Showing posts with label adventure. Show all posts
Showing posts with label adventure. Show all posts
Baluran dan Ijen - Januari 2019

Setelah berpetualang ke Negeri Atas di Sulawesi Selatan yaitu Toraja di akhir tahun 2018. Kali ini membuka awal tahun 2019 dengan melakukan perjalanan ke Jawa Timur tepatnya Banyuwangi.

Dari Balikpapan menggunakan pesawat ke Surabaya, lalu menginap semalam disalah satu hostel di seberang Stasiun Gubeng. Dari Surabaya berangkat pake kereta probowangi jam 4.25 pagi sampai banyuwangi jam 11an siang sekitar 56ribu.

Ternyata cuaca di Banyuwangi sangat panas dan terik. Saya kira bakal adem.

Sesampai di Stasiun Karangasem yang berada di Banyuwangi, langsung saja menuju ke penyewaan sepeda motor yang berada di seberang stasiun. Sewanya lumayan murahlah sekitar 75ribu perhari.

Niat sebenarnya ingin istirahat dulu, tapi karena biasanya kalo udah tidur susah bangunnya. Dan Takut menghabiskan siang hari dengan sia-sia selama di Banyuwangi, akhirnya berangkatlah saya ke Baluran.

Lokasinya lumayan jauh dari Stasiun Karangasem, mungkin ada kurang lebih sejam perjalanan. Jalananannya mulus tapi agak berhati-hati karena banyak kendaraan-kendaraan truk besar melintasi jalan.

Kesan pertama dengan Baluran, asiklah ya buat yang ingin berselfie atau foto-foto instagenic.

Foto-foto di Baluran

Sepanjang jalan menuju Taman Nasional Baluran dari gerbang.





Pantai di ujung Baluran.
Agak berhati-hati ketika melintasi jalanan sepanjang Baluran, karena masih banyaknya satwa yang sering melintas. Seperti monyet-monyet yang lucu tapi agak menyebalkan. Monyet-monyet di Baluran sedikit bringas haha. Seringkali merampas dan mengambil barang-barang wisatawan, jadi jangan biarkan barang-barang ditinggal di motor.


LANJUT KE IJEN

Setelah puas melihat Baluran selanjutnya balik ke penginapan untuk beristirahat karena malam harinya akan naik Ijen. Maklum semenjak lulus SMA udah jarang banget olahraga itupun kalo olahraga paling cuma naik sepedaan doang sekitar rumah.

Baru inget saya melupakan jaket dan sarung tangan di Balikpapan, ini yg penting sih karena saya paling susah bertahan hidup dengan suasana yang dingin. Maklum kulit dan daging udah terbiasa dengan iklim panas di Balikpapan. Mau ndak mau beli jaket baru di pasar malam cuma 60rban.

Jam 10an malam berangkatlah menuju Ijen. Lumayan jauh tapi tidak sejauh ke Baluran dari penginapan. Tapi hati-hati, karena jalanan menuju Ijen sangat gelap.

Sampai di pos pertama jalan masuk. Kalo kalian takut gelap dan takut hantu, sebaiknya jangan pergi sendirian cobalah menunggu teman-temann pendaki lainnya agar bisa berbarengan. Dan jangan lupa juga nih buat bawa uang cash, pengalaman kemarin lupa bawa uang cash. Yah masih adalah beberapa cukup buat bayar tiket masuk dan tiket mendaki saja

Akhirnya ga punya duit buat sewa masker. Masker salah satu yang wajib banget buat dipake. Ini seriusan bukan main-main, tar dibawah saya jelaskan ceritanya.

Sekitar 10km melintasi jalan yang gelap gulita dan tanjakan, diselimuti dinginnya Ijen yg bikin badan begeteran akhirnya sampailah di Pos Paltuding. Pos start pendakian dibuka mulai kalo ga salah sekitar jam 1, ada banyak banget pendaki yang siap mengejar waktu untuk melihat fenomena blue fire termasuk saya.

Saya rasa pendakiannya gak begitu susah dan tidak bikin capek. Yang penting coba aja jogging-jogging kecil seminggu sebelum naiklah. Serunya mendaki Ijen ini rame banget pendakinya jadi bisa ketemu orang-orang baru dan bahkan bisa mendaki bersama warga lokal yang tiap harinya naik turun ke kawah nutuk menambang belerang.

Kadang ada beberapa pendaki yang mendaki sambil mendengarkan lagu dari hp nya. Dengan ragam lagu mulai dari lagu-lagu indie sampe lagu qasidah.

Sekitar jam setengah 3 sampailah diatas Ijen, disinilah keinginan saya untuk melihat fenomena begitu besar. Saya rasa wajib bagi para pendaki untuk menggunakan masker. Tapi ada beberapa yang juga nekat tidak menggunakan termasuk saya karena gak ada duit buat nyewa haha.

Sekitar setengah jam turun dan blue fire tersaksikan oleh mata. Akhirnya mimpi dari 2017 terwujud juga. Begitu lama saya dibawah untuk mengambil gambar dan berinteraksi dengan petambang belerang. Tidak lama itu semakin padat pendaki dan saya bergegas ke atas karena asap belerang sudah mulai menutup jalan naik turun ke kawah.



Nah disinilah baru tau gimana rasanya menghirup udara belerang. Bukan baunya sih yang bikin sakit adalah ketika aroma belerang masuk ke tenggorakan dan bikin batuk-batuk. Para warga lokal memberikan sedikit treatment kepada saya ketika hal itu terjadi, usahakan untuk mencari air. Lalu basahkan ke kain dan hirup melalui mulut. Lalu tips terakhir dari warga lokal ke saya, jangan mengulangi hal sepele ini lagi haha.

Sempat terhenti di tangga naik karena gak sanggup menghirup belerang. Akhirnya tiba saya di puncak Ijen untuk beristirahat dan menikmati sunrise yang menakjubkan dan cuma saya dapatkan di Ijen. Terima kasih Ijen, besok-besok saya kembali :D

Foto-foto di perjalanan turun kembali menggunakan kamera smartphone

Foto diambil menggunakan kamera smartphone

foto diambil menggunakan Kamera smartphone

Toraja, Dibalik Indahnya Alam Tersimpan Tradisi Budaya yang Masih Kental. Wajib Masuk di List Travelling Kalian.
Toraja, salah satu daerah yang punya keindahan alam yang menakjubkan. Siapa sangka dibalik keindahan alam nya, Toraja masih memiliki tradisi dan budaya yang masih kental dan banyak dibicarakan oleh berbagai orang di belahan dunia manapun.

Toraja terbagi menjadi dua yakni Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.

Salah satu tradisi yang paling dicari-cari oleh wisatawan lokal bahkan mancanegara adalah Rambu Solo dan Ma'Nene.

Untuk menuju ke Toraja, bisa menggunakan pesawat dengan rute menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar lalu melanjutkan perjalanan darat bus mulai dari 110rb rupiah tergantung jenis busnya. Durasi perjalanan 8-9 jam. Tenang, busnya nyaman kok tapi yah sediakan lah kantung plastik karena jalanan disana lumayan berkelok-kelok.

Namun, sebelum saya ulas tentang wisata dan tradisi di Toraja. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum ke Toraja, Sulawesi Selatan.


1. Itinerary, Hmmm perlu gak yah?

Sesungguhnya perjalanan ini udah ditata dari jauh-jauh hari. Tapi ternyata ada beberapa perjalanan di luar rencana seperti diajak buat eksplore daerah Kapitoo ini bareng dua backpacker asal Hungaria dan Argentina.
Sebenarnya itinerary perlu banget bagi para traveller buat bikin perjalanan kalian jadi lebih teratur dan disiplin. Tapi, bukan berarti itinerary mesti kalian selalu ikutin. Karena, kita gak tau selama di perjalanan ada hal apa yang bikin rencana perjalanan kita jadi berantakan atau malah jadi lebih berkesan.

Salah satu pengalaman waktu di Toraja kemarin, saya bersama teman @candrawnt udah nyiapin list perjalanan dari jau-jauh hari. Eh tau-tau harus berantakan sebelumnya karna kami berangkat dengan menggunakan kapal yang delay hingga 15 jam lamanya. Walaupun memang perjalanan kapal adalah hal biasa delaynya.

Selain itu, saya juga diajak oleh pemilik tempat penginapan kami untuk trekking kecil-kecilan di salah satu tempat yang keren dan tanpa rencana. Padahal, saya udah merencanakan destinasi yang harus dituju. Tapi, dari sebuah ajakan ringan tersebut saya malah menjadi dapat sebuah pengalaman berkesan disini.


2. Mau tidur dimana selama di Toraja?
Sesean Bed n Breakfast di Rantepao tempat saya menginap selama di Toraja
Ada banyak banget sebenarnya penginapan di Toraja. Mulai dari high cost hingga low cost dengan fasilitas masing-masingnya. Kalo saya sih lebih suka tidur di penginapan yang bisa sering ketemu sama pemiliknya dibandingkan tidur di penginapan mewah yang tidak memungkinkan terjadinya interaksi dengan warga lokal.

Atau kalau mau lebih murah lagi dan kalian tahan dengan dingin, bisa loh nyobain menginap di Lolai atau negeri di atas awan. Kamu bisa membawa tenda sendiri dengan membayar sekitar 50rban sebagai tarif kebersihan atau juga bisa menyewa tenda yang udah disiapin disana yang disewakan mulai dari 100rb s.d 300rban.

Tapi buat yang pengen di kota saja, aku sih nyaranin di Sesean Bed n Breakfast tempat penginapan saya kemarin di Jalan Sadan yang gak jauh dari pusat pertokoan Rantepao dan terminal Bolu. Kalian bisa booking di

Sesean Bed n Breakfast (Booking)
Sesean Bed n Breakfast (PegiPegi)

Selain karna penginapannya murah dan fasilitas memadai, juga pemiliknya friendly banget. Mba Ela, yang udah ngasih banyak bantuan selama di Toraja. Beliau yang juga udah ngasih tempat-tempat rekomendasi  yang mesti dikunjungin. Sampai diajak chrismast dinner yang kebetulan waktu itu memang kita datang diwaktu natal.

Jadi serasa tidur di rumah sendiri yakkk...


3. Selama di Toraja, Enaknya Pake Transportasi Apa?
Pake motor lebih seru buat ngejelajahin Toraja.
Ada banyak banget transportasi pilihan buat kalian yang ingin eksplore tempat wisata di Toraja. Tapi saya sarankan sih lebih seru pake motor. Nah, kebetulan banget tuh Mba Ela juga nyediakan penyewaan motor yang murah.

Tapi ingat, jaga selalu kendaraan yang kalian sewa. Kunci tuh yang paling penting, karna kemarin sempet ilangin kunci motor sewaan hehehe. Kronologinya berawal dari keinginan hemat bensin dari puncak tertinggi Lolai. Karna jalanan menurun, jadi matikan mesin tapi kunci tetap lengket di motor. Pas udah sampe di pertengahan jalan, baru nyadar kuncinya lepas dan jatuh gak tau kemana.

Dan untungnya, ada warga yang mau ngebantu buat sambung kontak buat nyalakan mesin motor. Dan setelah itu barulah ke duplikat kunci yang ternyata cuma ada satu-satunya di Toraja, Sulawesi Selatan.

Jangan takut tersesat, karna semur destinasi bisa di tracking dengan google maps. Atau jangan malu bertanya kepada warga.

4. Wah, Kulineran Dimana Yah Selama di Toraja?
Sebenarnya gampang banget sih nyari tempat makanan di Toraja terutama buat kalian yang mencari masakan halal. Karena penduduk disini memang mayoritas non muslim, jadi hampir seluruh sudut kota menawarkan kuliner daging babi dengan macam olahan seperti sate, bakso, dll.

Untuk masakan halal bisa kalian temui dimana-mana, mulai dari Pertokoan Rantepao, Lapangan Bakti atau dekat Terminal Bolu juga ada. Dan pastikan sebelum makan untuk bertanya yah.

Harga makanan di Toraja yah lumayan sih, mulai dari 20rb hingga 30rban sekali makan. Jadi siapin budget kalian juga buat konsumsi selama perjalanan, kalo mau low cost sering-sering puasa aja yak wkkk.


5. Pengen hangout ala Anak-anak Muda Toraja, Dimana yah?


Waduh ini mah banyak banget cafe-cafe anak muda Toraja mulai dari kana coffe, aras coffe hingga letter el coffe yang berada di daerah pertokoan Rantepao.

Tapi, dari seluruh tempat nongkrong yang udah kita sambangi, cafe favorit saya jatuh kepada Kapitoo dengan view perbukitan dan nikmatin kopi di atas awan bener-bener bikin susah buat move on dari cafe ini. Terimakasih sebelumnya buat Mba Ela, selaku pemilik penginapan Sesean Bed N Breakfast yang udah ngasih kita banyak sekali tempat-tempat rekomendasi selama di Toraja.






Gimana cuy? udah siap gak buat mengeksplore Toraja, Sulawesi Selatan? Jangan lupa buat ajak teman-teman kalian buat ngenikmatin indahnya Toraja bareng-bareng. Karna, kalo ngenikmatinnya sendiri sadis broooo...

Selanjutnya, saya bakal share tempat-tempat yang mesti kalian kunjungin selama di Toraja. Ulasan di rangkum oleh tim @ceritakan.nusantara

Team Up:
Videographer selama di Toraja: @_hellorizal
Photographer selama di Toraja: @candrawnt




Balikpapan masih punya hutan?

Emang beberapa tahun terakhir ini, hutan di Balikpapan udah mulai banyak yg gundul akibat pembukaan lahan untuk perumahan, industri dll.

Namun apakah masih bisa untuk camping di tengah hutan di Kota Balikpapan ini? yap ternyata masih ada hutan yang terjaga di kota ini. Salah satunya ada Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan di Inhutani KM.10 Balikpapan.

Alasan komunitas MTMA Balikpapan East Borneo memilih mengadakan camping di Taman Wana Wisata Inhutani ini karna pernah menjadi wisata andalan kota Balikpapan. Untuk itu MTMA ingin kembali menostalgiakan masyarakat khususnya Balikpapan akan era jayanya wisata kebun binatang mini pada tahun 90an ini.

Namun, terlihat sekarang kawasan ini menjadi kawasan yang terbengkalai kondisinya dan dibiarkan begitu saja. Tampak beberapa kandang besi masih terlihat disini.

Teman-teman Komunitas My Trip My Adventure Balikpapan East Borneo akhirnya berinisiatif untuk mengangkat kawasan ini kembali menjadi daerah berpotensi wisata karna masih memiliki view yang indah dan suasana hutan Kalimantan. Ditambah dengan sebuah jalanan yang keren di tengah kalasan Inhutani ini.

Yuk lihat keseruan camping di tengah hutan di Inhutani KM.10 Balikpapan, Kalimantan Timur








Foto di Spot Foto Samantha Project
Sharing Diskusi Dari Fokus Balikpapan / Kopi Sahabat dan Ketua MTMA Balikpapan East Borneo Sekaligus Orangutan Odysseys



Pemberian Cinderamata dari MTMA Kalimantan Selatan dan MTMA Tanah Bumbu

Seluruh Peserta Borneo Surpris3
Sampai jumpa di camping selanjutnya...

#borneosurpris3 #genpi #genpikaltim #pesonaindonesia #genpiid #genpico


Wah udah di cerita terakhir saya nih dalam perjalanan ke desa Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Setelah dua hari menikmati desa berbudaya ini. Akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke kota karna sudah banyak pekerjaan yang saya tinggalkan.

Sebelumnya simak cerita perjalanan sebelumnya disini

Melihat Persiapan Festival Hudoq di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur - Vol. 1
Mengaraang, Menari Sampai Pagi di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu Vol. 2
Rekor Dunia MURI Untuk Hudoq Terbanyak di Ujoh Bilang Vol. 3

Hari terakhir, tentunya saya gak mau ngelewatin moment kali ini di desa yang berada di pinggir sungai Mahakam. Setelah kehilangan cukup banyak file-file foto dan video di memori kamera. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan kembali memori tersebut dan berharap masih bisa direcovery untuk file hari sebelumnya.

Suasana desa masih ramai, namun sudah tidak terlihat lagi hudoq-hudoq di pagi hari. Kini saya mencoba menyusuri kampung ini walau hanya sejam untuk menikmati terakhir kalinya desa Ubil di tahun ini. Semoga tahun depan bisa main kesini lagi deh.

Berikut adalah foto-foto yang saya potret dihari terakhir di Ujoh Bilang


Sarapan Nasi Kuning Telur
























BEGASING, PERMAINAN TRADISIONAL KHAS MAHAKAM ULU

Setelah berkeliling melihat sekitar kegiatan aktivitas warga di desa. Saya kembali ke lapangan untuk melihat aktivitas begasing. Merupakan permainan tradisional yang udah tidak terlihat lagi di kota. Permainan ini sama dengan gasing-gasing tradisional pada umumnya.

Dimainkan dengan cara melilitkan tali pada badan gasig yang terbuat dari kayu benggeris atau juga kayu ulin. Kemudian dilemparkan ke permukaan tanah.

Permainan ini dinikmati oleh berbagai kalangan baik anak-anak hingga orang dewasa.

Begasing





MILIR..

Terima kasih Ujoh Bilang, desa berbudaya yang membuat saya terkagum dengan kearifan lokalnya yang masih terjaga hingga saat ini.

Selanjutnya saya pulang menggunakan speed boat ke Tering dan melanjutkan perjalanan ke Balikpapan via pesawat udara melalui Samarinda dahulu.

Moment seorang anak dan ibu yang mengantarkan keluarganya yang akan milir
Berada di atas speed boat bersama warga Mahakam Ulu yang hendak Milir.

Tering (Melak, Kutai Barat)

Terima Kasih Mahakam Ulu, salah satu daerah yang paling saya favoritkan dalam destinasi kegiatan travelling saya di tahun ini.

#GENPI
#GENPIKALTIM
#PESONAINDONESIA