Ibu Kadinah memegang belimbing madu di kebunnya.
Siapa sangka belimbing ini ternyata bukanlah mainan ataupun aksesoris penghias halaman rumah. Ternyata, buah belimbing yang berukuran jumbo ini yang dikenal dengan nama Belimbing Madu sudah menjadi tanaman khas yang memenuhi halaman rumah para warga di Kampung Berseri Astra Giri Rejo, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pak Suko adalah salah satu warga KBA yang berusia 34 tahun ini, telah menanam buah belimbing madu sejak 8 tahun yang lalu. Beliau membawa bibit buah belimbing madu ini dari pulau jawa tepatnya di Karangsari, Blitar, Jawa Timur. Oleh karena itu, lokasi budidaya belimbing madunya seringkali menjadi percontohan warga. Kini beliau telah memiliki sekitar 50 pohon belimbing madu.

Keistimewaan buah belimbing madu ini, buahnya bukanlah buah musiman. Jadi, kalian tidak perlu menunggu waktu yang lama dan musimnya untuk ingin mencicipi buah ini. Sekilonya, harga belimbing madu ini dijual mulai dari 35ribu rupiah.

Khusus di Kampung Berseri Astra Balikpapan, kalian bisa loh mencicipi buah tersebut di kebunnya dan memetik langsung dari pohonnya. Khasiat buah belimbing madu ini salah satunya adalah menurunkan tensi bagi belimbing yang berwarna hijau. Cara penyajian bisa di blender ataupun dimakan langsung.

Buah belimbing madu yang di okulasi dengan belimbing lokal ini, proses budidayanya ternyata tidak mudah. Pak Suko, tidak ingin merawat tanaman belimbing madunya dengan menggunakan pupuk-pupuk kimia yang katanya punya resiko bagi tanamannya. Beliau lebih memilih menggunakan pupuk kandang dari kambing, dsb.

Pak Suko, memegang belimbing madu yang masih kecil. Dan akan ditutup dengan sebuah plastik untuk menghindari hama lalat buah
Buah belimbing madu yang masih kecil dan berwarna hijau sudah ia tutupi dengan plastik bening satu per satu guna menghindari hama lalat buah. Lalat buah yang mengganggu tersebut bisa membuât belimbing madu mengalami pembusukan di bagian dalamnya.

Hasil panen buah milik Pak Suko ini biasanya dijual langsung ke lapak pinggir jalan yang berada di KM. 19 Balikpapan - Samarinda oleh adiknya. Sebenarnya udah banyak sekali berbagai perusahaan supermarket modern dan kios-kios buah di kota yang menawarkan kerjasama. Namun, karna jumlah produksi yang masih rendah membuat pak Suko tidak mampu untuk menerima tawaran tersebut.

Kehadiran PT. Astra International Tbk di kampung ini telah memberikan manfaat buat warga di kampung yang berada dekat dengan kawasan jalan tol Balikpapan-Samarinda ini. Bahkan, pak Suko juga bisa bernafas lega karena dengan adanya bantuan 500 bibit ke warga setidaknya memberikan harapan akan jumlah produksi belimbing madu di kampung ini menjadi lebih tinggi.

Hasil petik belimbing madu di kebun Pak Suko di Kampung Berseri Astra Balikpapan.
Pak Suko juga berharap setelah adanya pemberian bantuan bibit ini bisa meningkatkan produksi yang ada di kampung ini serta memberikan potensi kawasan agrowisata baru di Kampung Giri Rejo.

Dia juga berharap agar ke depan mereka bersama teman-teman petani belimbing madu bisa membuat produksi olahan baru dari buah ini. Seperti camilan keripik, dodol, dll.

Kini kita bisa menemukan buah belimbing madu ini dengan mudah di Kampung Giri Rejo Km.13 Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara.

Bagaimana, tertarik menikmati buah belimbing madu yang manis ini? Yuk langsung ke kebunnya dan nikmatilah!

#KitaSATUIndonesia
#SemangatKampungIndonesia

Berikut video cuplikan highlight kebun belimbing madu di KBA Balikpapan


Pak Alex, Pemilik UKM Rotan di KBA Makassar Rappocini.
Siapa bilang bisnis beromzet jutaan rupiah harus punya pabrik atau tempat yang luas?

Pak Alex, pria yang berusia sekitar 50 tahun ini telah membuktikan bahwa gak mesti punya tempat besar untuk menghasilkan sebuah karya yang bernilai rupiah.

Sepintas jika kita melewati sebuah lorong kecil di Rappocini, yang kini telah menjadi pilihan Kampung Berseri Astra Makassar ini terlihat sebuah rumah sederhana tapi beromzet jutaan rupiah. Terpampang tulisan UKM Rotan di atas pintu rumah pak Alex yang berada di RT.2 RW.4 Kelurahan Rappocini.

Rumah pak Alex yang digunakan sebagai tempat usaha kerajinan rotan.
Di kejauhan memang terlihat segerombolan kursi dari kayu rotan bergelantungan di loteng rumah beliau. Pak Alex memulai usaha kerajinan rotan ini mulai tahun 1985 hingga sekarang. Dari tangannya, beliau bisa menghasilkan berbagai macam produk kerajinan mulai dari kursi, tempat buah parsel, hingga tirai penutup.

Dalam sehari, beliau bisa menghasilkan puluhan produk kerajinan rotan. Beliau mengerjakan usahanya, dibantu oleh 4 karyawan yang berasal dari pihak keluarga dan bahkan ia merekrut pekerja dari luar. Karena tempat produksi kerajinan yang begitu sempit dan berada di loteng dengan akses tangga yang masih belum permanen, biasanya beliau membiarkan para pekerja melakukan tugasnya di rumah masing-masing.

Rotan yang digunakan oleh pak Alex dalam membuat kerajinan ini adalah rotan Batang dan rotan Tohiti. Biasanya beliau membeli rotan tersebut di kawasan jalan tol. Harganya pun bervariatif berdasarkan ukuran rotan.


Pak Alex sedang bekerja di loteng rumahnya yang tidak begitu luas.

Tangga kayu yang digunakan sebagai akses menuju loteng rumah.

Hasil produksi kerajinan rotan milik pak Alex di pasarkan ke toko-toko furnitur dan pasar buah yang ada di kota Makassar. Bahkan hasil produksi pak Alex juga dijual hingga ke luar pulau. Namun, tidak sedikit juga banyak para peminat yang langsung memesan ke pak Alex.

Kehadiran PT. Astra International Tbk di kampung ini ternyata telah memberikan semangat baru bagi pak Alex untuk terus maju dalam usaha yang dimilikinya. Di tahun 2016, UKM Rotan milik beliau telah diperhatikan oleh Astra. Berbagai bantuan telah ia dapatkan seperti bantuan tunai hingga renovasi tempat usahanya.

Bagi pak Alex, bantuan ini dirasa sudah sangat membantu kelancaran usaha kerajinan rotannya. Namun, kini ia masih berharap akan bantuan kembali untuk melengkapi kekurangan yang masih ada.

Semangat Pak Alex tentu adalah motivasi semangat bagi kita semua. Beliau adalah satu dari sekian banyak orang di kampung-kampung yang ada di Indonesia, yang bisa menginspirasi kita dalam maju untuk berusaha. Dari tangan kreatifnya beliau menitipkan pesan agar anak muda Indonesia bisa terus berkarya seperti dirinya.

Sukses buat pak Alex.

Salah satu produk kerajinan rotan milik pak Alex.


#KitaSATUIndonesia
#SemangatKampungIndonesia

Berikut adalah video highlight UKM Rotan Kampung Berseri Astra Makassar di Rappocini






Balikpapan masih punya hutan?

Emang beberapa tahun terakhir ini, hutan di Balikpapan udah mulai banyak yg gundul akibat pembukaan lahan untuk perumahan, industri dll.

Namun apakah masih bisa untuk camping di tengah hutan di Kota Balikpapan ini? yap ternyata masih ada hutan yang terjaga di kota ini. Salah satunya ada Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan di Inhutani KM.10 Balikpapan.

Alasan komunitas MTMA Balikpapan East Borneo memilih mengadakan camping di Taman Wana Wisata Inhutani ini karna pernah menjadi wisata andalan kota Balikpapan. Untuk itu MTMA ingin kembali menostalgiakan masyarakat khususnya Balikpapan akan era jayanya wisata kebun binatang mini pada tahun 90an ini.

Namun, terlihat sekarang kawasan ini menjadi kawasan yang terbengkalai kondisinya dan dibiarkan begitu saja. Tampak beberapa kandang besi masih terlihat disini.

Teman-teman Komunitas My Trip My Adventure Balikpapan East Borneo akhirnya berinisiatif untuk mengangkat kawasan ini kembali menjadi daerah berpotensi wisata karna masih memiliki view yang indah dan suasana hutan Kalimantan. Ditambah dengan sebuah jalanan yang keren di tengah kalasan Inhutani ini.

Yuk lihat keseruan camping di tengah hutan di Inhutani KM.10 Balikpapan, Kalimantan Timur








Foto di Spot Foto Samantha Project
Sharing Diskusi Dari Fokus Balikpapan / Kopi Sahabat dan Ketua MTMA Balikpapan East Borneo Sekaligus Orangutan Odysseys



Pemberian Cinderamata dari MTMA Kalimantan Selatan dan MTMA Tanah Bumbu

Seluruh Peserta Borneo Surpris3
Sampai jumpa di camping selanjutnya...

#borneosurpris3 #genpi #genpikaltim #pesonaindonesia #genpiid #genpico


Wah udah di cerita terakhir saya nih dalam perjalanan ke desa Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Setelah dua hari menikmati desa berbudaya ini. Akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke kota karna sudah banyak pekerjaan yang saya tinggalkan.

Sebelumnya simak cerita perjalanan sebelumnya disini

Melihat Persiapan Festival Hudoq di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur - Vol. 1
Mengaraang, Menari Sampai Pagi di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu Vol. 2
Rekor Dunia MURI Untuk Hudoq Terbanyak di Ujoh Bilang Vol. 3

Hari terakhir, tentunya saya gak mau ngelewatin moment kali ini di desa yang berada di pinggir sungai Mahakam. Setelah kehilangan cukup banyak file-file foto dan video di memori kamera. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan kembali memori tersebut dan berharap masih bisa direcovery untuk file hari sebelumnya.

Suasana desa masih ramai, namun sudah tidak terlihat lagi hudoq-hudoq di pagi hari. Kini saya mencoba menyusuri kampung ini walau hanya sejam untuk menikmati terakhir kalinya desa Ubil di tahun ini. Semoga tahun depan bisa main kesini lagi deh.

Berikut adalah foto-foto yang saya potret dihari terakhir di Ujoh Bilang


Sarapan Nasi Kuning Telur
























BEGASING, PERMAINAN TRADISIONAL KHAS MAHAKAM ULU

Setelah berkeliling melihat sekitar kegiatan aktivitas warga di desa. Saya kembali ke lapangan untuk melihat aktivitas begasing. Merupakan permainan tradisional yang udah tidak terlihat lagi di kota. Permainan ini sama dengan gasing-gasing tradisional pada umumnya.

Dimainkan dengan cara melilitkan tali pada badan gasig yang terbuat dari kayu benggeris atau juga kayu ulin. Kemudian dilemparkan ke permukaan tanah.

Permainan ini dinikmati oleh berbagai kalangan baik anak-anak hingga orang dewasa.

Begasing





MILIR..

Terima kasih Ujoh Bilang, desa berbudaya yang membuat saya terkagum dengan kearifan lokalnya yang masih terjaga hingga saat ini.

Selanjutnya saya pulang menggunakan speed boat ke Tering dan melanjutkan perjalanan ke Balikpapan via pesawat udara melalui Samarinda dahulu.

Moment seorang anak dan ibu yang mengantarkan keluarganya yang akan milir
Berada di atas speed boat bersama warga Mahakam Ulu yang hendak Milir.

Tering (Melak, Kutai Barat)

Terima Kasih Mahakam Ulu, salah satu daerah yang paling saya favoritkan dalam destinasi kegiatan travelling saya di tahun ini.

#GENPI
#GENPIKALTIM
#PESONAINDONESIA