Showing posts with label lingkungan. Show all posts
Showing posts with label lingkungan. Show all posts

View Balikpapan Dari Arah Teluk. (foto: dok. pribadi)

Cuaca cukup terik hari ini, handphone bergetar bertandakan ada pesan masuk. Teman saya ternyata, mengajak saya untuk mencoba kapal baru buatan Indonesia yakni Balikpapan. Saya pun menyambut ajakan tersebut dengan senang hati. Sekitar pukul 16.00 WITA berbekal kamera dengan isi baterai seadanya, saya pun langsung bergegas menuju dermaga dimana tempat kapal tersebut bersandar sekaligus dibangun. Dimulai dari dermaga yang berada di Kampung Baru itu, kapal yang dibuat oleh anak-anak Balikpapan ini berlayar di perairan Teluk Balikpapan.

Suasana Kilang Minyak Balikpapan Dari Arah Perairan Teluk Balikpapan. (foto: dok. pribadi)
Pemandangan Kapal-Kapal Tanker yang Berada di Teluk Balikpapan. (foto: dok. pribadi)

Kapal yang rencananya akan mulai berlayar perdana ke Surabaya ini mempunyai design yang sangat luar biasa ditambah dengan fasilitas-fasilitas yang top markotop lah hahaha. Hari semakin sore, sekalian ngabuburit. Cuaca yang cerah cukup memberikan kepuasan bagi saya untuk mengabadikan moment di kawasan Teluk Balikpapan ini. View laut yang biru, serta kapal-kapal tanker yang berada di perairan teluk ini menjadikan tempat yang pas untuk mengabadikan moment yang sulit saya dapatkan. Ditambah dengan view ke arah Balikpapan yang tampak terlihat puncak Gunung Komendur, semakin membuat mata saya terkagum melihat pemandangan sekeren ini. Kilang-kilang minyak Balikpapan yang biasa saya lihat dari arah kota, kini saya mendapatkan kesempatan dengan melihat dari sudut arah yang berbeda.

Beberapa kapal kecil juga terlihat melintasi perairan Balikpapan -Penajam seperti spead boat dan juga kapal-kapal feri penumpang dan klotok dari arah Balikpapan - Penajam - Balikpapan

Kesempatan Buat Abadikan Moment Hahaha...

Jam mulai menunjukkan pukul 17.30 WITA dan kapal pun mengarah ke dermaga, tanda waktu tes berlayar ini sudah selesai. Saya kembali ke daratan untuk bersiap-siap berbuka puasa. Kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk bisa menikmati sore hari sekaligus ngabuburit di perairan Teluk Balikpapan. Dan tentunya kesempatan yang hebat juga dapat mencoba kapal baru buatan Balikpapan, Indonesia.

Cuplikan Video Test Ride Kapal di Teluk Balikpapan. Check it out !!!

Derasnya Air Terjun Bantimurung

Sulawesi tak pernah bosan untuk menunjukkan keindahan wisata alam nya. Kali ini saya mencoba untuk menghampiri salah satu kawasan objek wisata yang berada sekitar 30 km lebih dari pusat kota Makassar yakni Taman Nasional / Air Terjun Bantimurung di Kab. Maros, Sulawesi Selatan.  
Sebelum masuk di kawasan obyek wisata air terjun bantimurung ini, kita akan disambut dengan monumen kera, dan sederatan penjual souvenir khas bantimurung (Kupu-kupu yang di awetkan) dan warung/ kedai kopi serta makanan khas daerah.

Keindahan alam di kawasan taman nasional Bantimurung

Karst yang membentang di kawasan Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung ini memiliki keunikan tersendiri, yakni karst-karst yang membentang air terjun ini, goa-goa dengan stalaknit dan stalakmit yang begitu menakjubkan yaitu goa batu dan goa mimpi, serta yang paling dikenal adalah kupu-kupu. 
Jembatan dan jalanan yang begitu sejuk dengan suasana alam

Tangga yang tinggi menuju ke puncak air terjun

Selain itu di kawasan ini juga tersedia gazebo - gazebo kecil untuk berkumpul keluarga, serta musholla. 
Derasnya air terjun bantimurung ini membuat para wisatawan dari anak-anak hingga orang dewasa begitu betah untuk terus berenang, atau bahkan hanya berendam. Di kawasan tersebut juga bahkan disediakan sebuah tempat peluncur.
Namun sayang, liburan kali ini saya hanya bisa memandang air terjun dengan sepintas tanpa menyicip air yang sejuk tersebut. Dikarenakan waktu dan cuaca ketika mengunjungi air terjun ini sedang tidak bersahabat maka saya hanya bisa memandang dan sedikit mengabadikan moment dengan kamera saya.

Untuk menuju kawasan ini kita perlu menggunakan sebuah kendaraan pribadi baik motor atau mobil. Atau bisa juga menggunakan kendaraan rental. Untuk tarif masuk bagi turis lokal seharga Rp25.000 sedangkan bagi turis asing sekitar Rp225.000 atau hingga Rp250.000 rupiah per orangnya.


Gerbang BOS Samboja


Borneo Orangutan Survival Samboja adalah sebuah pusat rehabilitasi dan reintroduksi Orangutan yang berada di Samboja, Kalimantan Timur. Untuk menuju ke BOS dapat melalui Kota Balikpapan dengan menempuh perjalanan kurang lebih 40 KM. BOS sendiri hanya ada dua di Indonesia tepatnya di Kalimantan yakni Samboja dan Palangkaraya. 

Disana kita tidak hanya melihat orangutan saja tapi juga ada beruang madu yang merupakan hewan maskot Kota Balikpapan. Hewan-hewan yang terancam kepunahan tersebut di latih kembali menjadi hewan liar oleh para tim-tim Borneo Orangutan Survival. 

Perjalanan pertama saya menuju ke suaka beruang madu, disana begitu banyak Beruang Madu yang di rehabilitasi, begitu sedih karena satu hewan beruang madu tampak terlihat cacat, karena ulah manusia. Memang hewan-hewam yang berada di BOS adalah hewan yang telah diganggu kehidupannya oleh manusia tak bertanggung jawab. 

Selanjutnya saya pun beralih menuju ke area Orangutan atau yang disebut Pulau Orangutan. Disana kita tidak dapat melihat banyak Orangutan. Namun saya pun merasa senang karena bisa melihatnya walaupun tidak banyak dan dalam jarak yang jauh. Disana pula tersedia sekolah Orangutan dimana para tim BOS akan melatih Orangutan untuk bisa kembali hidup menjadi liar. Perasaan yang sangat terharu dan hebat kepada tim BOS yang bekerja untuk hewan-hewan yang terancam kepunahan ini.

Ini adalah pengalaman yang sangat berharga dan beruntung bagi saya karena sebenarnya BOS bukanlah tempat wisata umum. BOS Samboja ini memang bukan diperuntukkan sebagai tempat wisata melainkan tempat edukasi dsb. Namun, bagi anda yang ingin berkunjung kesini anda bisa langsung mendatangi dahulu dengan pihak BOS dijauh-jauh hari, terdapat pula fasilitas stay home atau samboja lodge bagi para pengunjung yang ingin bermalam di kawasan BOS yang masih berada di hutan alami kalimantan.



Tingginya pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap tingginya produksi sampah.


Sampah ialah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah juga semakin tinggi. Hal itu disebabkan karena manusia selalu menghasilkan sampah disetiap aktivitasnya baik dalam kegiatan rumah tangga, industri, pertanian dan sebagainya. 

Berikut dampak sampah terhadap lingkungan:

1. Pencemaran Udara
Sampah yang dibiarkan saja tanpa diolah dengan baik dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Sehingga, jika sampah yang menumpuk tersebut berada di daerah pemukiman, maka proses pengelolaan sampah dengan cara dibakar tentu saja akan terjadi. Proses pembakaran yang menghasilkan asap itulah dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

2. Pencemaran Tanah
Sampah yang dibiarkan menumpuk di lahan yang kosong juga dapat menimbulkan pencemaran tanah. Dimana, sampah organik atau anorganik atau mungkin juga mengandung bahan berbahaya (kimia) akan menyebabkan lingkungan di lahan tersebut menjadi rusak. Serta dapat menimbulkan permasalahan baru seperti Banjir.

3. Pencemaran Air
Rembesan sampah yang mungkin mengandung bahan berbahaya juga dapat menyebabkan pencemaran air. Dimana, rembesan dari sampah itu berpotensi mengalir ke aliran yang lebih rendah seperti sungai, parit maupun air di dalam tanah. Sehingga, akibat dari pencemaran tersebut bisa mengganggu kehidupan makhluk hidup di sungai atau sebagainya.

Pencemaran air akibat sampah.

Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan yang sepele tersebut. Solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat khususnya di daerah padat penduduk mengenai dampak sampah terhadap lingkungan, serta mengajak masyarakat untuk melakukan program 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) untuk menekan tingginya produksi sampah.
Pertambahan penduduk berpengaruh terhadap penggunaan kendaraan bermotor.

Di zaman yang modern ini, aktivitas manusia tidak pernah lepas dari kemajuan teknologi. Kehidupan yang serba modern, menjadikan aktivitas manusia menjadi serba kompleks. Salah satunya adalah penggunaan kendaraan bermotor. Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kendaraan di Indonesia hingga tahun 2013 telah mencapai 104.118.969 unit kendaraan. Tentunya jumlah itu sudah sangat tinggi. Hal itu dikarenakan pula oleh tingginya pertumbuhan penduduk. Sehingga tingkat akan sifat konsumtif terhadap kendaraan bermotor juga semakin tinggi.

Memang, kendaraan bermotor sangat memudahkan kita dalam melakukan segala bentuk aktivitas kehidupan baik dalam bisnis maupun dalam hal lainnya. Namun, perlu kita sadari juga bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama dari pencemaran udara. Asap kendaraan bermotor yang kita hirup tersebut yakni gas karbon monoksida dan karbon dioksida secara berlebihan tentunya sangat membahayakan bagi kesehatan manusia.

Jadi, dapat kita pahami bahwa semakin lajunya akan tingkat pertumbuhan penduduk, maka tingkat pertambahan kendaraan bermotor juga akan semakin tinggi. Sehingga ketersediaan udara bersih juga akan semakin menipis akibat tingginya pencemaran udara dari asap kendaraan bermotor.

Maka dari itu, untuk mengendalikan tingginya penggunaan kendaraan bermotor agar tidak memberikan permasalah yang besar terhadap lingkungan. Solusi yang terbaik adalah menyediakan transportasi massal yang memadai. Serta melakukan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan tingginya gaya konsumtif terhadap penggunaan kendaraan bermotor. Apabila faktor tersebut sudah terlanjur tidak terkontrol, solusi yang terbaik adalah melakukan penghijauan kembali di daerah sekitar padatnya kendaraan bermotor dan melakukan uji emisi kendaraan setiap enam bulan sekali.



Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap lingkungan.

Manusia adalah makhluk hidup yang tidak bisa lepas dari alam. Seiring berjalannya waktu, laju pertumbuhan penduduk semakin tinggi sehingga membuat tuntutan kebutuhan hidup pun juga semakin tinggi. Namun, darimanakah manusia memenuhi kebutuhan hidup itu? ya, jelas sekali dengan mengekploitasi sumber daya alam.Tapi tahukah anda, bahwa pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi itu memberikan dampak terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam.

Berikut dampak lajunya pertumbuhan penduduk, antara lain:

1. Air Bersih
















Air merupakan sumber kehidupan. Tanpa adanya air manusia tidak dapat melangsungkan roda kehidupan. Meningkatnya jumlah penduduk membuat tingkat kebutuhan air bersih pun semakin tinggi. Sehingga, kelangkaan air bersih pun bisa saja timbul akibat pasokan air bersih yang sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan penduduk.

2. Ketersediaan Lahan
















Lajunya tingkat pertambahan penduduk juga membuat tingginya akan kebutuhan lahan baik untuk tempat tinggal, kegiatan industri, pertanian dan sebagainya. Jika populasi manusia lebih besar dengan jumlah lahan yang dibutuhkan maka, akan menyebabkan lahan yang semakin sulit untuk didapatkan.

3. Ketersediaan Pangan
















Manusia juga membutuhkan makanan untuk hidup sebagai sumber energi. Lajunya pertumbuhan penduduk membuat tingkat akan kebutuhan pangan juga akan semakin tinggi. Sehingga, jika ketersediaan pangan tidak dapat mencukupi kebutuhan. Maka, masalah kurang gizi di tengah masyarakat tidak mungkin tidak terjadi.

4. Pencemaran Lingkungan
















Tingginya jumlah penduduk juga membuat tingginya akan aktivitas manusia yang tentunya menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Dampak dari itu sendiri yakni pencemaran, yang meliputi:

- Pencemaran Udara
Gas buang dari kendaraan bermotor, asap pabrik kegiatan industri, dll.
- Pencemaran Tanah
Limbah-limbah rumah tangga, industri, pertanian, pasar, dll.
- Pencemaran Air
Limbah-limbah cair rumah tangga, industri, pertanian dll.

Oleh karena itu, permasalahan-permasalahan diatas tentu saja bisa dikendalikan dengan melakukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam langkah melakukan penekanan terhadap lajunya pertumbuhan penduduk seperti, lebih mendekatkan kembali program yang sudah ada yaitu KB (Keluarga Berencana) kepada masyarakat, Migrasi (perpindahan penduduk) serta pula meningkatkan pelayanan pendidikan agar keinginan perkawinan dini dapat ditekan. Dan melakukan program pelestarian lingkungan bersama masyarakat akibat dari pertumbuhan penduduk yang terlanjur tidak terkontrol seperti Reboisasi (Penghijauan kembali).