Showing posts with label Sulawesi. Show all posts
Showing posts with label Sulawesi. Show all posts
Toraja, alam dan budaya yang mempesona
Toraja, siapa sih yang tidak mengenal kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan ini? Alamnya yang indah dan asri ternyata masih menyimpan warisan tradisi budaya dari leluhurnya. Mulai dari ritual upacara kematian, situs pemakaman, dan masih banyak lainnya.Jadi masih ragu buat memasukkan Toraja di list travelling kalian tahun ini? Nah, berikut adalah 7 destinasi yang mesti kamu singgahi ketika ke toraja. Jadi, jangan bingung dulu yah


1. Londa

Londa, adalah situs pekuburan batu di Toraja. Disinilah kita bisa melihat tradisi pekuburan batu para leluhur dan keturunannya. Terdapat tulang belulang dan tengkorak yang disimpan di sebuah peti. Serta juga patung tau-tau yang disimpan di pinggir batu-batu dinding.Kalian juga bisa loh menyusuri goa di Londa, tapi kamu harus menyewa lampu yang disediakan disana kalau tidak mau gelap-gelapan. Tenang, disana ada guide lokal yang siap menemani kamu menyusuri goa ini. Di dalam goa terdapat juga tulang belulang, kuburan dengan sejarahnya masing-masing.
Foto Londa
View Londa dari gerbang masuk
Patung Tau-tau. Menandakan bahwa siapa-siapa yang dimakamkan di Londa dan juga menandakan bahwa mendiang memiliki kasta yang tinggi
Guide lokal yang ternyata pernah lama tinggal di Balikpapan. Tarif guide sukarela, sewa lampu 50rb. 
Tengkorak di goa yang terdapat di Londa

2. Kampung Lolai, Negeri di Atas Awan

Jangan lupa juga ke Kampung Lolai. Disini kamu bisa melihat hamparan persawahan hingga rumah-rumah tongkonan milik warga.Biasanya wisatawan memenuhi Lolai ini di pagi hari karna Kampung Lolai ini merupakan salah satu spot terbaik untuk menyaksikan matahari terbit. Dan jika beruntung kalian juga bisa menyaksikan awan yang menggumpal menutup pemandangan kota. Itulah yang membuat kampung lolai ini dikenal dengan nama Negeri di Atas Awan.

Foto Lolai
Menyaksikan sunrise di Lolai. Sayang waktu kesini tidal seberuntung dengan netizen-netizen lainnya. Biasanya pagi hari, awan menggumpal di Lolai

Ternyata di balik Lolai, menyimpan pemandangan sawah yang bikin mata meleleh
3. Nikmatin Alam yang Indah dan Masih Asri di Batutumonga
Selain Lolai ada juga Batutumonga, disini kamu juga bisa menikmati alam yang sangat indah dan bikin hati makin tenang. Sebuah desa yang berada di Toraja Utara ini juga tidak kalah dengan Lolai. Bedanya, Batutumonga tidak seramai dengan Lolai. Selama perjalanan kalian juga melewati beberapa objek wisata seperti Pana, dll.


Foto Batutumonga

Sunrise di Batutumonga
Nyaksiin view gini tiap pagi bikin pikiran plong 
Warlok (Warga Lokal)

4. Mengintip Batu Menhir di Kalimbuang Bori
Ternyata ada warisan megalitikum yang masih terjaga, yap Kalimbuang Bori. Bebatuan yang unik dan tinggi ini tersusun sangat rapi. Selain itu juga terdapat batu-batu lainnya yang berukuran besar juga sebagai tempat makam masyarakat toraja. Di Belakang kawasan objek wisata kalimbuang bori juga terdapat baby grave dan tongkonan unik.

Foto Kalimbuang Bori

Kalimbuang Bori


5. Kete Kesu
Siapa yang tidak mengenal Kete Kesu, salah satu objek wisata yang sudah gak asing lagi oleh wisatawan yang berkunjung ke Toraja. Disini terdapat rumah tongkonan yang berjejer dengan rapi. Serta kuburan yang menyimpan banyak tulang-belulang para leluhur. Disana juga tersimpan patung tau-tau. Di Kete kesu kalian juga bisa belanja oleh-oleh khas Toraja mulai dari kain ikat kepala, gelang, kalung, miniatur patung tau-tau bahkan juga mencicipi kopi Toraja.


Desa Adat Kete Kesu


6. Buntu Burake
Ini bukan di Brazil, tapi Patung Yesus ini ada di Toraja. Yap, di Toraja kamu juga bisa melihat patung tersebut tepatnya di Bukit Buntu Burake, Tana Toraja. Patung Yesus ini salah satu objek wisata yang juga jadi andalan para turis. Disini kamu bisa melihat pemandangan Makale dari ketinggian. 
Nah, kalo kamu juga berani bisa tuh nyobain berdiri di atas lantai kaca di Buntu Burake.


Foto Buntu Burake
Patung Yesus Buntu Burake
Perbukitan di Buntu Burake

7. Tilanga
Tilanga Pool, kolam yang satu ini juga bisa jadi destinasi liburan kamu di Toraja. Kalian bisa juga melihat belut purba yang berukuran besar di Tilanga Pool. Caranya kamu bisa membayar pawangnya yang merupakan anak-anak kecil disana dengan memberi tip dan membeli telur. Di belakang kolam tilanga terdapat gua yang konon memiliki cerita legenda tentang anak dan ibu yang terjatuh terkena batu. Tilanga masih digunakan sebagai tempat ritual oleh masyarakat Toraja.Gimana, sudah tahu destinasi mana yang bakal kamu tuju ketika di Toraja? Tentunya masih banyak lagi destinasi yang bisa kamu datangin ke Toraja.


Tilanga, terdapat belut purba disini. Konon masih digunakan sebagai tempat para masyarakat melakukan ritual

Nah, Bagaimana? masih ragu buat jelajahi Toraja?

Jangan lupa tetap jaga sopan santun kalian ketika mengunjungi wisata alam dan budaya yang ada di Toraja yaaa. Selamat berlibur dan selamat menikmati Toraja.

Buat persiapan sebelum ke Toraja bisa dibaca di artikel yang saya ulas sebelumnya, klik disini
Toraja, Dibalik Indahnya Alam Tersimpan Tradisi Budaya yang Masih Kental. Wajib Masuk di List Travelling Kalian.
Toraja, salah satu daerah yang punya keindahan alam yang menakjubkan. Siapa sangka dibalik keindahan alam nya, Toraja masih memiliki tradisi dan budaya yang masih kental dan banyak dibicarakan oleh berbagai orang di belahan dunia manapun.

Toraja terbagi menjadi dua yakni Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.

Salah satu tradisi yang paling dicari-cari oleh wisatawan lokal bahkan mancanegara adalah Rambu Solo dan Ma'Nene.

Untuk menuju ke Toraja, bisa menggunakan pesawat dengan rute menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar lalu melanjutkan perjalanan darat bus mulai dari 110rb rupiah tergantung jenis busnya. Durasi perjalanan 8-9 jam. Tenang, busnya nyaman kok tapi yah sediakan lah kantung plastik karena jalanan disana lumayan berkelok-kelok.

Namun, sebelum saya ulas tentang wisata dan tradisi di Toraja. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum ke Toraja, Sulawesi Selatan.


1. Itinerary, Hmmm perlu gak yah?

Sesungguhnya perjalanan ini udah ditata dari jauh-jauh hari. Tapi ternyata ada beberapa perjalanan di luar rencana seperti diajak buat eksplore daerah Kapitoo ini bareng dua backpacker asal Hungaria dan Argentina.
Sebenarnya itinerary perlu banget bagi para traveller buat bikin perjalanan kalian jadi lebih teratur dan disiplin. Tapi, bukan berarti itinerary mesti kalian selalu ikutin. Karena, kita gak tau selama di perjalanan ada hal apa yang bikin rencana perjalanan kita jadi berantakan atau malah jadi lebih berkesan.

Salah satu pengalaman waktu di Toraja kemarin, saya bersama teman @candrawnt udah nyiapin list perjalanan dari jau-jauh hari. Eh tau-tau harus berantakan sebelumnya karna kami berangkat dengan menggunakan kapal yang delay hingga 15 jam lamanya. Walaupun memang perjalanan kapal adalah hal biasa delaynya.

Selain itu, saya juga diajak oleh pemilik tempat penginapan kami untuk trekking kecil-kecilan di salah satu tempat yang keren dan tanpa rencana. Padahal, saya udah merencanakan destinasi yang harus dituju. Tapi, dari sebuah ajakan ringan tersebut saya malah menjadi dapat sebuah pengalaman berkesan disini.


2. Mau tidur dimana selama di Toraja?
Sesean Bed n Breakfast di Rantepao tempat saya menginap selama di Toraja
Ada banyak banget sebenarnya penginapan di Toraja. Mulai dari high cost hingga low cost dengan fasilitas masing-masingnya. Kalo saya sih lebih suka tidur di penginapan yang bisa sering ketemu sama pemiliknya dibandingkan tidur di penginapan mewah yang tidak memungkinkan terjadinya interaksi dengan warga lokal.

Atau kalau mau lebih murah lagi dan kalian tahan dengan dingin, bisa loh nyobain menginap di Lolai atau negeri di atas awan. Kamu bisa membawa tenda sendiri dengan membayar sekitar 50rban sebagai tarif kebersihan atau juga bisa menyewa tenda yang udah disiapin disana yang disewakan mulai dari 100rb s.d 300rban.

Tapi buat yang pengen di kota saja, aku sih nyaranin di Sesean Bed n Breakfast tempat penginapan saya kemarin di Jalan Sadan yang gak jauh dari pusat pertokoan Rantepao dan terminal Bolu. Kalian bisa booking di

Sesean Bed n Breakfast (Booking)
Sesean Bed n Breakfast (PegiPegi)

Selain karna penginapannya murah dan fasilitas memadai, juga pemiliknya friendly banget. Mba Ela, yang udah ngasih banyak bantuan selama di Toraja. Beliau yang juga udah ngasih tempat-tempat rekomendasi  yang mesti dikunjungin. Sampai diajak chrismast dinner yang kebetulan waktu itu memang kita datang diwaktu natal.

Jadi serasa tidur di rumah sendiri yakkk...


3. Selama di Toraja, Enaknya Pake Transportasi Apa?
Pake motor lebih seru buat ngejelajahin Toraja.
Ada banyak banget transportasi pilihan buat kalian yang ingin eksplore tempat wisata di Toraja. Tapi saya sarankan sih lebih seru pake motor. Nah, kebetulan banget tuh Mba Ela juga nyediakan penyewaan motor yang murah.

Tapi ingat, jaga selalu kendaraan yang kalian sewa. Kunci tuh yang paling penting, karna kemarin sempet ilangin kunci motor sewaan hehehe. Kronologinya berawal dari keinginan hemat bensin dari puncak tertinggi Lolai. Karna jalanan menurun, jadi matikan mesin tapi kunci tetap lengket di motor. Pas udah sampe di pertengahan jalan, baru nyadar kuncinya lepas dan jatuh gak tau kemana.

Dan untungnya, ada warga yang mau ngebantu buat sambung kontak buat nyalakan mesin motor. Dan setelah itu barulah ke duplikat kunci yang ternyata cuma ada satu-satunya di Toraja, Sulawesi Selatan.

Jangan takut tersesat, karna semur destinasi bisa di tracking dengan google maps. Atau jangan malu bertanya kepada warga.

4. Wah, Kulineran Dimana Yah Selama di Toraja?
Sebenarnya gampang banget sih nyari tempat makanan di Toraja terutama buat kalian yang mencari masakan halal. Karena penduduk disini memang mayoritas non muslim, jadi hampir seluruh sudut kota menawarkan kuliner daging babi dengan macam olahan seperti sate, bakso, dll.

Untuk masakan halal bisa kalian temui dimana-mana, mulai dari Pertokoan Rantepao, Lapangan Bakti atau dekat Terminal Bolu juga ada. Dan pastikan sebelum makan untuk bertanya yah.

Harga makanan di Toraja yah lumayan sih, mulai dari 20rb hingga 30rban sekali makan. Jadi siapin budget kalian juga buat konsumsi selama perjalanan, kalo mau low cost sering-sering puasa aja yak wkkk.


5. Pengen hangout ala Anak-anak Muda Toraja, Dimana yah?


Waduh ini mah banyak banget cafe-cafe anak muda Toraja mulai dari kana coffe, aras coffe hingga letter el coffe yang berada di daerah pertokoan Rantepao.

Tapi, dari seluruh tempat nongkrong yang udah kita sambangi, cafe favorit saya jatuh kepada Kapitoo dengan view perbukitan dan nikmatin kopi di atas awan bener-bener bikin susah buat move on dari cafe ini. Terimakasih sebelumnya buat Mba Ela, selaku pemilik penginapan Sesean Bed N Breakfast yang udah ngasih kita banyak sekali tempat-tempat rekomendasi selama di Toraja.






Gimana cuy? udah siap gak buat mengeksplore Toraja, Sulawesi Selatan? Jangan lupa buat ajak teman-teman kalian buat ngenikmatin indahnya Toraja bareng-bareng. Karna, kalo ngenikmatinnya sendiri sadis broooo...

Selanjutnya, saya bakal share tempat-tempat yang mesti kalian kunjungin selama di Toraja. Ulasan di rangkum oleh tim @ceritakan.nusantara

Team Up:
Videographer selama di Toraja: @_hellorizal
Photographer selama di Toraja: @candrawnt


Pak Alex, Pemilik UKM Rotan di KBA Makassar Rappocini.
Siapa bilang bisnis beromzet jutaan rupiah harus punya pabrik atau tempat yang luas?

Pak Alex, pria yang berusia sekitar 50 tahun ini telah membuktikan bahwa gak mesti punya tempat besar untuk menghasilkan sebuah karya yang bernilai rupiah.

Sepintas jika kita melewati sebuah lorong kecil di Rappocini, yang kini telah menjadi pilihan Kampung Berseri Astra Makassar ini terlihat sebuah rumah sederhana tapi beromzet jutaan rupiah. Terpampang tulisan UKM Rotan di atas pintu rumah pak Alex yang berada di RT.2 RW.4 Kelurahan Rappocini.

Rumah pak Alex yang digunakan sebagai tempat usaha kerajinan rotan.
Di kejauhan memang terlihat segerombolan kursi dari kayu rotan bergelantungan di loteng rumah beliau. Pak Alex memulai usaha kerajinan rotan ini mulai tahun 1985 hingga sekarang. Dari tangannya, beliau bisa menghasilkan berbagai macam produk kerajinan mulai dari kursi, tempat buah parsel, hingga tirai penutup.

Dalam sehari, beliau bisa menghasilkan puluhan produk kerajinan rotan. Beliau mengerjakan usahanya, dibantu oleh 4 karyawan yang berasal dari pihak keluarga dan bahkan ia merekrut pekerja dari luar. Karena tempat produksi kerajinan yang begitu sempit dan berada di loteng dengan akses tangga yang masih belum permanen, biasanya beliau membiarkan para pekerja melakukan tugasnya di rumah masing-masing.

Rotan yang digunakan oleh pak Alex dalam membuat kerajinan ini adalah rotan Batang dan rotan Tohiti. Biasanya beliau membeli rotan tersebut di kawasan jalan tol. Harganya pun bervariatif berdasarkan ukuran rotan.


Pak Alex sedang bekerja di loteng rumahnya yang tidak begitu luas.

Tangga kayu yang digunakan sebagai akses menuju loteng rumah.

Hasil produksi kerajinan rotan milik pak Alex di pasarkan ke toko-toko furnitur dan pasar buah yang ada di kota Makassar. Bahkan hasil produksi pak Alex juga dijual hingga ke luar pulau. Namun, tidak sedikit juga banyak para peminat yang langsung memesan ke pak Alex.

Kehadiran PT. Astra International Tbk di kampung ini ternyata telah memberikan semangat baru bagi pak Alex untuk terus maju dalam usaha yang dimilikinya. Di tahun 2016, UKM Rotan milik beliau telah diperhatikan oleh Astra. Berbagai bantuan telah ia dapatkan seperti bantuan tunai hingga renovasi tempat usahanya.

Bagi pak Alex, bantuan ini dirasa sudah sangat membantu kelancaran usaha kerajinan rotannya. Namun, kini ia masih berharap akan bantuan kembali untuk melengkapi kekurangan yang masih ada.

Semangat Pak Alex tentu adalah motivasi semangat bagi kita semua. Beliau adalah satu dari sekian banyak orang di kampung-kampung yang ada di Indonesia, yang bisa menginspirasi kita dalam maju untuk berusaha. Dari tangan kreatifnya beliau menitipkan pesan agar anak muda Indonesia bisa terus berkarya seperti dirinya.

Sukses buat pak Alex.

Salah satu produk kerajinan rotan milik pak Alex.


#KitaSATUIndonesia
#SemangatKampungIndonesia

Berikut adalah video highlight UKM Rotan Kampung Berseri Astra Makassar di Rappocini




Menyusuri Wisata Pegunungan Karst Rammang-rammang Maros dengan perahu.


Beberapa waktu lalu sempat jalan-jalan di tempat wisata popular Makassar yakni Pulau Kodingareng Keke yang menawan. Nah di blog kali ini kita masih di seputaran Provinsi Sulawesi Selatan dan bakal ngeceritain pengalaman menyusuri Pegunungan Batu Kapur yakni Karst Rammang-rammang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Objek wisata yang berada sekitar 30 menit dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ini merupakan salah satu tempat wisata populer bagi wisatawan lokal bahkan mancanegara yang sedang berliburan ke Kota Makassar.

Waktu itu bersama teman-teman sudah ngerencanain ini jauh-jauh hari buat ngexplore Rammang-rammang yang memiliki Karst terbesar ketiga di dunia. Dan akhirnya, saya bisa kesini juga untuk pertama kalinya nyentuh tempat wisata Karst Rammang-rammang ini. Walaupun sebenarnya sudah sering banget jalan-jalan ke Makassar.

Bagi kalian yang ingin kesini dan sedang solo travelling, sebaiknya sewa motor saja. Banyak sekali tempat penyewaan motor di Kota Makassar. Selain lebih praktis juga lebih murah, atau kamu juga bisa menggunakan kendaraan transportasi online seperti Go-Car/Grab melalui kota Makassar.

Saran nih buat kalian yang ingin merasakan suasana alam nya bisa kesini pada subuh hari, katanya sih viewnya cocok banget buat yang senang dengan potret sunrise atau matahari terbit di pegunungan karst rammang-rammang. Cuma sayang banget karna kemarin pada bangkong semua, mau ga mau kami berangkat agak siangan :(.

Sesampai di kawasan Rammang-Rammang yang lokasinya di sebelah kanan jalan poros Makassar - Maros terdapat sebuah gang yang menunjukkan arah ke rammang-rammang. Ga jauh dari jalan poros kamu bakal ketemu dengan gerbangnya. Atau tepatnya di Desa Salerang, Maros, Sulawesi Selatan.

Namun belum sampai nih, karna kamu mesti menyusuri sungai dengan kapal yang disewakan. Ada banyak kapal yang tersedia bagi para turis disini kok.

Sewa kapal (Pulang Pergi):
- 1 - 4 Orang sekitar Rp200.000,00
- 5 - 7 Orang sekitar Rp250.000,00
- 8 - 10 Orang sekitar Rp300.000,00
- Untuk yang liputan/wedding Rp350.000,00

Topi yang saya pake ini disewa hanya 15ribu rupiah saja. Penyewaanya berada di dermaga

Nah, karena cuaca disini terik banget kalo siang hari. Tersedia juga penyewaan topi cuma 15rb, murah kan. Tips juga nih bagi kalian yang datang di siang hari, sebaiknya pake pakaian tertutup jika pake kaos jangan lupa bawa sunblock, serta air minum yang cukup. Karena pastinya bakal panas dan kulit bisa terbakar.

Sambil menunggu kapal, disini kita disambut oleh masyarakat sekitar. Sempat juga bertemu dengan anak-anak sekolah yang tiap harinya ke sekolah naik perahu wah keren yah.

Kapal siap dan kami pun berangkatsss........

Wow keren banget, disepanjang perjalanan kita bakal ngelewatin hutan-hutan dan batu-batu di sungai. Juga pemandangan batu-batu karst yang tinggi dan kokoh, terlihat juga beberapa gua di karst tersebut.

Beberapa batu-batu yang bakal kalian temukan di sepanjang sungai.

Keren ga sih.....

Banyak juga wisatawan lokal yang kesini loh. Yakin kamu ga tau kesini?

Hamparan pegunungan karst jadi view yang menarik
Bebatuan bewarna hitam jadi sajian juga buat kalian yang berkunjung kesini

Dari kejauhan, wah menarik banget yak
Terlihat beberapa goa-goa kecil

Objek wisata ini lah yang merupakan salah satu objek wisata bersejarah dan jadi bukti peradaban manusia masa lalu. Maka dari itu, rammang-rammang ini perlu banget dijaga kelestariannya.

Setelah sekitar 20 menit menyusuri dengan kapal. Akhirnya sampai juga di tempat yang dituju. Tampak viewnya makin indah disini, ada banyak rumah-rumah berdiri. Duh jadi pengen bangun rumah disini deh wkk.

Bayangin lagi prewed disitu euy

Beberapa rumah di kawasan Karst Maros. Ternyata ada Bank Indonesia yang memberdayakan desa ini.

Bayangin rumah kamu disini hmmm


Tracking yang memuaskan

Makan ikan bakar, pake sambal terasi minumnya es teh duhhhhhhh
Aku nyaranin pake sepatu yak, disini batunya gede2 diinjak hehe.

Karena waktunya mepet karena sore udah harus balik ke Makassar dan rencana bakal camping di Trans Studio Mall Makassar, jadinya belum bisa mengexplore seluruh kawasan Pegunungan Batu Kapur Karst Rammang-rammang ini.

Buat kalian yang ingin liburan sambil belajar sejarah peradaban manusia dan tentunya tentang alam bisa datang kesini yak. Cocok buat ajak teman kamu, keluarga atau mantan kamu hahaha.

Sampai jumpa di cerita perjalanan selanjutnya.




Saran akses transportasi buat yang mau kesini

Sendirian
- Sewa motor (80rb -100rb/hari)
- Bensin (50rb udh Pulang Pergi)

Bareng Bubuhan 
- Sewa mobil (350rb)
- Bensin (150rb udh Pulang Pergi)

*Selanjutnya tinggal andalkan Google Maps untuk lokasi akuratnya. Perjalanan sekitar kurang lebih 1 jam dari pusat kota Makassar, tergantung macet atau tidak.
Gambar Pulau Kodingareng Keke, tuh ada pesan buat kamu yang kesini yah...

Kota Makassar, Sulawesi Selatan ternyata tidak hanya punya tempat wisata Pulau Samalona, Anjungan Pantai Losari, Pantai Akkarena ataupun Benteng Fort Rotterdam. Tapi juga menyimpan banyak sekali tempat wisata yang keren banget. Salah satunya tempat wisata populer yakni Pulau Kodingareng Keke. Surga tersembunyi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Tarif ke Pulau Kodingareng Keke ini sebenarnya gratis. Hanya saja, untuk menuju kesana mesti menyewa sebuah kapal nelayan.

Perjalanan bisa kita mulai dari Dermaga Pelabuhan Paotere sekitar 15 menit dari kota. Dari Paotere kita bisa menggunakan kapal yang tersedia untuk menuju ke pulau tersebut. Saran sih mending rombongan bareng teman biar lebih hemat. Untuk sewa per kapalnya kisaran dari 500rb hingga 700rban.

Perjalanan sekitar 1 jam, dan kita akan melewati kapal-kapal nelayan, melihat pemandangan megahnya kota Makassar dari arah laut.


Kapal-kapal tua yang udah ga dipake, mungkin ada yang mau kiloin?

Banyak nih kapal nelayan di tengah laut di sepanjang perjalanan menuju Kodingareng Keke.

Objek wisata Pulau Kodingareng Keke ini memiliki ukuran yang kecil loh, maka dari itu pulau ini jadi salah satu pulau tidak berpenghuni. Ya walaupun begitu, kadang beberapa orang terlihat di Pulau ini sedang menjajakan jualan makanan. Namun mereka datang dari pulau sebelahnya.

Pulau Kodingareng Keke serasa milik pulau pribadi deh...

Perpaduan gradasi warna laut biru tosca dan biru tua bikin mata hanyut melihatnya huhuhu. Pasir nya pun putih banget kayak bedak. Terdapat juga menara seperti menara mercusuar tinggi, pas banget buat yang ingin melihat keindahan pulau ini dari atas.



Hmmm cocok nih yang mau bawa pasangan kamu hiiiihhi

Jangan heran disini kamu bakal ketemu dengan kucing-kucing lucu yang gak tau dari mana asalnya.

Spot diving juga cocok banget. tapi sayang kesempatan kali ini ga sempat buat nyicipin keindahan bawah lautnya. Ya semoga selanjutnya bisa kesini lagi deh. Katanya sih di bawah laut kawasan Kodingareng Keke ini memiliki spot diving yang keren dan beda dari spot diving lainnya. Terdapat patung-patung romawi.

Nih view Kodingareng Keke




Teman-teman dari Nabire, Papua (Kiri, Kanan) dan Balikpapan (Tengah)

Cissss kacang buncissssss

Yakin? ga mau kesini bareng bubuhan. Bawa hammock makin seru nih.

Bersama teman-teman dari berbeda daerah mulai dari Sumatera hingga Papua.

Sayang tempat sebagus ini masih saja kotor entah sampah kiriman atau dari mana, yg penting kalian mesti tetap jaga kebersihan sekitar yah.


Gradasi warna laut yang bikin mata hanyut nih.
Duh, pasir putihnya keren banget. Jadi pengen tidur-tiduran nih.

Dermaga di Pulau Kodingareng Keke



(Drone: @hadicam85)


Gimana? jadi kepengen kan hahahaha... yuk cus jadi menu wajib nih buat kalian yang ngerencanain berwisata di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sampai jumpa di cerita perjalanan selanjutnya? kira-kira ada rekomendasi buat perjalanan selanjutnya?