Showing posts with label alam. Show all posts
Showing posts with label alam. Show all posts
Air Terjun Tembinus di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Lebar-an kali ini spesial karena waktunya lebih panjang dari lebar-an sebelum-sebelumnya. Dan kali ini, waktu liburan yang panjang ini tentunya gak mau donk ngelewatin kesempatan ini secara sia-sia. Oleh karena itu, saya mencoba untuk bermain-main ke belakang rumah (masih seputaran kalimantan timur) tepatnya di Sepaku, Penajam Paser Utara yakni Air Terjun Tembinus. Seperti biasa, saya orangnya selalu dadakan. Ngebuat plan yang tiba-tiba, bahkan hujan deras sempat mengguyur dari dini hari hingga pagi hari dan kami pun tetap ngotot buat kesana.

Nungguin hujan dari malam jam 01.30 WITA hingga akhirnya sampai jam 07.00 WITA baru berhenti. Saya pun lets go!!! menggunakan mobil. Perjalanannya lumayan jauh sekitar 4jaman lebih. Dengan jalanan yang benar-benar bikin nahan iman.

Lets go !!!!!!
Sesampainya di Sepaku, saya dan kawan pun masuk ke dalam kawasan PT. ITCI Inhutani Manunggal Kalimantan. Yah,,, air terjun tersebut memang berada di areal perusahaan PT. ITCI yang merupakan kawasan Hutan Tanaman Industri. Jadi, jika kalian melewati kawasan ini jangan heran bakal banyak banget hutan-hutan yang di babat habis buat di tanamin tanaman pohon Akasia, Eucalyptus yang merupakan pohon bahan dasar pembuatan kertas.

Areal HTI (Hutan Tanaman Industri) di PT. ITCI menjadi pemandangan kami sepanjang perjalanan.
Sekitar kurang lebih setengah jam kita melewati areal ini, lika liku dan tanjakan hingga turunan serta jalanan yang terjal dengan batu-batu membuat perjalanan makin menyeramkan ditambah jurang di sebelah-sebelah jalanan. Tampak sesekali berpapasan dengan pekerja dan mobil-mobil pengangkut kayu dari PT. ITCI. Namun, ada juga pemandangan yang indah untuk mengobati ketakutan kita di perjalanan. Bahkan kami pun menyempatkan turun untuk sekedar mengabadikan pemandangan sekitar.

View indah yang menghadap teluk Balikpapan. Namun, sayang cuma bawa lensa kit jadinya gak keliatan teluknya dari kamera.

Lumayan buat menuhin feeds instagram (@rizalabdlh_) .
Akhirnya, mobil pun berhenti. Dan lohhh? mana air terjunnya? ternyata kita harus tracking dulu sekitar 15 menitan ke dalam hutan buat ke air terjun tersebut. Karena habis hujan, jadinya medan tracking menjadi licin dan berlumpur, butuh kesabaran dan kerja keras buat ngikutin jalanan tracking yang super duper licin.



Dan yang ditunggu-tunggu akhirnya sampai... Air Terjun Tembinus.




Hati-hati aja deh kalo udah nyampe di air terjun ini, agak slow dikit jangan langsung lari dan nyebur. Soalnya, batu-batu yang disini besar-besar dan licin. Bahkan beberapa kali saya sempat terpleset di air terjun ini. Tapi, air terjun ini benar-benar recomended banget bagi para backpacker maupun pecinta/penikmat alam. Suasana sejuk, adem dan hutan yang tentram bikin air terjun tembinus ini memiliki pesona yang berbeda. Air terjun ini memiliki ketinggian yang sangat tinggi.



Oh ya, buat kawan-kawan adventurous semua. Buat masuk menikmati air terjun tembinus ini gak perlu merogoh kocek. Kalian cuma perlu izin di pos satpam pintu masuk kawasan PT. ITCI dan jangan lupa tinggalkan KTP kalian buat berjaga-jaga yah mana tau kalian ..., soalnya areal ini bener-bener hutan dan gak ada sama sekali perkampungan.......

Ok deh sampai situ dulu perjalanan saya. Dan sampai jumpa di perjalanan selanjutnya keep explore!!!!


***


Video perjalanan saya di air terjun tembinus terangkum dalam sebuah cuplikan video  "A Visual Journey Eps. 1 (Borneo)" Go watch and check it out!!!!








View Balikpapan Dari Arah Teluk. (foto: dok. pribadi)

Cuaca cukup terik hari ini, handphone bergetar bertandakan ada pesan masuk. Teman saya ternyata, mengajak saya untuk mencoba kapal baru buatan Indonesia yakni Balikpapan. Saya pun menyambut ajakan tersebut dengan senang hati. Sekitar pukul 16.00 WITA berbekal kamera dengan isi baterai seadanya, saya pun langsung bergegas menuju dermaga dimana tempat kapal tersebut bersandar sekaligus dibangun. Dimulai dari dermaga yang berada di Kampung Baru itu, kapal yang dibuat oleh anak-anak Balikpapan ini berlayar di perairan Teluk Balikpapan.

Suasana Kilang Minyak Balikpapan Dari Arah Perairan Teluk Balikpapan. (foto: dok. pribadi)
Pemandangan Kapal-Kapal Tanker yang Berada di Teluk Balikpapan. (foto: dok. pribadi)

Kapal yang rencananya akan mulai berlayar perdana ke Surabaya ini mempunyai design yang sangat luar biasa ditambah dengan fasilitas-fasilitas yang top markotop lah hahaha. Hari semakin sore, sekalian ngabuburit. Cuaca yang cerah cukup memberikan kepuasan bagi saya untuk mengabadikan moment di kawasan Teluk Balikpapan ini. View laut yang biru, serta kapal-kapal tanker yang berada di perairan teluk ini menjadikan tempat yang pas untuk mengabadikan moment yang sulit saya dapatkan. Ditambah dengan view ke arah Balikpapan yang tampak terlihat puncak Gunung Komendur, semakin membuat mata saya terkagum melihat pemandangan sekeren ini. Kilang-kilang minyak Balikpapan yang biasa saya lihat dari arah kota, kini saya mendapatkan kesempatan dengan melihat dari sudut arah yang berbeda.

Beberapa kapal kecil juga terlihat melintasi perairan Balikpapan -Penajam seperti spead boat dan juga kapal-kapal feri penumpang dan klotok dari arah Balikpapan - Penajam - Balikpapan

Kesempatan Buat Abadikan Moment Hahaha...

Jam mulai menunjukkan pukul 17.30 WITA dan kapal pun mengarah ke dermaga, tanda waktu tes berlayar ini sudah selesai. Saya kembali ke daratan untuk bersiap-siap berbuka puasa. Kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk bisa menikmati sore hari sekaligus ngabuburit di perairan Teluk Balikpapan. Dan tentunya kesempatan yang hebat juga dapat mencoba kapal baru buatan Balikpapan, Indonesia.

Cuplikan Video Test Ride Kapal di Teluk Balikpapan. Check it out !!!


Tugu Khatulistiwa Pontianak. (foto: dok. pribadi)

Pontianak adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa. Kota Pontianak juga dilalui oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Kedua sungai itu diabadaikan dalam lambang Kota Pontianak. Kota ini memiliki luas wilayah 107,82 kilometer persegi.

Kota yang berada sebelah barat kalimantan ini merupakan kota yang berada di garis nol bumi. Maka tak heran jika kita melihat Tugu Khatulistiwa berdiri tegak di Pontianak sebelah utara tepatnya di kawasan Siantan. Tugu Khatulistiwa Pontianak di bangun pada tanggal 31 maret tahun 1928 oleh Tim Ekspedisi Geografi Internasional yang di pimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda.

Suasana Ruangan Tugu Khatulistiwa. (foto: dok.pribadi)

Tugu Khatulistiwa yang Disimpan Dalam Ruangan Dilindungi. (foto: dok.pribadi)

Tugu Khatulistiwa yang asli terbuat dari kayu belian (kayu besi, atau kayu ulin) terdiri dari empat tonggak yang man 2 buah tonggak bagian depan dengan tinggi 3,05 meter dari permukaan tanah, 2 buah tonggak bagian belakang dengan tinggi  4,40 meter dari permukaan tanah. Keterangan simbol berupa anak panah menunjukkan arah utara – selatan (lintang 0 derajat).  Keterangan simbol berupa flat lingkaran yang bertuliskan EVENAAR yang artinya Khatulistiwa (bahasa Belanda) menunjukan belahan garis Khatulistiwa  atau batas utara dan selatan.  Sedangkan plat di bawah arah panah ditulis 109 derajat, 20 derajat artinya garis di Khatulistiwa di kota Pontianak bertepatan dengan 109 derajat  garis Bujur Timur 20 Menit. 00 detik GMT.

Tugu Khatulistiwa yang Asli. (foto: dok. pribadi)

Foto Tugu Khatulistiwa yang Asli. (Foto: dok. pribadi)

Suasana Ruangan Tugu Khatulistiwa pada cuplikan singkat video pendek





KULMINASI MATAHARI


Peristiwa Kulminasi Matahari adalah sebuah fenomena alam dimana matahari berada di garis khatulistiwa sehingga posisi matahari tepat berada di atas kepala kita. Pada saat fenomena alam ini berlangsung, bayangan tugu akan “menghilang” selama beberapa detik. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lainnya di sekitar Tugu Khatulistiwa Pontianak.


Foto Seseorang Sedang Berada di Titik Khatulistiwa yang Telah Bergeser
Lumayan Jauh dengan Tugu Khatulistiwa yang Asli. (foto: dok. pribadi)

Namun seiring dengan umur bumi yang semakin tua dan seringnya terjadi guncangan gempa tektonik di bumi ini, ada beberapa catatan bahwa Tugu Khatulistiwa di Pontianak ini telah mengalami pergeseran beberapa meter.
Derasnya Air Terjun Bantimurung

Sulawesi tak pernah bosan untuk menunjukkan keindahan wisata alam nya. Kali ini saya mencoba untuk menghampiri salah satu kawasan objek wisata yang berada sekitar 30 km lebih dari pusat kota Makassar yakni Taman Nasional / Air Terjun Bantimurung di Kab. Maros, Sulawesi Selatan.  
Sebelum masuk di kawasan obyek wisata air terjun bantimurung ini, kita akan disambut dengan monumen kera, dan sederatan penjual souvenir khas bantimurung (Kupu-kupu yang di awetkan) dan warung/ kedai kopi serta makanan khas daerah.

Keindahan alam di kawasan taman nasional Bantimurung

Karst yang membentang di kawasan Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung ini memiliki keunikan tersendiri, yakni karst-karst yang membentang air terjun ini, goa-goa dengan stalaknit dan stalakmit yang begitu menakjubkan yaitu goa batu dan goa mimpi, serta yang paling dikenal adalah kupu-kupu. 
Jembatan dan jalanan yang begitu sejuk dengan suasana alam

Tangga yang tinggi menuju ke puncak air terjun

Selain itu di kawasan ini juga tersedia gazebo - gazebo kecil untuk berkumpul keluarga, serta musholla. 
Derasnya air terjun bantimurung ini membuat para wisatawan dari anak-anak hingga orang dewasa begitu betah untuk terus berenang, atau bahkan hanya berendam. Di kawasan tersebut juga bahkan disediakan sebuah tempat peluncur.
Namun sayang, liburan kali ini saya hanya bisa memandang air terjun dengan sepintas tanpa menyicip air yang sejuk tersebut. Dikarenakan waktu dan cuaca ketika mengunjungi air terjun ini sedang tidak bersahabat maka saya hanya bisa memandang dan sedikit mengabadikan moment dengan kamera saya.

Untuk menuju kawasan ini kita perlu menggunakan sebuah kendaraan pribadi baik motor atau mobil. Atau bisa juga menggunakan kendaraan rental. Untuk tarif masuk bagi turis lokal seharga Rp25.000 sedangkan bagi turis asing sekitar Rp225.000 atau hingga Rp250.000 rupiah per orangnya.


Kampung warna-warni Balikpapan, Teluk Seribu.

Sebuah wisata baru andalan Balikpapan kini telah ditunggu oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Yah... Teluk Seribu namanya, sebuah wisata baru Balikpapan yang berada di kawasan timur kota minyak. Teluk Seribu diresmikan oleh walikota Balikpapan Bpk. Rizal Effendi.

Sebuah wisata yang diusung yang mirip dengan kawasan di kota Malang. Kawasan teluk ini dulunya hanyalah sebuah kawasan kampung nelayan. Namun, kini dijadikan sebuah tempat wisata baru yang unik.

Disana, akan ada banyak spot untuk berselfie ria. Rumah dengan warna-warni yang instagramable, kapal nelayan, dan bahkan juga gambar-gambar unik tiga dimensi yang dilukis oleh seniman lokal. Kita juga akan melihat kelincahan anak-anak teluk yang bermain di laut.

rumah warna-warni di kawasan teluk seribu
lukisan seniman tiga dimensi


Tak hanya itu, di teluk seribu ini kita bisa menikmati kawasan teluk yang masih alami yang terdapat bekantan sekitar teluk serta burung enggang khas kalimantan yang cukup dengan menyewa sebuah kapal nelayan.
kapal nelayan di sekitar teluk seribu

 

ekspresi anak-anak teluk yang lincah

Untuk menuju kampung teluk seribu ini cukup mudah. Berjarak sekitar 10 km dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, kita bisa menuju dengan angkutan kota. Untuk angkutan pribadi kita cukup menyiapkan uang untuk bensin perjalanan dan parkiran di kawasan teluk seribu.

teluk seribu telah memutar roda ekonomi masyarakat sekitar


Kawasan wisata teluk seribu tak hanya memberikan sebuah objek wisata baru bagi masyarakat Balikpapan, tapi juga menggerakkan roda ekonomi di kawasan teluk ini.



Gerbang BOS Samboja


Borneo Orangutan Survival Samboja adalah sebuah pusat rehabilitasi dan reintroduksi Orangutan yang berada di Samboja, Kalimantan Timur. Untuk menuju ke BOS dapat melalui Kota Balikpapan dengan menempuh perjalanan kurang lebih 40 KM. BOS sendiri hanya ada dua di Indonesia tepatnya di Kalimantan yakni Samboja dan Palangkaraya. 

Disana kita tidak hanya melihat orangutan saja tapi juga ada beruang madu yang merupakan hewan maskot Kota Balikpapan. Hewan-hewan yang terancam kepunahan tersebut di latih kembali menjadi hewan liar oleh para tim-tim Borneo Orangutan Survival. 

Perjalanan pertama saya menuju ke suaka beruang madu, disana begitu banyak Beruang Madu yang di rehabilitasi, begitu sedih karena satu hewan beruang madu tampak terlihat cacat, karena ulah manusia. Memang hewan-hewam yang berada di BOS adalah hewan yang telah diganggu kehidupannya oleh manusia tak bertanggung jawab. 

Selanjutnya saya pun beralih menuju ke area Orangutan atau yang disebut Pulau Orangutan. Disana kita tidak dapat melihat banyak Orangutan. Namun saya pun merasa senang karena bisa melihatnya walaupun tidak banyak dan dalam jarak yang jauh. Disana pula tersedia sekolah Orangutan dimana para tim BOS akan melatih Orangutan untuk bisa kembali hidup menjadi liar. Perasaan yang sangat terharu dan hebat kepada tim BOS yang bekerja untuk hewan-hewan yang terancam kepunahan ini.

Ini adalah pengalaman yang sangat berharga dan beruntung bagi saya karena sebenarnya BOS bukanlah tempat wisata umum. BOS Samboja ini memang bukan diperuntukkan sebagai tempat wisata melainkan tempat edukasi dsb. Namun, bagi anda yang ingin berkunjung kesini anda bisa langsung mendatangi dahulu dengan pihak BOS dijauh-jauh hari, terdapat pula fasilitas stay home atau samboja lodge bagi para pengunjung yang ingin bermalam di kawasan BOS yang masih berada di hutan alami kalimantan.



Pesona Pulau Gusung, Penajam Paser Utara.

Langit cerah kembali memberikan kami kesempatan untuk mengexplore Kalimantan bagian timur. Kali ini, saya mendapatkan kesempatan untuk mencari spot kegiatan snorkeling yang tidak jauh dari Balikpapan ataupun Penajam. Banyak yang tidak menyangka, bahwa perairan sekitar penajam ternyata menyimpan tempat wisata yang tidak kalah indah dari tempat lain. Pulau Gusung, menjadi salah satu tempat tujuan saya untuk melakukan snorkeling. Pulau yang hanya gugusan pasir saja ini hanya akan dapat dinikmati di siang hari atau saat air laut mengalami surut. Gusung yang terletak sekitar 1 jam dengan kapal dari dermaga Pelabuhan feri penajam ini memiliki air laut yang jernih.

Jernihnya air laut Pulau Gusung, Penajam Paser Utara.

Hari semakin terik, dan sayang dikala itu saya tidak bisa menikmati dengan totalitas akibat Pulau Gusung yang tidak terlalu nampak akibat air yang hanya surut sedemikian saja. Namun, saya tetap bersyukur dapat mengexplore pualu nan indah ini. Petualangan saya tidak hanya disitu saja, kami terus mengitari perairan sambil mencari spot snorkeling. Kami berhasil mendapatkan dua titik yang indah. Kami menemukan beberapa spot dengan terumbu karang yang indah beserta bintang laut bewarna biru.

Bintang Laut Biru di spot snorkeling perairan Balikpapan.
Namun tetap sayang, ditengah kegiatan snorkeling. Kami sangat kecewa, lantaran menemukan sampah-sampah termasuk botol plastik yang entah darimana sumbernya.

Salah satu botol plastik dari sekian botol yang kami temukan di permukaaan laut.
Hari semakin sore, derasnya arus laut membuat pertualangan kami pun selesai. Inilah bukti, bahwa alam memiliki sejuta keindahan. 

Salam Pesona Pulau Gusung, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur - Indonesia.
Tingginya pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap tingginya produksi sampah.


Sampah ialah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah juga semakin tinggi. Hal itu disebabkan karena manusia selalu menghasilkan sampah disetiap aktivitasnya baik dalam kegiatan rumah tangga, industri, pertanian dan sebagainya. 

Berikut dampak sampah terhadap lingkungan:

1. Pencemaran Udara
Sampah yang dibiarkan saja tanpa diolah dengan baik dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Sehingga, jika sampah yang menumpuk tersebut berada di daerah pemukiman, maka proses pengelolaan sampah dengan cara dibakar tentu saja akan terjadi. Proses pembakaran yang menghasilkan asap itulah dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

2. Pencemaran Tanah
Sampah yang dibiarkan menumpuk di lahan yang kosong juga dapat menimbulkan pencemaran tanah. Dimana, sampah organik atau anorganik atau mungkin juga mengandung bahan berbahaya (kimia) akan menyebabkan lingkungan di lahan tersebut menjadi rusak. Serta dapat menimbulkan permasalahan baru seperti Banjir.

3. Pencemaran Air
Rembesan sampah yang mungkin mengandung bahan berbahaya juga dapat menyebabkan pencemaran air. Dimana, rembesan dari sampah itu berpotensi mengalir ke aliran yang lebih rendah seperti sungai, parit maupun air di dalam tanah. Sehingga, akibat dari pencemaran tersebut bisa mengganggu kehidupan makhluk hidup di sungai atau sebagainya.

Pencemaran air akibat sampah.

Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan yang sepele tersebut. Solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat khususnya di daerah padat penduduk mengenai dampak sampah terhadap lingkungan, serta mengajak masyarakat untuk melakukan program 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) untuk menekan tingginya produksi sampah.


Sinar mentari pagi menyinari alam nusantara, tepat pada waktu itu adalah libur panjang. Tiba waktu saya untuk mengimplementasikan mimpi saya untuk menyapa surga tersembunyi di Selat Makassar. Sebuah selat yang membelah Kalimantan dan Sulawesi. Persiapan yang begitu matang bagi saya, tak lupa pula alat snorkeling sebagai peralatan yang tidak bisa saya lupakan. Tepat pukul 10 siang, bunyi mesin kapal yang tidak begitu besar berbunyi. Buritan kapal pun memberikan salam selamat tinggal dan sampai jumpa ke sisi dermaga Manggar Balikpapan, Kaltim. Terik matahari yang sangat menyengat tidak membuat saya untuk mengeluh.

12 Jam lamanya berada di tengah laut yang begitu luas. Tak sabar untuk menyapa surga yang bernama Balabalakang itu. Dan akhirnya jam menunjukkan pukul 9 malam. Sampailah di sebuah pulau tempat saya untuk melepaskan rasa letih. Walau kami tidak bisa melihat langsung keindahannya, saya tetap bersyukur karena telah sampai di pulau tersembunyi ini. Sambutan yang begitu hangat oleh warga sekitar yang mendiami pulau yang bernama Samataha ini.

Wefie di jembatan pantai pulau Samataha.

Waktu semakin larut, angin laut menusuk hingga tulang dan hujan pun turun di tengah terlelapnya diri dalam tidur. Mentari menunjukkan sinarnya perlahan demi perlahan. Saya pun langsung mencuri waktu ke pesisir Pantai Samataha, Walau awan menutupi matahari pagi ini. Saya masih bisa dapat menikmati alam yang indah ini. Awan semakin membuka dan memperlihatkan sang surya, beberapa teman pun memulai pagi hari dengan menikmati air laut Samataha yang jernih. Tak mau kalah pun, saya pun ikut terjun dan menyapa karang-karang indah dan ikan-ikan kecil.

Waktu menunjukkan pukul 10.30 WITA, perjalanan pun dimulai untuk mengeksplore keindahan Kep. Balabalakang. Pulau pertama kami adalah Sumanga, sebuah pulau tak berpenghuni yang menyimpan keindahan yang sungguh menakjubkan dengan pantai pasir putih dan tak kalah pula dengan karang yang indah.

Pulau Sumanga dari kejauhan.

Wefie bareng di Pulau Sumanga

Karangnya masih subur nih guys

Setelah itu kami menuju ke pulau selanjutnya yakni Anak Sumanga yang kali ini pulau kecil dan tidak berpenghuni. Lokasinya di belakang pulau Sumanga. Namun, untuk menuju ke pulau ini butuh banget adrenaline tinggi. Soalnya menuju ke pulau tersebut, kita akan melewati pertemuan dua arus yang menggelikan. So, siap2 antimo yah gaez..... Walau kita tidak dapat menikmati keindahan karang disini kami cukup puas dengan indahnya perpaduan warna laut biru muda dan biru tosca. Serta juga pasir yang super halus kayak tepung terigu.



Hari semakin siang matahari seperti diatas kepala. Sinar yang begitu terik dan membuat saya dan teman-teman pun bergegas untuk menuju ke sebuah pulau terakhir yang akan kami kunjungi yakni Popongan, sebuah pulau yang berpenghuni dan satu-satunya pulau di Kep. Balabalakang yang memiliki sinyal telkom untuk menelpon (wartel). Keindahan pulaunya juga tak kalah dengan lainnya dan kalian akan di sambut dengan kelincahan para penduduk dari pulau ini.





Tepat pukul 4 sore, kami pun kembali ke Samataha untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk pulang esok hari. Cukup singkat bagi kami untuk mengeksplore keindahan Balabalakang. Berat bagi saya untuk meninggalkan pulau ini. Semoga dilain waktu saya dapat menyapa kembali Surga yang tersembunyi ini. Sungguh sebuah pengalaman yang berharga dan tidak akan mungkin akan saya dapatkan di tempat lain.

Salam pesona Balabalakang untuk Indonesia...
Pertambahan penduduk berpengaruh terhadap penggunaan kendaraan bermotor.

Di zaman yang modern ini, aktivitas manusia tidak pernah lepas dari kemajuan teknologi. Kehidupan yang serba modern, menjadikan aktivitas manusia menjadi serba kompleks. Salah satunya adalah penggunaan kendaraan bermotor. Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kendaraan di Indonesia hingga tahun 2013 telah mencapai 104.118.969 unit kendaraan. Tentunya jumlah itu sudah sangat tinggi. Hal itu dikarenakan pula oleh tingginya pertumbuhan penduduk. Sehingga tingkat akan sifat konsumtif terhadap kendaraan bermotor juga semakin tinggi.

Memang, kendaraan bermotor sangat memudahkan kita dalam melakukan segala bentuk aktivitas kehidupan baik dalam bisnis maupun dalam hal lainnya. Namun, perlu kita sadari juga bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama dari pencemaran udara. Asap kendaraan bermotor yang kita hirup tersebut yakni gas karbon monoksida dan karbon dioksida secara berlebihan tentunya sangat membahayakan bagi kesehatan manusia.

Jadi, dapat kita pahami bahwa semakin lajunya akan tingkat pertumbuhan penduduk, maka tingkat pertambahan kendaraan bermotor juga akan semakin tinggi. Sehingga ketersediaan udara bersih juga akan semakin menipis akibat tingginya pencemaran udara dari asap kendaraan bermotor.

Maka dari itu, untuk mengendalikan tingginya penggunaan kendaraan bermotor agar tidak memberikan permasalah yang besar terhadap lingkungan. Solusi yang terbaik adalah menyediakan transportasi massal yang memadai. Serta melakukan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan tingginya gaya konsumtif terhadap penggunaan kendaraan bermotor. Apabila faktor tersebut sudah terlanjur tidak terkontrol, solusi yang terbaik adalah melakukan penghijauan kembali di daerah sekitar padatnya kendaraan bermotor dan melakukan uji emisi kendaraan setiap enam bulan sekali.



Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap lingkungan.

Manusia adalah makhluk hidup yang tidak bisa lepas dari alam. Seiring berjalannya waktu, laju pertumbuhan penduduk semakin tinggi sehingga membuat tuntutan kebutuhan hidup pun juga semakin tinggi. Namun, darimanakah manusia memenuhi kebutuhan hidup itu? ya, jelas sekali dengan mengekploitasi sumber daya alam.Tapi tahukah anda, bahwa pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi itu memberikan dampak terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam.

Berikut dampak lajunya pertumbuhan penduduk, antara lain:

1. Air Bersih
















Air merupakan sumber kehidupan. Tanpa adanya air manusia tidak dapat melangsungkan roda kehidupan. Meningkatnya jumlah penduduk membuat tingkat kebutuhan air bersih pun semakin tinggi. Sehingga, kelangkaan air bersih pun bisa saja timbul akibat pasokan air bersih yang sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan penduduk.

2. Ketersediaan Lahan
















Lajunya tingkat pertambahan penduduk juga membuat tingginya akan kebutuhan lahan baik untuk tempat tinggal, kegiatan industri, pertanian dan sebagainya. Jika populasi manusia lebih besar dengan jumlah lahan yang dibutuhkan maka, akan menyebabkan lahan yang semakin sulit untuk didapatkan.

3. Ketersediaan Pangan
















Manusia juga membutuhkan makanan untuk hidup sebagai sumber energi. Lajunya pertumbuhan penduduk membuat tingkat akan kebutuhan pangan juga akan semakin tinggi. Sehingga, jika ketersediaan pangan tidak dapat mencukupi kebutuhan. Maka, masalah kurang gizi di tengah masyarakat tidak mungkin tidak terjadi.

4. Pencemaran Lingkungan
















Tingginya jumlah penduduk juga membuat tingginya akan aktivitas manusia yang tentunya menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Dampak dari itu sendiri yakni pencemaran, yang meliputi:

- Pencemaran Udara
Gas buang dari kendaraan bermotor, asap pabrik kegiatan industri, dll.
- Pencemaran Tanah
Limbah-limbah rumah tangga, industri, pertanian, pasar, dll.
- Pencemaran Air
Limbah-limbah cair rumah tangga, industri, pertanian dll.

Oleh karena itu, permasalahan-permasalahan diatas tentu saja bisa dikendalikan dengan melakukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam langkah melakukan penekanan terhadap lajunya pertumbuhan penduduk seperti, lebih mendekatkan kembali program yang sudah ada yaitu KB (Keluarga Berencana) kepada masyarakat, Migrasi (perpindahan penduduk) serta pula meningkatkan pelayanan pendidikan agar keinginan perkawinan dini dapat ditekan. Dan melakukan program pelestarian lingkungan bersama masyarakat akibat dari pertumbuhan penduduk yang terlanjur tidak terkontrol seperti Reboisasi (Penghijauan kembali).