Showing posts with label other. Show all posts
Showing posts with label other. Show all posts
Rumah Pintar Astra dibangun di Kampung Berseri Astra, KM. 15 Karang Joang, Balikpapan. (foto: dok. pribadi)

Senyum lebar terpancar di wajah anak-anak Kampung Giri Rejo, Karang Joang Balikpapan, yang saya kunjungi beberapa pekan lalu. Wangi bebungaan menyeruak di antara anak-anak berbaju adat Dayak dengan beralaskan kaki saja, menari-nari di depan sebuah gapura bertuliskan "Kampung Berseri Astra".

Ya, jajaran anak-anak manis yang membawakan tarian khas Dayak ini tengah menunggu kedatangan Walikota Balikpapan Bpk H. M. Rizal Effendi beserta rombongan dalam rangka peresmian Rumah Pintar Astra. Anak-anak ini sungguh beruntung karena kotanya, Balikpapan, menjadi kota ke-20 yang terpilih untuk didirikan Rumah Pintar Astra dalam rangkaian Inspirasi 60 Tahun Astra yang digelar pada 19-21 Mei 2017 di Balikpapan.

Peresmian Rumah Pintar Astra oleh Bpk. H. M. Rizal Effendi (Walikota Balikpapan), Bpk. James Modouw (Staff Ahli Kementrian Pendidikan), Bpk. Gidion Hasan (Direktur PT Astra International Tbk). (foto: dok. pribadi)

Rumah Pintar Astra ini dibangun di kawasan Kampung Giri Rejo, Karang Joang, Balikpapan, yang mana merupakan kampung yang dipilih Astra untuk dibina sebagai Kampung Berseri Astra. Kampung yang berada sekitar 15 kilometer dari jarak pusat kota ini memiliki warna tersendiri. Dihuni oleh masyarakat pendatang dari berbagai daerah, yakni Jawa dan Sulawesi, membuat Karang Joang istimewa.

Bisa dibilang Karang Joang ini adalah miniaturnya Indonesia. Baik pendatang maupun masyarakat aslinya dapat hidup saling berdampingan dengan rukun. Sayangnya kerukunan ini belum membawa Karang Joang menjadi dusun yang modern, seperti dusun-dusun di sekitarnya. Selain minimnya akses transportasi, kurangnya fasilitas pendidikan juga jadi salah satu pemicu ketertinggalan Karang Joang.

Namun masyarakat kini bisa bermimpi lebih tinggi setelah hadirnya Rumah Pintar yang digagas PT Astra International Tbk. Astra menyediakan ratusan buku yang dapat masyarakat nikmati, juga deretan komputer untuk menunjang kegiatan sehari-hari para warga. Keberadaan komputer ini cukup spesial buat masyarakat. Ya, maklum karena jaraknya yang jauh ke kota membuat masyarakat setempat jarang mengakses komputer dan internet.

Selain mendirikan Rumah Pintar, Astra juga menyulap dusun atau kampung ini jadi lebih indah, lho. Dengan mengubahnya menjadi Kampung Berseri Astra, warga di sini mendapat bimbingan dan bantuan untuk mengembangkan potensinya. Salah satunya adalah pelatihan penanaman hidroponik, tanaman toga, pengembangan bibit lele hingga produksi kain majun.

Para murid-murid sekolah dasar yang menggunakan fasilitas komputer yang terdapat di Rumah Pintar Astra. (foto: dok. pribadi)

Bpk. H. M. Rizal Effendi bersama tim Astra dan murid-murid sekolah dasar di ruang baca Rumah Pintar Astra. (foto: dok. pribadi)

Komunitas 1000 guru turut hadir dalam peresmian Rumah Pintar Astra tersebut. (foto: dok. pribadi)

Murid-murid dari berbagai sekolah dasar di Balikpapan turut hadir dalam mengikuti rangkaian perlombaan acara peresmian Rumah Pintar Astra di SD Kampung Giri Rejo. (foto: dok. pribadi)

Saya berkesempatan melihat sendiri peresmian Rumah Pintar Astra di Kampung Berseri Astra (Kampung Giri Rejo). Anak-anak terlihat sangat antusias melihat bangunan yang terletak di bagian paling depan Kampung Giri Rejo itu. Selain bisa digunakan untuk belajar bersama, Ruman Pintar ini juga bisa menjadi tempat diskusi yang asik untuk mereka karena memang dibuat dengan sangat nyaman (ya, mirip-mirip working space).

Kampung Berseri Astra sendiri saat ini sudah tersebar di 20 provinsi dengan total 54 kampung dan 20 Rumah Pintar Astra yang telah tersebar di 9 provinsi di Indonesia yakni Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Semoga dengan hadirnya Rumah Pintar dan Kampung Berseri Astra ini bisa membuat teman-teman Balikpapan lebih bersemangat untuk memajukan kawasannya. Termasuk saya juga ^_^.
Muhammad Aripin, Wirausahawan Kreatif Penerima SATU Indonesia Awards 2016 (foto: dok. pribadi)

Dilahirkan dari keluarga kur
ang berada, dengan sang Ayah yang hanya berprofesi sebagai tukang becak dan pengepul sampah, Muhammad Aripin (29) sudah kenyang dengan asam garam hidup.

Kisah jatuh bangun kehidupannya inilah yang mendorongnya membangun Yayasan Rumah Pintar dan Kreatif. Pun tak mudah membangun yayasan ini, pengusiran hingga ancaman pernah ia alami demi mempertahankan yayasan ini.

Beruntung sekali saya berkesempatan mengunjungi salah satu tulang punggung kehidupan Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar, yang Aripin namakan Bengkel Kreatif.

Aripin (29) merupakan salah satu pria asal Banjarmasin yang menginspirasi. Aripin sosok anak muda sukses dan kreatif dalam membangun sebuah bisnis kerajinan dengan memanfaatkan sampah dan limbah kayu menjadi sebuah barang yang bernilai ekonomis. Ia mendirikan sebuah Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar.

Tak hanya itu, ia juga menularkan bakatnya kepada para anak-anak jalanan yang kurang mampu, ke masyarakat sekitar bahkan warga binaan Lapas Banjarmasin.  Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi Aripin untuk melihat kegiatan-kegiatan beliau dan anak-anak binaannya, walau dengan waktu yang begitu singkat selepas mendarat di Banjarmasin.

Saya bersama Blogger Wira Nurmansyah langsung menjemput Aripin di Gallery Dekranasda Banjarmasin di kawasan Menara Pandang yang kebetulan sedang diadakan Pelatihan Pembuatan Merchandise dan Pengolahan Bahan Limbah Kayu Dalam Rangka Penciptaan Wira Usaha Baru Kepariwisataan 2017.


Di Gallery Dekranasda inilah karya-karya Aripin dan kawan-kawan dipamerkan dan dipasarkan, mulai dari miniatur kapal hingga kain Sasirangan. (foto: dok. pribadi)





Setelah itu, saya diajak untuk mengunjungi Lembaga Permasyarakatan Banjarmasin yang kebetulan juga merupakan tempat Aripin membagikan ilmunya dalam membuat kerajinan tangan.

Sesampai di Lapas, suasana yang tadinya agak sedikit menyeramkan ternyata menjadi begitu santai setelah melihat warga binaan yang sedang asyik belajar membuat kerajinan tangan. Beberapa hasil kerajinan yang telah mereka buat pun dipajang di salah satu kantor Lapas tersebut.

Warga Lapas Banjarmasin Sedang Membuat Produk Kreatif Sandal dari kain Sasirangan. (foto: dok. pribadi)

Produk-produk Sandal dari kain Saringan Warga Lapas Banjarmasin. (foto: dok. pribadi)

Aripin memperkerjakan para mantan warga binaan lapas yang ia percayai. Biasanya mereka diberi pekerjaan seperti membuat kursi, meja,
dan furnitur lainnya untuk kebutuhan rumah tangga.

Bengkel Kreatif, Usaha Milik Aripin. (foto: dok. pribadi)

Setelah mengunjungi Lapas, kembali kami menuju ke salah satu Kampung Handycraft
binaaan Aripin yakni Parca Sasirangan. Uniknya, kampung Handycraft yang satu ini didominasi oleh ibu-ibu.

Aktivitas Masyarakat di Kampung Handycraft Parca Sasirangan. Tampak para ibu-ibu bersemangat membuat gantungan Kunci. (foto: dok. pribadi)

Hari mulai siang. Kami melanjutkan perjalanan menuju tempat selanjutnya. Di saat sedang dalam perjalanan, Aripin sedikit menceritakan kisah-kisah perjuangannya mendirikan Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar yang merupakan cita-cita dari kedua almarhum orang tuanya.

Kunjungan terakhir kami adalah ke Workshop dan Gallery Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar milik Aripin. Sebuah bangunan sederhana yang katanya merupakan bangunan bekas puskesmas ini menyimpan banyak hasil produk-produk karya Aripin dan anak-anak binaannya. Di tempat inilah Aripin juga mendidik anak-anak jalanan yang kurang mampu untuk membuat kerajinan tangan.

Beberapa foto produk-produk Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar. Keren banget… (foto: dok. pribadi)







Produk-produk dari Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar ini telah terjual hingga ke mancanegara melalui media online.

SEMPAT TERLIBAT JARINGAN BISNIS BARANG-BARANG TERLARANG, ZAINAL KINI MAJU DAN BERKARYA BERSAMA ARIPIN.

Zainal, anak didik Aripin dalam mengembangkan usaha kreatifnya. (foto: dok. pribadi)

Zainal… anak muda bertubuh besar ini memiliki semangat yang juga besar dalam membangun lingkungan sekelilingnya. Ia merupakan salah satu anak didik Aripin dalam membesarkan Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar.

Beruntung sekali bisa bertemu dengan Zainal, ia bercerita kepada saya bahwa ia dahulu adalah anak yang suka keluar rumah dan jarang sekali untuk pulang. Bahkan, ia tidak ingin lagi tinggal di rumah.

Hidup di jalanan yang begitu keras, ia bahkan pernah terlibat dalam menjual barang-barang terlarang. Namun, tak disengaja ia dipertemukan dengan Aripin yang mengajaknya bergabung di Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar.

---

Aripin merupakan sosok anak muda yang memberikan inspirasi bagi saya bahwa ilmu jangan hanya dinikmati sendiri, tetapi kalau bisa ditularkanlah kepada mereka yang kurang beruntung. Dalam acara Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards di Balikpapan, Aripin mengajak para mahasiswa dan masyarakat Kalimantan Timur untuk terus berkarya dan mau menularkan karyanya kepada orang lain. Dia juga berharap ke depannya akan ada anak muda lainnya dari Kalimantan yang terpilih menjadi penerima SATU Indonesia Awards.

Apa itu SATU Indonesia Awards? Info lengkapnya dapat kalian cek di www.satu-indonesia.com dan saat ini juga masih dibuka pendaftaran untuk SATU Indonesia Awards 2017 hingga 10 Agustus 2017.



YAYASAN RUMAH KREATIF DAN PINTAR
ALAMAT: JL. SUTOYO S BANJARMASIN
WHATSAPP: 081253863668
INSTAGRAM: RUMAHKREATIFDANPINTAR74
FACEBOOK: RUMAH KREATIF

“Bagaimana Balikpapan memberikan inspirasi dalam membangun kota penuh prestasi” (foto: dok. pribadi)


Kota Balikpapan atau dijuluki Kota Minyak adalah sebuah kota kecil yang berada di pintu gerbang Kalimantan Timur. Kota yang memiliki luas sekitar 503,3 km² ini berdiri pada 10 Februari 1897 yang mana merupakan tanggal peristiwa pengeboran pertama sumur minyak di Balikpapan. Sebagai kota industri yang berwawasan lingkungan, Balikpapan telah menelurkan begitu banyak berbagai raihan-raihan prestasi baik di kancah provinsi, nasional dan bahkan internasional. Berbagai bidang penghargaan juga telah diraih oleh Balikpapan mulai dari lingkungan hingga pelayanan public. Kota Balikpapan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di dunia (The Most Loveable City) versi World Wildlife Fund (WWF) pada April 2015 lalu. Dan di tahun yang sama pula Balikpapan kembali dinobatkan sebagai kota paling nyaman dan layak huni di Indonesia versi survei Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP). Hal itulah yang membuat Balikpapan menjadi salah satu Inspirasi 60 Tahun Astra Satu Indonesia.

Taman Adipura Balikpapan salah satu ikon kota. (foto: dok. pribadi)
Balikpapan biasa disebut sebagai miniatur Indonesia karena hampir semua suku/etnis ada di Balikpapan ini seperti Medan, Sunda, Madura, Surabaya, Banjar, Bugis, Maluku bahkan Papua. Namun, mereka semua membaur menjadi satu di Balikpapan dan menjunjung tinggi kebhinekaan serta bersama-sama bahu membahu membangun Balikpapan menjadi penuh prestasi.

Yuk, mari lihat beberapa keistimewaan Balikpapan yang membuat kota yang bermaskot Beruang Madu ini menjadi kota yang penuh inspirasi:


1. Kota Dengan Lingkungannya yang Bersih




Hutan yang masih alami di kawasan jantung kota Balikpapan. (foto dok. pribadi)


Kawasan jalur hijau di Balikpapan. (foto: dok. pribadi)

Lingkungan kota Balikpapan tetap asri dan hijau. Walau merupakan kota industri, namun Balikpapan masih tetap menjaga hutan alaminya yang masih dapat kita rasakan di tengah-tengah kota (hutan kota). Tentunya hal tersebut merupakan peran kontribusi dari pemerintah terutama walikota Balikpapan Bpk. Rizal Effendi yang terus merangkul masyarakat Balikpapan untuk benar-benar menjaga akan lingkungannya. Serta juga para petugas kebersihan Balikpapan yang sudah melakukan tugasnya mulai dari subuh hingga sore hari. Bahkan, di Balikpapan sendiri juga sudah banyak sekali komunitas-komunitas yang dibentuk oleh para masyarakat yang peduli akan lingkungan. Oleh karena itu, tak heran jika Balikpapan terus meraih prestasi di bidang kebersihan mulai dari tingkat provinsi, nasional dan bahkan tingkat internasional.

2. Lalu Lintas Balikpapan Tertata Rapi Loh


Lalu lintas Balikpapan yang Terlihat Rapi (foto: dok. pribadi)


Trotoar di Kawasan Balikpapan Permai yang Layak Bagi Pejalan Kaki. (foto: dok. pribadi)

Bosan dengan macet yang gak ada habisnya, yuk berkeliling kota Balikpapan. Memiliki ruas jalan yang lancar walau agak sedikit padat namun lalu lintas tetaplah tertata rapi. Angkutan kota di Balikpapan juga rapi sehingga membuat sebagian masyarakat Balikpapan masih betah untuk menggunakan jasa angkutan umum. Bagi pejalan kaki, Balikpapan cukup ramah. Terlihat trotoar di sepanjang jalanan di Kota Balikpapan pun juga rapi, bersih dan bebas PKL. Lalu lintas yang tertata rapi juga tercipta berkat dari kontribusi bersama antara pihak pemerintah, intansi terkait hingga masyarakat Balikpapan khususnya pengguna lalu lintas yang sadar akan keselamatan dalam berlalu lintas. Oleh karena itu, tak heran pula jika Balikpapan meraih penghargaan Indonesia Road Safety Award (IRSA 2016).


3. Balikpapan Juga Punya Objek Wisata Menarik Loh


Objek Wisata Balikpapan yang Menarik. (foto. dok pribadi)
Salah satu objek wisata pantai yang berada di pusat kota Balikpapan. (foto: dok. pribadi)


Untuk menghilangkan penat dari aktivitas seharian. Balikpapan juga punya tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi sekedar refreshing atau bahkan berkumpul bersama keluarga. Salah satunya yang terkenal ada Penangkaran Buaya di Teritip, dimana kita akan melihat buaya dari yang masih anak-anak hingga dewasa. Selain itu Balikpapan juga memiliki pantai-pantai yang bersih dan indah mulai dari Manggar, Lamaru dan bahkan juga ada yang di pusat kota yaitu pantai Kemala, Monpera, Banua Patra dan Melawai. Objek wisata lainnya juga ada Kawasan Agrowisata KM.23, Kebun Raya Balikpapan dan yang terbaru dan unik juga ada Kampung Warna-warni Teluk Seribu.


4. Fasilitas dan Pelayanan Publik Memadai.


Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. (foto: dok. pribadi)
Memiliki fasilitas dan pelayanan publik yang memadai adalah harapan semua masyarakat Balikpapan. Usaha dan kepedulian dari pihak pemerintah untuk kenyamanan warganya terus dilakukan. Salah satu fasilitas yang terbaik yang dimiliki masyarakat Balikpapan adalah Bandar Udaranya yang terlihat sangat mewah dan minimalis. Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Bandara yang ramah dan pelayanan terbaik ke 6 di dunia. Bandara ini juga merupakan bandara yang hemat energi dan ramah lingkungan buktinya terdapat beberapa lampu yang telah menggunakan LED dan tenaga surya serta juga memiliki taman pohon di dalam area bandara. Selain itu juga, Balikpapan memiliki call center layanan darurat (112) untuk melayani masyarakat. Oleh karena itu, tak heran jika Balikpapan terus mendapatkan pujian dan prestasi dari kancah nasional hingga internasional.

Oleh karena itu, keberagaman masyarakat bukanlah sebuah halangan bagi kita untuk tetap menciptakan keharmonisan. Balikpapan merupakan miniaturnya Indonesia yang tetap menjunjung tinggi kebhinekaan dan tetap menjaga kondusivitas. Buktinya, Balikpapan telah meraih prestasi dari berbagai sector bidang. Sehingga kota Balikpapan dapat terus menginspirasi untuk Indonesia melalui prestasi-prestasinya.

60 TAHUN INSPIRASI ASTRA SATU INDONESIA





Dengan Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) merupakan langkah nyata dari Grup Astra untuk berperan aktif, serta memberikan kontribusi meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia melalui karsa, cipta dan karya terpadu untuk memberikan nilai tambah bagi kemajuan bangsa Indonesia. Pada prinsipnya di mana pun instalasi Astra berada, harus memberikan manfaat.

PROGRAM KAMPUNG BERSERI ASTRA - BALIKPAPAN


Gapura Gang Jl. Giri Rejo 1 Karang Joang, Balikpapan Utara, (Kampung Astra Berseri). (foto: dok. pribadi)

Konsistensi Astra dalam memberikan kontribusi terhadap bangsa khususnya di Kota Balikpapan pun sudah sangat terlihat. Salah satunya adalah menghadirkan perkampungan maju yang terlihat di perkampungan RT 25, 26, 28, 29 dan 30 di Jalan Giri Rejo I, Kelurahan Karang Joang Km.15 Kec. Balikpapan Utara. Komitmen Astra dalam mewujudkan sebuah kampung yang sehat, cerdas dan produktif dilakukan mulai tahun 2015 yang lalu hingga sekarang. Pada awalnya, kampung ini didiami oleh para suku jawa. Namun, seiring dengan berjalannya waktu kampung yang berada sekitar 15 KM dari pusat kota ini didiami oleh para perantau dari berbagai suku di Indonesia salah satunya sulawesi yang membaur dan menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat di kampung ini. Hadirnya Astra di kampung ini telah memberikan dampak yang sangat besar kepada masyarakat salah satunya yakni pada perbaikan dan penataan jalan di wilayah kampung yang diberi nama Kampung Astra Berseri ini.


Suasana Jalana di Kampung Astra Berseri yang Bersih, Rapi Serta Penambahan
Beberapa Tanda Seperti Zebra Cross. (foto: dok. pribadi)

Suasana Jalanan di Kampung Astra yang Tertata Rapi dan Lengkap
dengan Portal. (foto: dok. pribadi)


Pada program kampung Astra Berseri ini, Astra Group memberikan kontribusi sosial di 4 sektor yakni sektor pendidikan, memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang simulasi safety riding, yang mana mendidik masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas serta juga ada pembinaan sekolah dasar (SD). Pada sektor kewirausahaan (UKM), beberapa masyarakat diberikan modal seperti alat produksi kain majun yang mana mereka dibimbing dalam produksi kain majun tersebut. Selain itu juga ada budidaya ikan lele.


Salah Satu Rumah Produksi Kain Majun Binaan Astra di Kampung Astra Berseri
Kel. Karang Joang Balikpapan. (foto: dok. pribadi)

Mesin Produksi Kain Majun Milik Salah Satu Warga Kampung Astra Berseri. (foto: dok. pribadi)


Kawasan Budidaya ikan lele di RT. 26 Kampung Binaan Astra (foto: dok. pribadi)

Kemudian dalam upaya menciptakan masyarakat yang peduli akan lingkungan, Astra memberikan kontribusi pada sektor lingkungan seperti mengembangkan bank sampah, gotong royong, penghijauan, hidroponik serta juga penanaman toga "ASTRA TOGA" (tanaman obat warga kampung berseri astra).


Astra Toga salah satu kebun tanaman toga
di kampung binaan Astra di Giri Rejo Balikpapan. (foto: dok. pribadi)
Pada sektor kesehatan yakni pendampingan posyandu dimana setiap bulan sekali setiap tanggal 16 akan ada penimbangan bayi dan pemberian vitamin.


Posyandu Cempaka 26 di Kampung Astra Berseri. (foto: dok. pribadi)

Kampung berseri Astra di KM. 15 ini pun juga merupakan target Astra bersama pihak pemerintah Balikpapan dalam menjadikan sebuah kampung ekowisata.

Hadirnya Astra dalam program CSR ini telah banyak membantu masyarakat di kampung tersebut. Masyarakat menjadi dapat hidup dengan lebih baik lagi, mereka juga dapat hidup lebih mandiri.

Dengan inspirasi 60 tahun Astra yang selalu turut dalam berkontribusi sosial untuk membangun Indonesia, Grup Astra berharap kepada masyarakat untuk tetap menjaga keharmonisan dalam keberagaman dan ikut termotivasi untuk tetap terus membangun Indonesia dengan prestasi. Karena tanpa prestasi Balikpapan tak akan menginspirasi.


Salam Inspirasi, Satu Indonesia...


Video Suasana Kampung Astra Berseri dan Wawancara Salah Satu Warga




Rapper asal Samarinda turut dalam meramaikan penutupan Kaltim Population Festival 2016 di Mall SCP, Samarinda.

Kaltim Population Festival (KPF) 2016 berlangsung meriah. Event yang diadakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kaltim ini digelar di Kantor Perwakilan BKKBN Kaltim dan Mall Samarinda Center Plaza (SCP) dari tanggal 31 Mei - 4 Juni 2016 . Kegiatan yang mengagendakan berbagai jenis lomba ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai jenjang, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga umum dan berbagai daerah di Kalimantan Timur. Kaltim Population Festival sendiri merupakan rangkaian event yang diselenggarakan tiap tahun oleh BKKBN Kaltim. Berbagai lomba diselenggarakan oleh panitia KPF dengan topik yang dibawakan yakni Pengaruh Pertambahan Penduduk Terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam.

Berikut daftar kategori yang diperlombakan di KPF 2016:

Lomba Komik
Lomba Blog
Lomba Poster
Lomba Vocal Grup
Lomba Film Pendek
Lomba Pidato
Lomba Karya Tulis
Lomba Rangking 1
*hingga saat ini blogmazrizal belum mendapatkan informasi lengkap nama-nama pemenang.

Dari beberapa lomba saja, mereka yang berhasil juara I akan mewakili kaltim di tingkat nasional.
Tingginya pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap tingginya produksi sampah.


Sampah ialah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah juga semakin tinggi. Hal itu disebabkan karena manusia selalu menghasilkan sampah disetiap aktivitasnya baik dalam kegiatan rumah tangga, industri, pertanian dan sebagainya. 

Berikut dampak sampah terhadap lingkungan:

1. Pencemaran Udara
Sampah yang dibiarkan saja tanpa diolah dengan baik dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Sehingga, jika sampah yang menumpuk tersebut berada di daerah pemukiman, maka proses pengelolaan sampah dengan cara dibakar tentu saja akan terjadi. Proses pembakaran yang menghasilkan asap itulah dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

2. Pencemaran Tanah
Sampah yang dibiarkan menumpuk di lahan yang kosong juga dapat menimbulkan pencemaran tanah. Dimana, sampah organik atau anorganik atau mungkin juga mengandung bahan berbahaya (kimia) akan menyebabkan lingkungan di lahan tersebut menjadi rusak. Serta dapat menimbulkan permasalahan baru seperti Banjir.

3. Pencemaran Air
Rembesan sampah yang mungkin mengandung bahan berbahaya juga dapat menyebabkan pencemaran air. Dimana, rembesan dari sampah itu berpotensi mengalir ke aliran yang lebih rendah seperti sungai, parit maupun air di dalam tanah. Sehingga, akibat dari pencemaran tersebut bisa mengganggu kehidupan makhluk hidup di sungai atau sebagainya.

Pencemaran air akibat sampah.

Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan yang sepele tersebut. Solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat khususnya di daerah padat penduduk mengenai dampak sampah terhadap lingkungan, serta mengajak masyarakat untuk melakukan program 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) untuk menekan tingginya produksi sampah.
Pertambahan penduduk berpengaruh terhadap penggunaan kendaraan bermotor.

Di zaman yang modern ini, aktivitas manusia tidak pernah lepas dari kemajuan teknologi. Kehidupan yang serba modern, menjadikan aktivitas manusia menjadi serba kompleks. Salah satunya adalah penggunaan kendaraan bermotor. Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kendaraan di Indonesia hingga tahun 2013 telah mencapai 104.118.969 unit kendaraan. Tentunya jumlah itu sudah sangat tinggi. Hal itu dikarenakan pula oleh tingginya pertumbuhan penduduk. Sehingga tingkat akan sifat konsumtif terhadap kendaraan bermotor juga semakin tinggi.

Memang, kendaraan bermotor sangat memudahkan kita dalam melakukan segala bentuk aktivitas kehidupan baik dalam bisnis maupun dalam hal lainnya. Namun, perlu kita sadari juga bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama dari pencemaran udara. Asap kendaraan bermotor yang kita hirup tersebut yakni gas karbon monoksida dan karbon dioksida secara berlebihan tentunya sangat membahayakan bagi kesehatan manusia.

Jadi, dapat kita pahami bahwa semakin lajunya akan tingkat pertumbuhan penduduk, maka tingkat pertambahan kendaraan bermotor juga akan semakin tinggi. Sehingga ketersediaan udara bersih juga akan semakin menipis akibat tingginya pencemaran udara dari asap kendaraan bermotor.

Maka dari itu, untuk mengendalikan tingginya penggunaan kendaraan bermotor agar tidak memberikan permasalah yang besar terhadap lingkungan. Solusi yang terbaik adalah menyediakan transportasi massal yang memadai. Serta melakukan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan tingginya gaya konsumtif terhadap penggunaan kendaraan bermotor. Apabila faktor tersebut sudah terlanjur tidak terkontrol, solusi yang terbaik adalah melakukan penghijauan kembali di daerah sekitar padatnya kendaraan bermotor dan melakukan uji emisi kendaraan setiap enam bulan sekali.



Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap lingkungan.

Manusia adalah makhluk hidup yang tidak bisa lepas dari alam. Seiring berjalannya waktu, laju pertumbuhan penduduk semakin tinggi sehingga membuat tuntutan kebutuhan hidup pun juga semakin tinggi. Namun, darimanakah manusia memenuhi kebutuhan hidup itu? ya, jelas sekali dengan mengekploitasi sumber daya alam.Tapi tahukah anda, bahwa pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi itu memberikan dampak terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam.

Berikut dampak lajunya pertumbuhan penduduk, antara lain:

1. Air Bersih
















Air merupakan sumber kehidupan. Tanpa adanya air manusia tidak dapat melangsungkan roda kehidupan. Meningkatnya jumlah penduduk membuat tingkat kebutuhan air bersih pun semakin tinggi. Sehingga, kelangkaan air bersih pun bisa saja timbul akibat pasokan air bersih yang sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan penduduk.

2. Ketersediaan Lahan
















Lajunya tingkat pertambahan penduduk juga membuat tingginya akan kebutuhan lahan baik untuk tempat tinggal, kegiatan industri, pertanian dan sebagainya. Jika populasi manusia lebih besar dengan jumlah lahan yang dibutuhkan maka, akan menyebabkan lahan yang semakin sulit untuk didapatkan.

3. Ketersediaan Pangan
















Manusia juga membutuhkan makanan untuk hidup sebagai sumber energi. Lajunya pertumbuhan penduduk membuat tingkat akan kebutuhan pangan juga akan semakin tinggi. Sehingga, jika ketersediaan pangan tidak dapat mencukupi kebutuhan. Maka, masalah kurang gizi di tengah masyarakat tidak mungkin tidak terjadi.

4. Pencemaran Lingkungan
















Tingginya jumlah penduduk juga membuat tingginya akan aktivitas manusia yang tentunya menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Dampak dari itu sendiri yakni pencemaran, yang meliputi:

- Pencemaran Udara
Gas buang dari kendaraan bermotor, asap pabrik kegiatan industri, dll.
- Pencemaran Tanah
Limbah-limbah rumah tangga, industri, pertanian, pasar, dll.
- Pencemaran Air
Limbah-limbah cair rumah tangga, industri, pertanian dll.

Oleh karena itu, permasalahan-permasalahan diatas tentu saja bisa dikendalikan dengan melakukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam langkah melakukan penekanan terhadap lajunya pertumbuhan penduduk seperti, lebih mendekatkan kembali program yang sudah ada yaitu KB (Keluarga Berencana) kepada masyarakat, Migrasi (perpindahan penduduk) serta pula meningkatkan pelayanan pendidikan agar keinginan perkawinan dini dapat ditekan. Dan melakukan program pelestarian lingkungan bersama masyarakat akibat dari pertumbuhan penduduk yang terlanjur tidak terkontrol seperti Reboisasi (Penghijauan kembali).