Showing posts with label Sulawesi. Show all posts
Showing posts with label Sulawesi. Show all posts
Gambar Pantai Bara Bulukumba

Akhirnya perjalanan dari pantai ke pantai pun udah bikin kulit luar lebih gelap dari biasanya. Dan kini tibalah di surga terakhir perjalanan saya di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yakni di Tempat Wisata Pantai Bara Bulukumba.

Nih pantai paling favorit banget di Kabupaten Bulukumba. Selain karena banyak turis asing atau bulenya di pantai haha, pantai ini ternyata masih sepi banget dibandingkan Pantai Tanjung Bira yang udah ngehits duluan di kancah dunia per-travelling-an tsahhh. Padahal lokasi Pantai Bara Bulukumba ini bersebelahan pas dengan Lokasi Pantai Tanjung Bira Bulukumba.

Desiran pantai dengan pasir putih yang empuk banget buat tiduran ini, udah banyak berdiri tempat penginapan pantai bara bulukumba atau biasa disebut homestay. Kebanyakan sih turis-turis asing yang menginap disini.

Diseberang pantai ini ada pulau kambing, katanya sih juga bagus dan punya spot diving yang tidak kalah keren dennen spot-spot diving yang ada di Bali hehe.

Daripada omong kosong, yuk ngiler bareng ngintip keindahan yang mempesona dari Pantai Bara ini.

Yuhuu... coba liat gradasi warna laut di Pantai Bara Bulukumba. Indah banget gaezzz...

Ada ayunan nih gaez, spot foto buat yang pengen baper-in orang-orang haha

Pasir di Pantai Bara halus dan putih banget. Bebatuan kapurnya juga gak kalah.

Mister X lagi nikmatin pantai Bara juga nih.

Karena keindahannya dan masih alami banget, pantai ini jadi tempat favorit para traveller luar buat berjemur.

Gazebo-gazebo di pinggir Pantai Bara.

Warung kecil di sekitar pinggir Pantai Bara.

Buat yang pengen honey moon cocok banget nih disini. Terdapat resort-resort mewah di sepanjang Pantai Bara.

Aksesnya:

Lokasi menuju Pantai Bara ini pun mudah, bisa melalui kendaraan roda dua bahkan roda empat. Sebelum masuk ke gerbang Pantai Tanjung Bira. Kalian bakal bertemu dengan pertigaan, lalu belok kearah kanan. Terus lurus dan jangan belak belok lagi yak, karena sekitar kurang lebih 20 menitan bakal ketemu dengan Pantai Bara Bulukumba ini. Jalanannya pun masih agak berbatu-batu gitu tapi yah gak bakal nyesel deh kalo sudah sampai di Pantai Bara ini.

Tenang, kalian juga jangan khawatir kesasar, karena juga sudah tersedia petunjuk jalannya.

Sedikit saran mungkin jika kalian bener-bener merasakan feel dari pantai ini bisa mengunjunginya di hari-hari biasa. Suasana sepi dan alami buat liburan kalian di Pantai Bara makin berkualitas. Cocok juga buat yang hobi solo travelling.

Gimana? Masih ragu dengan Bulukumba? So keep explore and keep clean kawan-kawan :D
Pantai Tebing Marumasa, Mengapa Harus Berhenti di Pantai Ini?


Setelah Apparalang, Bulukumba juga punya pantai tebing lainnya yang mempesona. Pantai Marumasa, sebuah pantai yang gak jauh dari pantai Tanjung Bira. Tapi emang sih, yang bikin asyik travelling di Bulukumba ini selain keindahan dan keramahan warganya yakni lokasi wisata pantainya yang gak jauh-jauh amat. Pantai disini pun masih banyak yang terbilang baru di eksplore. Bahkan, ada beberapa pantai yang masih dikelola sepenuhnya oleh masyarakat sekitar. Salah satunya adalah pantai Marumasa ini

Nah, apa aja sih yang bikin kalian terpesona dan wajib buat ngenikmatin pantai Marumasa ini? Yuk simak 3 alasan mengapa kamu mesti nikmatin Marumasa:

1. Keindahan Gradasi Warna Laut



Nah, ini nih yang bikin mata segar kalo ke Marumasa. Yap gradasi warna laut yang indah banget dan masih benar-benar perawan. Bahkan terumbu karang pun masih bisa diliat dari kejauhan. Cocok banget buat snorkeling.


2. Pasir Putih dan Tebing yang Menawan



Udahlah, gak kecewa pokoknya kalo ke Marumasa. Pasir putihnya halus banget cocok buat tidur-tiduran atau santai-santai. Tebingnya pun menawan banget dan lumayan lah buat olahraga dikit-dikit



3. Spot-spot Foto Keren yang Dibuat Langsung oleh Pemuda Bulukumba




Marumasa makin top deh, selain alamnya yang masih perawan dan indah. Ternyata, masyarakat sekitarnya khususnya anak-anak muda Bulukumba menjadikan Marumasa makin menarik. Salah satunya adalah membuat spot-spot foto unik dan keren. Cuma 5000 kalian bisa menggunakan spot-spot foto kece ini. Uniknya, mereka membuat spot-spot foto ini sebagiannya berasal dari limbah-limbah botol dan kaca. Keren yahhh
.

Gimana? masih ragu? apa ditunggu, langsung sudah ke Marumasa, Bulukumba Sulawesi Selatan.

Keep Explore bosku...
Tanjung Bira, Menu Utama Travelling ke Bulukumba.

Tanjung Bira... tepi laut. Siapa suka boleh ikut. *eh salah lagu

Bulukumba, kabupaten yang pantainya gak abis-abis bosku. Traveling ke Bulukumba memang gak bakal lengkap kalo gak menyicipi menu utama yakni Pantai Tanjung Bira. Sebuah pantai yang berada di ujung selatan pulau sulawesi yang menawarkan eksotisme keindahan yang sangat mempesona. Pantai Tanjung Bira ini terletak di ujungnya selatan pulau Sulawesi ini, berada tepat di Kecamatan Bonto Bahari. Udah rame banget sih untuk ukuran pantai yang ada di Bulukumba. Beberapa resort penginapan mewah dan standard udah banyak berdiri di kawasan ini.

Jejeran penginapan di Tanjung Bira. Cocok nih buat yang honey moon.
Cekrekk dikit di depan pintu masuk resort Balatoa instagenic soalnya haha.
Penginapannya keren loh bosku di pinggir pantai. Apa ndak nganu kamu yakan haha.

Pantai Tanjung Bira memiliki pasir putih yang sangat lembut dan perpaduan gradasi warna biru laut semakin membuat pantai ini makin aduhay bosku. Tanjung Bira udah terkenal banget sampe di mancanegara. Beberapa turis asing terlihat di sepanjang pantai ini. Ada yang berjemur dan bahkan snorkeling. Di sini kalian bisa memesan kapal juga loh buat menyebrang ke pulau seberang yakni Liukang Loe yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya juga. Beberapa penyewaan diving juga udah banyak tersebar disini.

Pemandangan pantai dengan kapal-kapal kecil yang siap mengantarkan turis menyebrang ke pulau sebelah
Baca dulu sebelum nyebur yah...
Kios oleh-oleh juga berjejer di pintu masuk Pantai Tanjung Bira. Setiap sudut dari pantai ini keren banget deh.

Murah-murah loh bosku.
Ada yang pencinta gelang?
Udahlah, gak lengkap banget travelling kalian ke Bulukumba kalo gak nyicipin Tanjung Bira. Keep Explore bosku.

Salam Adventure
Desa Lembanna, Malino, Sulawesi Selatan.
Masih belum banyak yang mengenal Lembanna. Sebuah desa yang sejuk, tenang dan damai. Desa yang berada di Kec. Malino, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan ini berada tepat di kaki Gunung Bawakaraeng. Sebuah gunung yang terkenal dengan cerita mistisnya. Namun, kehadiran saya tentunya bukan buat mendaki gunung ataupun memburu cerita mistis tersebut loh bosku. Melainkan hanyalah mengintip sedikit kehidupan masyarakat di Desa Lembanna. Lembanna juga merupakan lokasi start point para pendaki Gunung Bawakaraeng.

Tugu Pendakian Gunung Bawakaraeng di Lembanna.
Perjalanan menuju desa lembanna memang agak menyulitkan saya dan teman-teman, yang kebetulan menggunakan kendaraan mobil untuk menyapa desa yang sebagian besar masyarakatnya bercocok tanam. Jalanan yang sempit, berlika liku, tanjakan dan turunan menjadi makanan saya dan teman-teman di sepanjang perjalanan. Namun di sepanjang jalan tersebut, masyarakat menyambut kami dengan senyuman yang begitu ramah yang juga kebetulan sedang melakukan gotong royong membersihkan jalanan.

Halo selamat datang mas...


Setelah melewati jalanan tersebut sekitar 15 menit-an dari jalan poros Malino-Makassar. Giliran hamparan perkebunan dan hutan pinus menyambut kedatangan kami. Tampak beberapa petani sedang mengumpulkan hasil panen mereka.




Disini ada tomat, daun bawang dan sayur-mayur lainnya. Hasil perkebunan di Desa Lembanna ini nantinya akan di kirim ke Pulau Kalimantan sebagai pasokan pangan. Wah ternyata, disini nih asal sayuran yang kita (*anakkalimantan) makan loh bosku

Sekolahan di tengah hamparan kebun dan pohon pinus.

Perkebunan sepanjang kiri kanan jalan
Masjid di Desa Lembanna
Tak hanya perkebunan. Pemandangan hutan pinus di Lembanna juga berdiri dengan tinggi, kokoh serta berjajar sangat indah banget dehh. Tampak beberapa pendaki juga sedang melakukan kegiatan camp di kawasan hutan pinus ini. Wah jadi pengen camping juga, tapi waktunya gak sempat.

Ambil posisi dulu ah. Cekrekkkkkk

Pinusnya dempet-dempetan nih...
Nyari bunga desa dulu ah
Jadi pengen ikutan camp
Jadi gimana bosku? Sayang banget kan kalo trip ke Malino gak mampir ke Desa Lembanna yang benar-benar sejuk loh. Tapi sayang banget kali ini cuma bisa sebentar doang di desa ini. Padahal di desa ini juga ada air terjunnya loh. Jadi nunggu apalagi? angkat sudah kopermu dan jelajahi Desa Lembanna.

Keep Explore Bosku...
Tebing Menjulang di Pantai Apparalang, Bulukumba.
Bulukumba emang udah mempesona banget dari dulu. Banyak pantai-pantai keren yang masih perawan. Bahkan, keindahan alam pantainya udah dikenal hingga ke mancanegara. Makanya, jangan heran kalo travelling ke Bulukumba bakal nemu para traveller-traveller dari luar negeri. Karena perpaduan warna laut yang indah, wisata bawah lautnya yang keren dan juga pasir putih pantainya yg super mulus ngebuat Bulukumba benar-benar perfect.

Beberapa pantai di Bulukumba masih dibilang baru di mata para traveller. Oleh karena itu, beberapa pantai masih dikelola oleh masyarakat sekitar itu sendiri. Salah satu pantai yang masih terbilang baru dan masih agak sepi di Bulukumba adalah Pantai Tebing Apparalang. Sebuah pantai yang menawarkan keindahan perpaduan warna laut yang indah dengan tebing-tebing yang menjulang tinggi dan bebatuan karang-karang yang besar. Katanya sih banyak yang bilang pantai ini mirip dengan pantai yang ada di Raja Ampat. Sebelumnya, Pantai Apparalang Bulukumba sempat ditutup loh dan kini udah dibuka lagi bosku.



Tinggi Kebangetan Tebingnya

Pantai ini berada di Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Aksesnya pun gak susah-susah amat bosku, sudah ada arah panah untuk menuju lokasi tersebut. Lebih jelas bisa liat di maps atau bahkan bertanya dengan masyarakat sekitar. Bisa dilalui oleh kendaraan roda dua bahkan empat. Namun, jalanan masih tanah dan berbatu walau sedikitnya udah disemenisasi.

Di kawasan pantai ini udah ada beberapa toko-toko cinderamata yang berdiri di dekat pintu masuk Pantai Apparalang.

Toko-toko penjual oleh-oleh khas Apparalang dan makanan minuman.
Beberapa gazebo juga udah tersedia di pantai tersebut. Namun, belum ada penginapan di sekitar pantai ini. Kalian bisa mendirikan tenda sendiri di Pantai Apparalang di bawah langit yang bertaburan bintang pada malam hari.


Bagi pencinta adrenaline cocok banget nih dengan Pantai Apparalang. Kalian bisa loh ngelakuin cliff jumping. Pokoknya semua hal bisa dilakuin deh di pantai tebing Apparalang ini. Salah satunya cara saya, tidur-tiduran di atas jembatan kayu sambil dengerin suara ombak yang berisik hehe.

Tidur-tiduran di atas jembatan kayu enak banget nih
Ahhh udahlah journey story di Pantai Tebing Apparalang kali ini. Pokoknya nyesel deh kalo ke Bulukumba gak ke pantai ini.

Jadi gimana? masih ragu buat explore ujung selatannya sulawesi? Apalagi yang ditunggu, yuk langsung gercep ke destinasi ini yah bosku. Keep Explore dan tetap jaga kebersihan bosku!!!
Derasnya Air Terjun Bantimurung

Sulawesi tak pernah bosan untuk menunjukkan keindahan wisata alam nya. Kali ini saya mencoba untuk menghampiri salah satu kawasan objek wisata yang berada sekitar 30 km lebih dari pusat kota Makassar yakni Taman Nasional / Air Terjun Bantimurung di Kab. Maros, Sulawesi Selatan.  
Sebelum masuk di kawasan obyek wisata air terjun bantimurung ini, kita akan disambut dengan monumen kera, dan sederatan penjual souvenir khas bantimurung (Kupu-kupu yang di awetkan) dan warung/ kedai kopi serta makanan khas daerah.

Keindahan alam di kawasan taman nasional Bantimurung

Karst yang membentang di kawasan Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung ini memiliki keunikan tersendiri, yakni karst-karst yang membentang air terjun ini, goa-goa dengan stalaknit dan stalakmit yang begitu menakjubkan yaitu goa batu dan goa mimpi, serta yang paling dikenal adalah kupu-kupu. 
Jembatan dan jalanan yang begitu sejuk dengan suasana alam

Tangga yang tinggi menuju ke puncak air terjun

Selain itu di kawasan ini juga tersedia gazebo - gazebo kecil untuk berkumpul keluarga, serta musholla. 
Derasnya air terjun bantimurung ini membuat para wisatawan dari anak-anak hingga orang dewasa begitu betah untuk terus berenang, atau bahkan hanya berendam. Di kawasan tersebut juga bahkan disediakan sebuah tempat peluncur.
Namun sayang, liburan kali ini saya hanya bisa memandang air terjun dengan sepintas tanpa menyicip air yang sejuk tersebut. Dikarenakan waktu dan cuaca ketika mengunjungi air terjun ini sedang tidak bersahabat maka saya hanya bisa memandang dan sedikit mengabadikan moment dengan kamera saya.

Untuk menuju kawasan ini kita perlu menggunakan sebuah kendaraan pribadi baik motor atau mobil. Atau bisa juga menggunakan kendaraan rental. Untuk tarif masuk bagi turis lokal seharga Rp25.000 sedangkan bagi turis asing sekitar Rp225.000 atau hingga Rp250.000 rupiah per orangnya.


Benteng Rotterdam Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo

Makassar si kota daeng merupakan ibukota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur yang mana pada masa lalu pernah menjadi ibukota Negara Indonesia Timur dan Provinsi Sulawesi. Makassar juga merupakan kota yang memiliki penuh sejarah, terdapat beberapa situs-situs sejarah yang masih berdiri hingga sekarang di tengah-tengah kota. Salah satu pahlawan dari Makassar adalah Sultan Hasanuddin yang dengan berani mengusir para penjajah. Oleh karena itu, ia mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur. 

Jalan-jalan ke kota Makassar tentunya gak asing lagi dengan wisata kulinernya. Namun, kali ini kita coba ngulik ke wisata sejarahnya. Di Makassar kalian bisa mengunjungi beberapa tempat wisata bersejarah salah satunya adalah benteng kerajaan Gowa-Tallo yakni Fort Rotterdam. Benteng ini berdiri kokoh dan gagah di daerah kawasan Pantai Losari. Tepatnya menghadap ke arah laut selat Makassar.

Walaupun di sekitar bangunan benteng ini sudah banyak banget bangunan-bangunan tinggi menjulang. Tetapi benteng Rotterdam ini tetap terjaga dan terlestarikan dengan baik. Oleh karena itu, meski di hari biasa, benteng ini selalu di penuhi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.


Bentuk bangunan benteng yang khas dan unik. Pintu dan jendela yang besar memiliki fungsi tersendiri dan filosofi tersendiri pada masanya.

Pintu dan jendela yang berukuran besar pada benteng ini.

Bentuk bangunan benteng yang khas.
Terdapat beberapa tempat sarana edukasi di kawasan komplek benteng Rotterdam seperti Gallery Dewan Kesenian Makassar serta Museum La Galigo

Gallery Dewan Kesenian Makassar di komplek benteng Rotterdam.

Untuk kalian yang ingin mengunjungi benteng ini mudah banget. Karena berada di kawasan tengah kota tentunya ada banyak banget alternatif buat menuju benteng tersebut. Bisa menggunakan transportasi umum hingga pribadi. Dan kebetulan, saya menggunakan kendaraan umum berbasis online. Dan untuk masuknya gak perlu merogoh kocek yang mendalam. Kalian cuma wajib mengisi buku tamu dan biaya sukarela di pos depan masuk yang mana nantinya digunakan untuk perawatan benteng ini.

Pos depan masuk benteng Rotterdam.

So, apalagi yang ditunggu. Yuk jangan bosan buat ngulik sejarah-sejarah di tanah sekitarmu!