Showing posts with label MediaTrip. Show all posts
Showing posts with label MediaTrip. Show all posts
Rumah Pintar Astra dibangun di Kampung Berseri Astra, KM. 15 Karang Joang, Balikpapan. (foto: dok. pribadi)

Senyum lebar terpancar di wajah anak-anak Kampung Giri Rejo, Karang Joang Balikpapan, yang saya kunjungi beberapa pekan lalu. Wangi bebungaan menyeruak di antara anak-anak berbaju adat Dayak dengan beralaskan kaki saja, menari-nari di depan sebuah gapura bertuliskan "Kampung Berseri Astra".

Ya, jajaran anak-anak manis yang membawakan tarian khas Dayak ini tengah menunggu kedatangan Walikota Balikpapan Bpk H. M. Rizal Effendi beserta rombongan dalam rangka peresmian Rumah Pintar Astra. Anak-anak ini sungguh beruntung karena kotanya, Balikpapan, menjadi kota ke-20 yang terpilih untuk didirikan Rumah Pintar Astra dalam rangkaian Inspirasi 60 Tahun Astra yang digelar pada 19-21 Mei 2017 di Balikpapan.

Peresmian Rumah Pintar Astra oleh Bpk. H. M. Rizal Effendi (Walikota Balikpapan), Bpk. James Modouw (Staff Ahli Kementrian Pendidikan), Bpk. Gidion Hasan (Direktur PT Astra International Tbk). (foto: dok. pribadi)

Rumah Pintar Astra ini dibangun di kawasan Kampung Giri Rejo, Karang Joang, Balikpapan, yang mana merupakan kampung yang dipilih Astra untuk dibina sebagai Kampung Berseri Astra. Kampung yang berada sekitar 15 kilometer dari jarak pusat kota ini memiliki warna tersendiri. Dihuni oleh masyarakat pendatang dari berbagai daerah, yakni Jawa dan Sulawesi, membuat Karang Joang istimewa.

Bisa dibilang Karang Joang ini adalah miniaturnya Indonesia. Baik pendatang maupun masyarakat aslinya dapat hidup saling berdampingan dengan rukun. Sayangnya kerukunan ini belum membawa Karang Joang menjadi dusun yang modern, seperti dusun-dusun di sekitarnya. Selain minimnya akses transportasi, kurangnya fasilitas pendidikan juga jadi salah satu pemicu ketertinggalan Karang Joang.

Namun masyarakat kini bisa bermimpi lebih tinggi setelah hadirnya Rumah Pintar yang digagas PT Astra International Tbk. Astra menyediakan ratusan buku yang dapat masyarakat nikmati, juga deretan komputer untuk menunjang kegiatan sehari-hari para warga. Keberadaan komputer ini cukup spesial buat masyarakat. Ya, maklum karena jaraknya yang jauh ke kota membuat masyarakat setempat jarang mengakses komputer dan internet.

Selain mendirikan Rumah Pintar, Astra juga menyulap dusun atau kampung ini jadi lebih indah, lho. Dengan mengubahnya menjadi Kampung Berseri Astra, warga di sini mendapat bimbingan dan bantuan untuk mengembangkan potensinya. Salah satunya adalah pelatihan penanaman hidroponik, tanaman toga, pengembangan bibit lele hingga produksi kain majun.

Para murid-murid sekolah dasar yang menggunakan fasilitas komputer yang terdapat di Rumah Pintar Astra. (foto: dok. pribadi)

Bpk. H. M. Rizal Effendi bersama tim Astra dan murid-murid sekolah dasar di ruang baca Rumah Pintar Astra. (foto: dok. pribadi)

Komunitas 1000 guru turut hadir dalam peresmian Rumah Pintar Astra tersebut. (foto: dok. pribadi)

Murid-murid dari berbagai sekolah dasar di Balikpapan turut hadir dalam mengikuti rangkaian perlombaan acara peresmian Rumah Pintar Astra di SD Kampung Giri Rejo. (foto: dok. pribadi)

Saya berkesempatan melihat sendiri peresmian Rumah Pintar Astra di Kampung Berseri Astra (Kampung Giri Rejo). Anak-anak terlihat sangat antusias melihat bangunan yang terletak di bagian paling depan Kampung Giri Rejo itu. Selain bisa digunakan untuk belajar bersama, Ruman Pintar ini juga bisa menjadi tempat diskusi yang asik untuk mereka karena memang dibuat dengan sangat nyaman (ya, mirip-mirip working space).

Kampung Berseri Astra sendiri saat ini sudah tersebar di 20 provinsi dengan total 54 kampung dan 20 Rumah Pintar Astra yang telah tersebar di 9 provinsi di Indonesia yakni Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Semoga dengan hadirnya Rumah Pintar dan Kampung Berseri Astra ini bisa membuat teman-teman Balikpapan lebih bersemangat untuk memajukan kawasannya. Termasuk saya juga ^_^.
Muhammad Aripin, Wirausahawan Kreatif Penerima SATU Indonesia Awards 2016 (foto: dok. pribadi)

Dilahirkan dari keluarga kur
ang berada, dengan sang Ayah yang hanya berprofesi sebagai tukang becak dan pengepul sampah, Muhammad Aripin (29) sudah kenyang dengan asam garam hidup.

Kisah jatuh bangun kehidupannya inilah yang mendorongnya membangun Yayasan Rumah Pintar dan Kreatif. Pun tak mudah membangun yayasan ini, pengusiran hingga ancaman pernah ia alami demi mempertahankan yayasan ini.

Beruntung sekali saya berkesempatan mengunjungi salah satu tulang punggung kehidupan Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar, yang Aripin namakan Bengkel Kreatif.

Aripin (29) merupakan salah satu pria asal Banjarmasin yang menginspirasi. Aripin sosok anak muda sukses dan kreatif dalam membangun sebuah bisnis kerajinan dengan memanfaatkan sampah dan limbah kayu menjadi sebuah barang yang bernilai ekonomis. Ia mendirikan sebuah Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar.

Tak hanya itu, ia juga menularkan bakatnya kepada para anak-anak jalanan yang kurang mampu, ke masyarakat sekitar bahkan warga binaan Lapas Banjarmasin.  Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi Aripin untuk melihat kegiatan-kegiatan beliau dan anak-anak binaannya, walau dengan waktu yang begitu singkat selepas mendarat di Banjarmasin.

Saya bersama Blogger Wira Nurmansyah langsung menjemput Aripin di Gallery Dekranasda Banjarmasin di kawasan Menara Pandang yang kebetulan sedang diadakan Pelatihan Pembuatan Merchandise dan Pengolahan Bahan Limbah Kayu Dalam Rangka Penciptaan Wira Usaha Baru Kepariwisataan 2017.


Di Gallery Dekranasda inilah karya-karya Aripin dan kawan-kawan dipamerkan dan dipasarkan, mulai dari miniatur kapal hingga kain Sasirangan. (foto: dok. pribadi)





Setelah itu, saya diajak untuk mengunjungi Lembaga Permasyarakatan Banjarmasin yang kebetulan juga merupakan tempat Aripin membagikan ilmunya dalam membuat kerajinan tangan.

Sesampai di Lapas, suasana yang tadinya agak sedikit menyeramkan ternyata menjadi begitu santai setelah melihat warga binaan yang sedang asyik belajar membuat kerajinan tangan. Beberapa hasil kerajinan yang telah mereka buat pun dipajang di salah satu kantor Lapas tersebut.

Warga Lapas Banjarmasin Sedang Membuat Produk Kreatif Sandal dari kain Sasirangan. (foto: dok. pribadi)

Produk-produk Sandal dari kain Saringan Warga Lapas Banjarmasin. (foto: dok. pribadi)

Aripin memperkerjakan para mantan warga binaan lapas yang ia percayai. Biasanya mereka diberi pekerjaan seperti membuat kursi, meja,
dan furnitur lainnya untuk kebutuhan rumah tangga.

Bengkel Kreatif, Usaha Milik Aripin. (foto: dok. pribadi)

Setelah mengunjungi Lapas, kembali kami menuju ke salah satu Kampung Handycraft
binaaan Aripin yakni Parca Sasirangan. Uniknya, kampung Handycraft yang satu ini didominasi oleh ibu-ibu.

Aktivitas Masyarakat di Kampung Handycraft Parca Sasirangan. Tampak para ibu-ibu bersemangat membuat gantungan Kunci. (foto: dok. pribadi)

Hari mulai siang. Kami melanjutkan perjalanan menuju tempat selanjutnya. Di saat sedang dalam perjalanan, Aripin sedikit menceritakan kisah-kisah perjuangannya mendirikan Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar yang merupakan cita-cita dari kedua almarhum orang tuanya.

Kunjungan terakhir kami adalah ke Workshop dan Gallery Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar milik Aripin. Sebuah bangunan sederhana yang katanya merupakan bangunan bekas puskesmas ini menyimpan banyak hasil produk-produk karya Aripin dan anak-anak binaannya. Di tempat inilah Aripin juga mendidik anak-anak jalanan yang kurang mampu untuk membuat kerajinan tangan.

Beberapa foto produk-produk Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar. Keren banget… (foto: dok. pribadi)







Produk-produk dari Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar ini telah terjual hingga ke mancanegara melalui media online.

SEMPAT TERLIBAT JARINGAN BISNIS BARANG-BARANG TERLARANG, ZAINAL KINI MAJU DAN BERKARYA BERSAMA ARIPIN.

Zainal, anak didik Aripin dalam mengembangkan usaha kreatifnya. (foto: dok. pribadi)

Zainal… anak muda bertubuh besar ini memiliki semangat yang juga besar dalam membangun lingkungan sekelilingnya. Ia merupakan salah satu anak didik Aripin dalam membesarkan Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar.

Beruntung sekali bisa bertemu dengan Zainal, ia bercerita kepada saya bahwa ia dahulu adalah anak yang suka keluar rumah dan jarang sekali untuk pulang. Bahkan, ia tidak ingin lagi tinggal di rumah.

Hidup di jalanan yang begitu keras, ia bahkan pernah terlibat dalam menjual barang-barang terlarang. Namun, tak disengaja ia dipertemukan dengan Aripin yang mengajaknya bergabung di Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar.

---

Aripin merupakan sosok anak muda yang memberikan inspirasi bagi saya bahwa ilmu jangan hanya dinikmati sendiri, tetapi kalau bisa ditularkanlah kepada mereka yang kurang beruntung. Dalam acara Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards di Balikpapan, Aripin mengajak para mahasiswa dan masyarakat Kalimantan Timur untuk terus berkarya dan mau menularkan karyanya kepada orang lain. Dia juga berharap ke depannya akan ada anak muda lainnya dari Kalimantan yang terpilih menjadi penerima SATU Indonesia Awards.

Apa itu SATU Indonesia Awards? Info lengkapnya dapat kalian cek di www.satu-indonesia.com dan saat ini juga masih dibuka pendaftaran untuk SATU Indonesia Awards 2017 hingga 10 Agustus 2017.



YAYASAN RUMAH KREATIF DAN PINTAR
ALAMAT: JL. SUTOYO S BANJARMASIN
WHATSAPP: 081253863668
INSTAGRAM: RUMAHKREATIFDANPINTAR74
FACEBOOK: RUMAH KREATIF