Balikpapan masih punya hutan?

Emang beberapa tahun terakhir ini, hutan di Balikpapan udah mulai banyak yg gundul akibat pembukaan lahan untuk perumahan, industri dll.

Namun apakah masih bisa untuk camping di tengah hutan di Kota Balikpapan ini? yap ternyata masih ada hutan yang terjaga di kota ini. Salah satunya ada Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan di Inhutani KM.10 Balikpapan.

Alasan komunitas MTMA Balikpapan East Borneo memilih mengadakan camping di Taman Wana Wisata Inhutani ini karna pernah menjadi wisata andalan kota Balikpapan. Untuk itu MTMA ingin kembali menostalgiakan masyarakat khususnya Balikpapan akan era jayanya wisata kebun binatang mini pada tahun 90an ini.

Namun, terlihat sekarang kawasan ini menjadi kawasan yang terbengkalai kondisinya dan dibiarkan begitu saja. Tampak beberapa kandang besi masih terlihat disini.

Teman-teman Komunitas My Trip My Adventure Balikpapan East Borneo akhirnya berinisiatif untuk mengangkat kawasan ini kembali menjadi daerah berpotensi wisata karna masih memiliki view yang indah dan suasana hutan Kalimantan. Ditambah dengan sebuah jalanan yang keren di tengah kalasan Inhutani ini.

Yuk lihat keseruan camping di tengah hutan di Inhutani KM.10 Balikpapan, Kalimantan Timur








Foto di Spot Foto Samantha Project
Sharing Diskusi Dari Fokus Balikpapan / Kopi Sahabat dan Ketua MTMA Balikpapan East Borneo Sekaligus Orangutan Odysseys



Pemberian Cinderamata dari MTMA Kalimantan Selatan dan MTMA Tanah Bumbu

Seluruh Peserta Borneo Surpris3
Sampai jumpa di camping selanjutnya...

#borneosurpris3 #genpi #genpikaltim #pesonaindonesia #genpiid #genpico


Wah udah di cerita terakhir saya nih dalam perjalanan ke desa Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Setelah dua hari menikmati desa berbudaya ini. Akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke kota karna sudah banyak pekerjaan yang saya tinggalkan.

Sebelumnya simak cerita perjalanan sebelumnya disini

Melihat Persiapan Festival Hudoq di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur - Vol. 1
Mengaraang, Menari Sampai Pagi di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu Vol. 2
Rekor Dunia MURI Untuk Hudoq Terbanyak di Ujoh Bilang Vol. 3

Hari terakhir, tentunya saya gak mau ngelewatin moment kali ini di desa yang berada di pinggir sungai Mahakam. Setelah kehilangan cukup banyak file-file foto dan video di memori kamera. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan kembali memori tersebut dan berharap masih bisa direcovery untuk file hari sebelumnya.

Suasana desa masih ramai, namun sudah tidak terlihat lagi hudoq-hudoq di pagi hari. Kini saya mencoba menyusuri kampung ini walau hanya sejam untuk menikmati terakhir kalinya desa Ubil di tahun ini. Semoga tahun depan bisa main kesini lagi deh.

Berikut adalah foto-foto yang saya potret dihari terakhir di Ujoh Bilang


Sarapan Nasi Kuning Telur
























BEGASING, PERMAINAN TRADISIONAL KHAS MAHAKAM ULU

Setelah berkeliling melihat sekitar kegiatan aktivitas warga di desa. Saya kembali ke lapangan untuk melihat aktivitas begasing. Merupakan permainan tradisional yang udah tidak terlihat lagi di kota. Permainan ini sama dengan gasing-gasing tradisional pada umumnya.

Dimainkan dengan cara melilitkan tali pada badan gasig yang terbuat dari kayu benggeris atau juga kayu ulin. Kemudian dilemparkan ke permukaan tanah.

Permainan ini dinikmati oleh berbagai kalangan baik anak-anak hingga orang dewasa.

Begasing





MILIR..

Terima kasih Ujoh Bilang, desa berbudaya yang membuat saya terkagum dengan kearifan lokalnya yang masih terjaga hingga saat ini.

Selanjutnya saya pulang menggunakan speed boat ke Tering dan melanjutkan perjalanan ke Balikpapan via pesawat udara melalui Samarinda dahulu.

Moment seorang anak dan ibu yang mengantarkan keluarganya yang akan milir
Berada di atas speed boat bersama warga Mahakam Ulu yang hendak Milir.

Tering (Melak, Kutai Barat)

Terima Kasih Mahakam Ulu, salah satu daerah yang paling saya favoritkan dalam destinasi kegiatan travelling saya di tahun ini.

#GENPI
#GENPIKALTIM
#PESONAINDONESIA
Rekor Dunia Indonesia Dengan Hudoq Terbanyak di Mahakam Ulu.
Setelah menikmati tradisi mengaraang di malam hari, saya akan melanjutkan cerita saya di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu. Kali ini hari memasuki kedua, dan puncak festival hudoq dengan hudoq terbanyak Rekor Dunia Muri.

Cerita sebelumnya bisa kamu baca disini

Melihat Persiapan Festival Hudoq di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu Vol. 1

Mengaraang, Menari Sampai Pagi di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu Vol. 2


Ini adalah hari kesialan sebenarnya bagi saya, tapi tentunya saya tak merasa kecewa atas kesialan tersebut. Bagaimana tidak? seluruh dokumentasi saya dihari kedua hilang setelah keteledoran saya mengcopy file ke macbook. Untung saja beberapa stock foto bisa kembali walau seluruh video tidak ada yg ter recovery.

Mungkin saya tidak akan membahas itu panjang-panjang, karna saya tidak mau menceritakan keteledoran saya itu sebenarnya.

Lanjut ...

Pagi hari pertama saya di Ujoh Bilang, Suasana cukup sejuk di pagi hari. Yah walaupun siangnya tetap saja panas dan gerah disini. Tapi, ini adalah hari dimana saya menunggu-nunggu acara ini. Yap, festival hudoq dengan hudoq terbanyak.

Pagi hari sebenarnya saya melakukan hunting ke beberapa tempat seperti rumah-rumah warga dan sekolah-sekolah *dokumentasinyailang

Tampak saya juga memasuki ke rumah-rumah warga untuk melihat persiapan mereka dalam menyambut festival ini. Terlihat para anak-anak ada yang pulang sekolah untuk bersiap pula menonton festival ini. Dan penari yang terlibat tampak sibuk menyiapkan fisik mereka dan tutur hudoqnya.

Waktu beranjak siang, panas yang terik dan kulit makin menggosong. Saya bersiap-siap menunggu kedatangan para penari hudoq asal dari berbagai desa di Mahakam Ulu. Tampak beberapa kapal kayu sudah terlihat dari kejauhan mengantarkan para penari hudoq untuk mengantarkan mereka ke dermaga.

Mereka menari dari Dermaga menuju Lapangan dengan mengitari.
























































Puncak acara festival yang sangat luar brasa dan bikin susah move on, tahun depan wajib buat kesini lagi. So, sampai jumpa di cerita selanjutnya di hari terakhir di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur

#Genpi
#GenpiKaltim