang, ditengah kegiatan snorkeling. Kami sangat kecewa, lantaran menemukan sampah-sampah termasuk botol plastik yang entah darimana sumbernya.

Salah satu botol plastik dari sekian botol yang kami temukan di permukaaan laut.
Hari semakin sore, derasnya arus laut membuat pertualangan kami pun selesai. Inilah bukti, bahwa alam memiliki sejuta keindahan. 

Salam Pesona Pulau Gusung, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur - Indonesia.