Showing posts with label Kependudukan. Show all posts
Showing posts with label Kependudukan. Show all posts
Rapper asal Samarinda turut dalam meramaikan penutupan Kaltim Population Festival 2016 di Mall SCP, Samarinda.

Kaltim Population Festival (KPF) 2016 berlangsung meriah. Event yang diadakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kaltim ini digelar di Kantor Perwakilan BKKBN Kaltim dan Mall Samarinda Center Plaza (SCP) dari tanggal 31 Mei - 4 Juni 2016 . Kegiatan yang mengagendakan berbagai jenis lomba ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai jenjang, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga umum dan berbagai daerah di Kalimantan Timur. Kaltim Population Festival sendiri merupakan rangkaian event yang diselenggarakan tiap tahun oleh BKKBN Kaltim. Berbagai lomba diselenggarakan oleh panitia KPF dengan topik yang dibawakan yakni Pengaruh Pertambahan Penduduk Terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam.

Berikut daftar kategori yang diperlombakan di KPF 2016:

Lomba Komik
Lomba Blog
Lomba Poster
Lomba Vocal Grup
Lomba Film Pendek
Lomba Pidato
Lomba Karya Tulis
Lomba Rangking 1
*hingga saat ini blogmazrizal belum mendapatkan informasi lengkap nama-nama pemenang.

Dari beberapa lomba saja, mereka yang berhasil juara I akan mewakili kaltim di tingkat nasional.
Tingginya pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap tingginya produksi sampah.


Sampah ialah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah juga semakin tinggi. Hal itu disebabkan karena manusia selalu menghasilkan sampah disetiap aktivitasnya baik dalam kegiatan rumah tangga, industri, pertanian dan sebagainya. 

Berikut dampak sampah terhadap lingkungan:

1. Pencemaran Udara
Sampah yang dibiarkan saja tanpa diolah dengan baik dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Sehingga, jika sampah yang menumpuk tersebut berada di daerah pemukiman, maka proses pengelolaan sampah dengan cara dibakar tentu saja akan terjadi. Proses pembakaran yang menghasilkan asap itulah dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

2. Pencemaran Tanah
Sampah yang dibiarkan menumpuk di lahan yang kosong juga dapat menimbulkan pencemaran tanah. Dimana, sampah organik atau anorganik atau mungkin juga mengandung bahan berbahaya (kimia) akan menyebabkan lingkungan di lahan tersebut menjadi rusak. Serta dapat menimbulkan permasalahan baru seperti Banjir.

3. Pencemaran Air
Rembesan sampah yang mungkin mengandung bahan berbahaya juga dapat menyebabkan pencemaran air. Dimana, rembesan dari sampah itu berpotensi mengalir ke aliran yang lebih rendah seperti sungai, parit maupun air di dalam tanah. Sehingga, akibat dari pencemaran tersebut bisa mengganggu kehidupan makhluk hidup di sungai atau sebagainya.

Pencemaran air akibat sampah.

Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan yang sepele tersebut. Solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat khususnya di daerah padat penduduk mengenai dampak sampah terhadap lingkungan, serta mengajak masyarakat untuk melakukan program 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) untuk menekan tingginya produksi sampah.
Pertambahan penduduk berpengaruh terhadap penggunaan kendaraan bermotor.

Di zaman yang modern ini, aktivitas manusia tidak pernah lepas dari kemajuan teknologi. Kehidupan yang serba modern, menjadikan aktivitas manusia menjadi serba kompleks. Salah satunya adalah penggunaan kendaraan bermotor. Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kendaraan di Indonesia hingga tahun 2013 telah mencapai 104.118.969 unit kendaraan. Tentunya jumlah itu sudah sangat tinggi. Hal itu dikarenakan pula oleh tingginya pertumbuhan penduduk. Sehingga tingkat akan sifat konsumtif terhadap kendaraan bermotor juga semakin tinggi.

Memang, kendaraan bermotor sangat memudahkan kita dalam melakukan segala bentuk aktivitas kehidupan baik dalam bisnis maupun dalam hal lainnya. Namun, perlu kita sadari juga bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama dari pencemaran udara. Asap kendaraan bermotor yang kita hirup tersebut yakni gas karbon monoksida dan karbon dioksida secara berlebihan tentunya sangat membahayakan bagi kesehatan manusia.

Jadi, dapat kita pahami bahwa semakin lajunya akan tingkat pertumbuhan penduduk, maka tingkat pertambahan kendaraan bermotor juga akan semakin tinggi. Sehingga ketersediaan udara bersih juga akan semakin menipis akibat tingginya pencemaran udara dari asap kendaraan bermotor.

Maka dari itu, untuk mengendalikan tingginya penggunaan kendaraan bermotor agar tidak memberikan permasalah yang besar terhadap lingkungan. Solusi yang terbaik adalah menyediakan transportasi massal yang memadai. Serta melakukan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan tingginya gaya konsumtif terhadap penggunaan kendaraan bermotor. Apabila faktor tersebut sudah terlanjur tidak terkontrol, solusi yang terbaik adalah melakukan penghijauan kembali di daerah sekitar padatnya kendaraan bermotor dan melakukan uji emisi kendaraan setiap enam bulan sekali.



Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap lingkungan.

Manusia adalah makhluk hidup yang tidak bisa lepas dari alam. Seiring berjalannya waktu, laju pertumbuhan penduduk semakin tinggi sehingga membuat tuntutan kebutuhan hidup pun juga semakin tinggi. Namun, darimanakah manusia memenuhi kebutuhan hidup itu? ya, jelas sekali dengan mengekploitasi sumber daya alam.Tapi tahukah anda, bahwa pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi itu memberikan dampak terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam.

Berikut dampak lajunya pertumbuhan penduduk, antara lain:

1. Air Bersih
















Air merupakan sumber kehidupan. Tanpa adanya air manusia tidak dapat melangsungkan roda kehidupan. Meningkatnya jumlah penduduk membuat tingkat kebutuhan air bersih pun semakin tinggi. Sehingga, kelangkaan air bersih pun bisa saja timbul akibat pasokan air bersih yang sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan penduduk.

2. Ketersediaan Lahan
















Lajunya tingkat pertambahan penduduk juga membuat tingginya akan kebutuhan lahan baik untuk tempat tinggal, kegiatan industri, pertanian dan sebagainya. Jika populasi manusia lebih besar dengan jumlah lahan yang dibutuhkan maka, akan menyebabkan lahan yang semakin sulit untuk didapatkan.

3. Ketersediaan Pangan
















Manusia juga membutuhkan makanan untuk hidup sebagai sumber energi. Lajunya pertumbuhan penduduk membuat tingkat akan kebutuhan pangan juga akan semakin tinggi. Sehingga, jika ketersediaan pangan tidak dapat mencukupi kebutuhan. Maka, masalah kurang gizi di tengah masyarakat tidak mungkin tidak terjadi.

4. Pencemaran Lingkungan
















Tingginya jumlah penduduk juga membuat tingginya akan aktivitas manusia yang tentunya menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Dampak dari itu sendiri yakni pencemaran, yang meliputi:

- Pencemaran Udara
Gas buang dari kendaraan bermotor, asap pabrik kegiatan industri, dll.
- Pencemaran Tanah
Limbah-limbah rumah tangga, industri, pertanian, pasar, dll.
- Pencemaran Air
Limbah-limbah cair rumah tangga, industri, pertanian dll.

Oleh karena itu, permasalahan-permasalahan diatas tentu saja bisa dikendalikan dengan melakukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam langkah melakukan penekanan terhadap lajunya pertumbuhan penduduk seperti, lebih mendekatkan kembali program yang sudah ada yaitu KB (Keluarga Berencana) kepada masyarakat, Migrasi (perpindahan penduduk) serta pula meningkatkan pelayanan pendidikan agar keinginan perkawinan dini dapat ditekan. Dan melakukan program pelestarian lingkungan bersama masyarakat akibat dari pertumbuhan penduduk yang terlanjur tidak terkontrol seperti Reboisasi (Penghijauan kembali).